Undanglah Gelisah

worry.jpg

Banyak kata yang terkesan negatif padahal itu baik bila digunakan pada moment yang tepat. Contohnya kata iri. Banyak yang berpesan, “Jauhi penyakit iri, karena itu merusak hatimu.” Sebaliknya, guru kehidupan saya berpesan, “Irilah kamu, terhadap dua kelompok. Pertama, orang kaya yang dermawan. Kedua, orang berilmu yang mengajarkan dan mengamalkan ilmunya.”

Begitu pula banyak orang berkata, “Jangan gelisah, itu bisa membuat hidupmu susah.” Sementara saya justru berpikir sebaliknya, “Undanglah gelisah, karena dengan itu hidupmu bertumbuh.” Orang yang jarang gelisah pada masa mudanya justru berpeluang banyak penyesalan di masa tuanya.

Gelisahlah, apakah kita sudah mengoptimalkan semua karunia dan potensi yang telah Allah SWT berikan kepada kita? Gelisahlah, karena usia kita semakin bertambah, namun karya apakah yang sudah kita hasilkan? Layakkah kita disebut manusia yang bersyukur karena masih banyak potensi diri yang menganggur?

Gelisahlah, bila hari ini nyawa kita diambil oleh-Nya, cukupkah bekal yang sudah siap kita bawa? Gelisahlah, karena usia orang tua semakin tua namun kita belum memberikan kebahagiaan tertinggi kepada mereka. Gelisahlah, karena belum banyak yang kita persiapkan untuk kehidupan masa tua sehingga kelak kita tak merepotkan banyak orang.

Pekan lalu saya mengundang gelisah hadir di dalam kehidupan saya. Hasilnya? Adanya kesepakatan dengan tim saya tentang hal-hal baru di Akademi Trainer untuk menghasilkan alumni-alumni jempolan. Energi dan semangat baru datang semakin menggebu. Selain itu, ada ide dan gagasan baru di bisnis- bisnis lain yang saya jalani.

Hasil yang lain, ada pembaharuan sudut pandang dan aksi yang hendak kami lakukan di Komunitas SuksesMulia. Kami semakin yakin peradaban SuksesMulia akan menjelma hadir di Indonesia melalui program-program yang sudah kami rancang. Insya Allah, awal Februari 2014 kami akan mengadakan Silaturahmi Nasional (silatnas) para pengurus Komunitas SuksesMulia dari seluruh Indonesia.

Bukan hanya itu, akibat mengundang gelisah, saya mengajak istri dan anak pulang ke Lampung untuk bertemu dengan orang tua saya. Bukan hanya melepas rindu tetapi meminta restu akan hal-hal baru yang ingin kami wujudkan.

Gelisah yang disertai aksi akan membuat hidup kita terus bertumbuh. Gelisah yang dibungkus dengan keluh kesah akan membuat hidup seseorang semakin susah. So, undanglah gelisah di moment dan waktu yang tepat, setelah itu beraksilah.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

33 thoughts on “Undanglah Gelisah”

  1. Saya dari tadi gelisah nunggu tulisan Kakek, akhirnya muncul juga.. hehe.

    Semoga saya bisa meng- actiOnkan tulisan ini, mengundang gelisah untuk tumbuh lebih baik dari hari-kehari.. mohon doanya Kek..

    1. Segera renungkan sesuatu yang bisa membuatmu gelisah dan actionlan

  2. Denni Candra says:

    betul sekali kek, kata-kata itu bisa mermakna positif atau negatif tergantung dari sudut pandang kita dan cara pikir kita. kata-kata positif pun akan bisa berdampak negatif kalau kita salah dalam menyikapinya.

    terimakasih atas pencerahannya kek …:)

    salam SuksesMulia

  3. Subhanallah. Gelisah yang sangat positif. SyukrON nasihatnya Kek 🙂

  4. kasman says:

    terima kasih Mas , sy semakin iri dgn orang kaya yg dermawan dan org berilmu yg mengajarkan dan melaksanakan yg dia ajarkan.

  5. Supriyanto says:

    Gelisah-nya para sahabat dlm al qur’an adalah ketika sang pemimpin ummat (Rasul) pada perang uhud dikabarkan wafat. Gelisah kehilangan sosok panutan/tauladan /pelindung. Maka sudahkah diri kita gelisah, apakah telah menyiapkan generasi yang lebih baik dari kita dengan jaman yang berbeda.
    Gelisah juga pernah terjadi pada kaum Tsamud, Shalih yang berada diantara kaumnya melarang menyembah nenek moyang mereka, dan juga pada Kaum Nuh, Tsamud, orang-orang dahulu padahal orang-orang shalih telah membawa bukti kebenaran . Maka sudahkah kita gelisah, ketika kita berbuat tidak benar/ maksiat diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar ? Gelisah untuk segera mendapatkan ampunan, rahman, rahiim dengan cara melaksanakan kebaikan – kebaikan dimanapun berada. Terima kasih pak guru.

  6. wening_ati says:

    hmmm…. like this post much… always thinking out of box… that’s Jamil Azzaini… love it!

  7. ahamd haris says:

    Artikel yg membuat hati terenyuh, semoga bisa terus gelisah yg positif untuk berubah menjadi lebih baik.

    Sampai saat ini yg paling membuat saya gelisah adalah ingin memberangkatkan Ibu pergi haji krena itu keinginan beliau stelah bapak. pulang di panggil Allah dan usia beliau sudah 68th. Tolong Bantu doa ya kek jamil.. semoga Allah kasih jalan untuk saya mewujudkannya sebelum beliau berpulang.

    thk’s buat artikelnya

  8. Kalau kata anak muda sekarang, galau positif Kek 🙂

    Salam sukses mulia
    *Peluk

    1. Woles bro, hehehe

  9. basith says:

    Itu artinya gelisah yg berkah, yai jamil memang jeli dan cerdas menggali sesuatu yg biasa menjadi inspirasi yg sngt bermakna, dg redaksional crita yg asik utk di baca, tp sayang nya saya hanya bisa belajar hanya dr akses website yai jamil saja, blm pada mjd komunitas SM yg ikut pertemuan scr lngsung, kpn ya saya bisa ikut scr fisik dlm komunitas SM

    1. Semoga diawal tahun 2014 Komunitas SuksesMulia ada ditempat mas basith dan bisa menjadi penggerak

      1. basith says:

        Amiin, mugi 2 thn. Ngajeng 2014, komunitas sukses mulia hadir di Bhumi Arema, dan saya bisa aktif terlibat di dlm nya, alfaatihah

  10. princess amanda says:

    gelisah oh gelisah…akan ku undang kau dtg saat ini….luv it grandpa…very inspiring article…tambah ON insyaAllah….

    salam sukses mulia…

  11. Herman Hanif says:

    Siap kek!!! Laksankan…

    Trimakasih y kek inspirasinya pagi ini.

    Salam,
    @HermanHanif

  12. ahmad says:

    bersemangat karena belum banyak karya yang dihasilkan..
    mari kita gelisah..

  13. Fikri says:

    Salam Super Sukses Mulia
    Kgelisahan yg positif lainnya adalah ketika para founding father kita gelisah karena penjajahan yg tak kujung sudah….. khususnya para pejuang muslim yg gelisah dan “marah” bisa mengusir para penjajah….sedangkan para pejuang muslim yg gelisah dan “ramah” tdk akan bisa mengusir penjajah… sadar atau tidak kita saat ini sedang terjajah…. 70-80% ekonomi bangsa kita sudah dikuasai asing…akankah kita gelisah dan “marah” kek Jamil….??

    Jazakallah khairON katsirON 🙂

    1. Gelisah sudah lama mas, sekarang sedang action setahap demi setahap

      1. smga #IndonesiaBerdaya segera terwujud | Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin |

        >salam sukses mulia
        @npindh

  14. dnur77 says:

    Subhanallah…Alhamdulillah…
    gelisah tuk sesuatu yg baik…segera aksi tuk terus tumbuh…
    sudahkah diri ini bermanfaat….
    sudahkah anak anak kita bekali ilmu tuk mengarungi samudra kehidupan….

    terimakasih . Salam SuksesMulia….

  15. Yuniarti Fazri says:

    saya selalu gelisah dengan impian ibuku yang makin bertambah usia makin banyak mimpi yang ingin dicapai.
    makin keras usahanya
    saya gelisah apakah bisa membuatnya bahagia.
    doakan saya, semoga diberi jalan untuk membahagiakan orang tua satu2nya. Ibuku.

    1. Gelisahnya tak akan sembuh tanpa aksi, segera buat rencana aksi untuk membahagikan ibu. Salam hormat saya untuk ibu

    2. Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin |

      >salam sukses mulia
      @npindh

  16. kiky says:

    Assalamualaikum,. Mas Jamil, salam kenal, sy kiky, domisili d Ambon,.
    kapan ke Ambon ??

  17. Terima kasih suhu atas inspirasinya……

    Salam Sukses Mulia

  18. andriansyah says:

    Karena Gelisah lah saya selalu baca tulisan di web kakek, utk selalu menjaga konsistensi dan motivasi meraih sukses mulia.

      1. andriansyah says:

        udah saya kirim 2 judul kek ..semoga berkenan…

  19. yuyu yulianti says:

    ijin share di fb ya Pa, terimakasih..

    1. Dengan senang hati

  20. Nella Hidayah says:

    Terima Kasih atas Pencerahannya..
    Salam SuksesMulia

  21. deni says:

    Pengen rasanya bertemu dan mencium tangan bpk jamil…… 🙂

  22. Thanks Mas Jamil atas pencerahaanya. Saya juga sudah mengundang gelisah dan iri dalam kehidupan saya. Gelisah di usia 43 tahun belum bisa jadi trainer hebat, iri dengan kesuksesan mas Jamil. Mohon bimbingannya mas Jamil untuk mewujudkan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.