Traffic Light

Share this
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share

Ridho MidantoMemang cukup menjengkelkan, bila saat berpergian kita sering menjumpai traffic light. Apalagi jaraknya setiap beberapa meter saja.

Itu yang saya alami hari ini ketika hujan-hujanan naik motor, selalu ketemu banyak lampu merah. Benar-benar sangat menyebalkan. Saya berpikir buat apa dibuat jalan kalau terlalu banyak traffic light.

Namun, secara tidak sengaja terlintas dipikiran saya tentang filosofi traffic light. Kemudian saya memikirkan apa latar belakang dibalik traffic light.

Coba sahabat perhatikan, ketika lampu akan merah maka sistematikanya harus melewati dulu lampu kuning, sedangkan ketika dari lampu merah ke lampu hijau tanpa melalui lampu kuning terlebih dahulu.

Bila saat kita akan memulai kebaikan (hijau) tidaklah usahlah kebanyakan berfikir dan perhitungan (kuning), tapi ketika kita ingin berhenti (merah) dari sebuah perilaku baik maka hendaklah kita memikirkannya matang-matang (kuning).

Begitupun sebaliknya saat melakukan keburukan atau kejahatan. Bila Anda dihadapan pilihan untuk berbuat jahat. Segeralah berhenti dan tinggalkan (merah) tidaklah usahlah kebanyakan berfikir dan perhitungan (kuning).

Demikian sahabat, saya berharap kita bisa memetik sebuah nilai kebaikan dari tulisan saya. Saya juga mohon didoakan yaa agar saya bisa suksesMulia, mumpung usia saya masih muda… hehehe.. 🙂

Apa doa sahabat ??? insyallah saya doakan jika sahabat kirimkan doa nya dikomentar bawah ini ya
Salam SuksesMulia

Ridho Midanto

Baca Juga  Salah Berprasangka

Share this
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share

9 comments On Traffic Light

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer