Untuk Nikmat Perlu Ilmu

Ada yang bertanya kepada saya, secara langsung dan melalui e-mail atau twitter, “Apa nikmatnya berpuasa? Apa nikmatnya memberi dan berbagi? Apa nikmatnya hadir di majelis ilmu? Apa nikmatnya menyuapi anak makan? Apa nikmatnya menulis setiap hari?

Mendengar dan membaca berbagai pertanyaan tersebut, saya akan mencoba menjelaskan melalui sebuah perumpamaan berikut ini. Ada seorang anak balita yang sangat suka dengan es krim. Bila suatu saat kepada anak balita ini diberi pilihan es krim dan satu gepok uang seratus juta rupiah, menurut Anda, kira-kira balita itu memilih yang mana?

Balita itu akan memilih es krim. Mengapa? Karena dia sudah tahu nikmatnya es krim. Pertanyaan saya selanjutnya, mana yang lebih berharga es krim atau uang seratus juta rupiah? Mana yang bermanfaat untuk masa depannya? Mengapa anak itu tak memilih uang seratus juta rupiah?

Ya, anak balita itu lebih memilih es krim ketimbang uang seratus juta rupiah karena dia belum tahu nikmat dan kegunaan uang itu. Padahal, uang seratus juta rupiah sangat bemanfaat bagi masa depannya.

Begitupula dalam beraktivitas termasuk di dalamnya beribadah kepada Allah banyak orang yang memilih tidak melakukannya. Mengapa? Karena, mereka belum tahu nikmat dan kegunaannya. Banyak orang yang memilih kepuasan sesaat. Mereka kerap mengabaikan sesuatu yang justeru lebih nikmat bahkan bisa menyelamatkannya di kehidupan yang akan datang.

Bagaimana agar kita merasakan kenikmatan atas segala yang kita lakukan? Jawabannya adalah: Milikilah ilmu tentangnya dan cicipilah nikmatnya dengan cara melakukannya. Tanpa ilmu dan action Anda tak akan meyakini kenikmatannya.

Saya sudah merasakan nikmatnya menyuapi anak saya makan. Bila dihadapan saya ada pilihan menyuapi anak atau gengsi turun karena menyuapi anak, saya tetap memilih menyuapi anak dan akan berkata, “Makan tuh gengsi.” Mengapa? Karena saya sudah merasakan betapa nikmatnya menyuapi anak makan. Kenikmatannya sulit diceritakan melalui kata-kata.

So, bila Anda sulit merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, saatnya Anda perlu memperdalam ilmu tentang-Nya serta memperbanyak action beribadah kepada-Nya. Cobalah dan rasakanlah…

Salam SuksesMulia!

Mari ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

28 thoughts on “Untuk Nikmat Perlu Ilmu”

  1. andi says:

    terima kasih, Cukup simple dan ‘kena’ analog yg disampaikan.s

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Mantapp!!
    Hal seperti inilah yg trkadang ga kita sadari,bahwa semua itu mmg perlu ilmu πŸ™‚

  3. Edo says:

    Benar sekali mbah master Jamil…Ò˜º
    Nikmat
    itu akan selaras dengan rasa syukur kita…
    Yuk saling follow di twitter @Edoremifa

  4. didi says:

    two tumbs..bener bgt,. hahh bersyukur dan makasih dah dsadarkan,d’ingatkan kembali tuk kesekian kali’ny mas jamil.. πŸ™‚

  5. Bener banget kakek….
    Iqbal pun begitu saat bersama Najmi,anak iqbal.
    Tak peduli pandangan remeh orang lain saat iqbal menyuapi atau memandikan Najmi (2thn)
    Karena mereka mungkin blm tahu bagaimana nikmatnya…
    Tambah nikmat karena iqbal menyaksikan sendiri istri melahirkan,bagaimana sakit,dan beratnya perjuangan istri…
    Sungguh merasakan kebesaran Allah saat melihat Najmi dilahirkan :’)
    Lalu apalah artinya menyuapi atau memandikan,dibanding melahirkannya

  6. INDI says:

    Right.
    Janganlah Anda melakukan sesuatu tanpa ILMU. ILMU dulu baru amal. Tapi ILMU tanpa amal seperti pohon tanpa buah.

  7. wildan says:

    leres pisan oom.. sesuatu akan kita nikmati kalau kita tahu kegunaan dan tujuannya, cara mengamalkannya dengan ILMU..

  8. yans says:

    Ya betul pak, apapun masalah yg kita hadapi jika kita sungguh2 pasrah pada Γ˜Β§Γ™Ε½Γ™β€žΓ™β€žΓ™β€˜Γ™β€‘Γ™Ε½, rasannya.. Ringan u/menjalankannya… Percayalah akan diberi petunjukNYA

  9. awalnya pun saya masih ragu untuk meyakini menikah diusia muda. Banyak orang yang bilang nikmat di usia muda, tapi banyak juga yg menasihati untuk menimbang banyak hal sebelum memutuskan untuk menikah utamanya diusia muda. Pertimbangan karir, nafkah, kesempatan, dll.
    Tapi berkat ilmu yg sy rasa cukup baik dari buku ataupun nasihat orang yg bijak, sy pun memberanikan diri “action” menikah muda dan terbukti sekarang saya sudah merasakan nikmatnya menikah muda πŸ™‚

  10. Budi Santoso, BTM Kalibening- Banjarnegara says:

    Tapi ada juga nikmat yg tak perlu Ilmu yaitu “Pramunikmat”. Justru itu buah dari kebodohan dan dangkalnya Iman.

  11. kencono SARI says:

    krn nikmat, kita bersyukur. Karena bersyukur, nikmat makin terasa nikmat.

  12. Khalik HR says:

    Tepat pak jamil memang kalau kita sdh merasakan nikmatnya ibadah
    seperti contoh kalau kita belum sholat rasanya seperti ada yg kurang dari hidup kita.Amin

  13. Deden Hf says:

    Semoga kita tak terjebak pada nikmat sesaat saja. Nuhun pencerahannya, Pak.

  14. hasan basri says:

    subhanallah…

  15. nenny says:

    terima kasih kakek selalu menulis yg menyentuh hati, tanpa terlalu menggurui tapi selalu kena di jiwa dan meresap dalam kepala..
    alhamdulilah .. terima kasih kepada allah yg telah menuntunku untuk selalu membuka situs ini setiap hari.. subhanallah..

  16. Bamaji says:

    nice invo……

  17. mumun says:

    Setuju,kita akan tahu nikmatnya sesuatu jika kita sering merasakan dan kehilangann hal tersebut

  18. Ano says:

    Makasih Pak, jadi tambah ilmu nih, tiap hari berkunjung kesini

  19. Aswir says:

    Sungguh pelajaran yg luar biasa.
    Terima kasih Pak.

  20. banna says:

    terima kasih pak cerita es krimnya akan coba saya share,

    salutnya lagi,,, ternyata hobby bapak nyuapin anak ya,,, kok saya paling nggak sabaran ya kalo nyuapain,
    ada tips pak?

  21. don baskara says:

    benar – benar sekali….begitu juga belajar agama juga perlu ilmu lain seperti psikologi, kesehatan, hukum dll, agar pemahaman kita benar dan universal tidak tersesat oleh guru agama yang pemahaman kurang .dan belajarlah dengan banyak guru….

  22. CikMey says:

    setuju..semua perkara perlukan ilmu…agar tidak sesat di kemudian hari

  23. erickazof says:

    Waah, betul bgt Om! dan hidup ini akan lebih terasa nikmat kalau kita bersyukur..

    Semakin banyak ilmu, semakin banyak mensyukuri nikmat-Nya πŸ™‚

  24. Farah says:

    Yang membedakan manusia dg mahluk lain didunia adalah berilmu.

  25. DIDIN ADRI says:

    Terima KASih banyak Pak . . .

  26. Amirudin says:

    Absolutely right!
    Ingin bahagia di dunia harus ada ilmunya, ingin selamat sampai di kampung Firdaus juga harus tahu ilmunya. Ilmu seperti lentera di kegelapan yg menghindarkan kita tersandung.

  27. Aa Basut says:

    Subhanallah,
    Nikmat mana lagi yang akan kita dustakan…

  28. henny says:

    alhamdulillah sudah membaca artikel ini…
    insyaallah besok berkunjung lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.