Untuk Para Entrepreneur

businessman1.jpg

Para entrepreneur pemula atau muda yang melejit biasanya tergoda untuk segera ingin tenar dan populer. Waspadalah. Godaan untuk menjadi pembicara dan keliling ke berbagai kota bisa membuat bisnis Anda terkapar. Ingatlah, Anda pebisnis bukan pembicara apalagi artis. Memang menularkan semangat dan ilmu penting tetapi jangan terlalu sering. Jangan sibuk jalan-jalan padahal bisnis Anda tidak jalan.

Jadilah pembicara yang ngangenin. Jarang tampil namun saat tampil ilmunya daging semua. Berbobot, aplikatif dan berdampak bagi yang mendengarkan. Saya siap membantu Anda menyiapkan itu semua. Ya, saya membantu Anda menyiapkan presentasi karena saya pembicara yang punya bisnis. Sementara Anda pebisnis yang kadang-kadang perlu menjadi pembicara.

Terlalu sering menjadi pembicara akan membuat Anda “merasa” hebat dan punya nama. Akhirnya Anda pun melakukan crowd funding, menawarkan investasi ke berbagai pihak untuk mengumpulkan dana. Begitu dana terkumpul Anda bingung menginvestasikannya. Uang macet, bisnis tidak jalan sementara tuntutan dari investor semakin menguat. Bisa jadi Anda terjerumus kepada money game yang sangat menggoda. Ngeri dan menyesatkan.

Jangan sering mencela profesi karyawan. Ketahuilah, banyak karyawan yang gajinya lebih besar dari keuntungan bisnis Anda. Hanya saja mereka memilih hidup bersahaja. Tidak tergoda seperti Anda, penghasilan naik belum seberapa tetapi gaya hidup sudah seperti raja di raja. Ingin terlihat kaya raya padahal belum waktunya. Terlihat punya banyak aset padahal itu pinjaman yang menyiksa hidup Anda.

Jangan biasakan pamer aset, kekayaan dan fasilitas mewah yang Anda punya padahal pembayaran pajak dan sedekah Anda tidak seberapa. Kebiasaan pamer tidak akan menambah aset apalagi keuntungan usaha. Kebiasaan pamer justru membuat Anda boros dan selalu tergoda untuk tampil melebihi kemampuan Anda.

Wahai para entrepreneur, jangan Anda bilang “bisnis itu kuncinya SDM, sistem dan keuangan” tetapi Anda tidak menyiapkan SDM dengan benar. Anda tidak punya waktu menguatkan sistem di bisnis Anda. Lebih parah lagi Anda tidak bisa membaca laporan keuangan dengan benar. Mengajarkan tetapi tidak melakukan. Wajar bila Anda “kualat” sehingga perkembangan bisnis Anda tersendat.

Nasihat di atas ada yang self reminder untuk saya dan ada juga untuk para pengusaha di berbagai penjuru nusantara. Wahai para entrepreneur, alokasikan waktu terbanyak untuk profesi yang Anda tekuni. Kuasailah ilmu bisnis hingga mendarah daging. Bergurulah kepada para pelaku bisnis yang sudah teruji. Sementara bila Anda ingin punya kemampuan tambahan menjadi pembicara mari belajar bersama-sama dengan saya..

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

29 thoughts on “Untuk Para Entrepreneur”

  1. Dedi says:

    Izin share ya kek…

    1. Jamil Azzaini says:

      Dengan senang hati…

  2. ahmad mutaqin habibi says:

    Mtr nwn mbah diingatkan …semoga tetap fokus,amien

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra. Doakan saya juga ya….

  3. abdul hafid 1453 says:

    kerON kek

    1. Jamil Azzaini says:

      SyukrON….

  4. isya J says:

    Ma’af kek. Saya ini pengacara bukan entrepreneur. Apa perlu belajar jadi pembicara ya ke kek Jamil. Tapi keinginan saya bukan untuk jd pembicara yg berbagi ilmu. Hanya ingin mengamaliahkan ilmu hukum kek.

    1. Jamil Azzaini says:

      Wah pengacara juga harus belajar jadi pembicara di depan audience bukan hanya client, hehehehe.,mari kita belajar

  5. Tatas Patrio Sembodo says:

    Waini…wajib di-share…untuk mengingatkan kita semua…
    Makasih Kek inspirasinya 😉

    1. Jamil Azzaini says:

      Asyik, dishare ke banyak pihak ya..semakin banyak semakin baik 🙂

  6. Denni Candra says:

    Saya mau kek untuk belajar jadi pembicara, bagaimana caranya?

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo ketemu mas….

  7. Bima Ary says:

    Kek Jamil, makasih udah di ingatkan..
    nasihatnyaa luar biasa, bisa jadi pengingat dn penyemangat..
    doakan saya biar tetap fokus dn istiqomah yaa kek

    1. Jamil Azzaini says:

      Mari saling mendoakan…

  8. Jhon mulyono says:

    pencerahan ini sedikit banyak mirip dengan saya Kek…bedanya saya tidak menjadi pembicara…langkah jitu apa untuk ke depannya lebih baik …?? suwun sanget kek…

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya belum bisa menangkap pertanyaan utamanya…

  9. Yudi says:

    pak Jamil, boleh tahu emailnya? atau email stafnya. sy ingin sdikit diskusi, mgkn 2-3x korespondensi, semoga tdk merepotkan.

    1. Jamil Azzaini says:

      Khan ada di website ini mas, ayo cari. Hehehehe

  10. Yudi says:

    pak Jamil, boleh tahu emailnya? atau email stafnya. sy ingin sdikit diskusi, mgkn 2-3x korespondensi, semoga tdk merepotkan. atau ada saluran komunikasi lain? karena agak panjang.

  11. Yudi says:

    maap ternyata ada ya di bawah yg yahoo. punten bacabya ga lengkap n makasih.

  12. Apen Mulyana says:

    kek kalo saya ga punya usaha, tapi pengen juga jadi pengusaha, tetapi keinginan terbesar saya adalah menjadi seorang trainer, gimana pendapat kek jamil?

    1. Jamil Azzaini says:

      Bisa, ayo belajar di Akademi Trainer…

  13. Iwan suwandi says:

    Pas sekali apa yg pak Jamil sampaikan…. Trimkasih di ingatkan dan insyallah akan sy lakukan.

    1. Jamil Azzaini says:

      Asyik…disebarluaskan ya….

  14. Ika Rahayu says:

    Luar biasa…. sangat menginspirasi. Ijin share ya abah….☺ #slu ingat pesan abah 4-ON (Visi-On, Acti-On,Passi-On, and Collaborati-On) hrus sejalan# Semangatttt….

  15. dzikir says:

    bagus artikelnya

  16. tangkas khairi says:

    mantap kek ilmunyaaaa 😀

  17. Wiranata says:

    Terima kasih sudah di ingatkan terus. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan dalam usaha Mas Jamil 🙂 Aamiin

  18. NN says:

    Apa cerita di atas membahas kawan saya dengan inisial AN?

Leave a Reply

Your email address will not be published.