Topeng Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, saya menemukan banyak orang yang hidup dengan mengenakan topeng. Ada orang yang mengaku sukses dalam bisnis (milyarder), mobilnya mewah, aksesoris yang melekat di tubuhnya semuanya branded, ketika bicara omongannya muluk-muluk. Namun tunggakan hutangnya melimpah, kehidupannya rapuh. Menurut saya orang ini hidupnya bertopeng, yang tampak bukanlah aslinya.

Politisi yang berbicara atas nama rakyat, sering merasa memperjuangkan rakyat dan juga dipilih oleh rakyat. Namun dalam kehidupannya ia tak mencerminkan peduli dengan rakyat. Ia lebih sibuk mengumpulkan rupiah. Selalu minta dilayani bukan melayani.  Bahkan berani memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Menurut saya orang ini hidupnya bertopeng, politisi hanya dijadikan kedok untuk kepentingan pribadi

Bila Anda sudah menikah, tapi tak pernah memberi sesuatu yang dicintai pasangan Anda, tak pernah punya waktu berkualitas bersamanya, tak pernah memanjakannya. Juga, selalu ingin didengar tapi tak mau mendengar, selalu merasa paling berjasa dalam kehidupan rumah tangga. Menurut saya status Anda sebagai suami/istri hanya topeng. Dibalik semua itu Anda adalah monster yang menakutkan bagi  orang-orang di sekitar.

Tanpa orang tua, kita tak akan pernah ada di dunia. Secara logika seharusnya kita menjaga dan menghormatinya. Namun bila dalam kehidupan kita tak mampu membahagiakannya atau bahkan kata-kata kita sering melukainya, tak pernah mendoakannya, dan juga tak pernah memperjuangkan apa yang diinginkannya, maka saat itu pula kita sedang mengenakan topeng.

Bila profesi Anda sama seperti saya sebagai seorang inspirator kehidupan, sering bicara tentang indahnya hidup dan kebaikan… Namun bila dalam kehidupan sehari-hari banyak yang Anda katakan tapi tidak Anda kerjakan, pandai bicara tapi miskin perbuatan baik… Saat itulah Anda sedang mengenakan topeng kehidupan yang sangat berbahaya.

Semakin banyak topeng kehidupan yang kita pakai, kebahagian akan semakin menjauh dari kita. Perankanlah profesi dan status kita sebaik-baiknya. Hiduplah apa adanya tanpa harus membohongi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

17 thoughts on “Topeng Kehidupan”

  1. ratih says:

    terimakasih sdh menginspirasi senin pagi saya,pak..btw,apa yg sebaiknya kita lakukan kl kita melihat org di sekitar kita bertopeng,pak JA?..krn yg ada kmungkinan mreka menyangkal kl “bertopeng”..nuwun pak…

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Sebenarnya org bertopeng adl org yg ga tau siapa dirinya sendiri.
    Marii buka ‘topeng’ yg melekat pd diri kita!jadi pribadi yg lbh baik dan berkualitas agar bs brmanfaat bg org lain.
    Be your self!! 🙂

  3. Ano says:

    Bertopeng tapi menghasilkan, itulah topeng monyet.
    Hehe.
    Mksh, inspirasinya.
    Salam Sukses Mulia untk semua

  4. widiag says:

    Ada lagi yang memang nggak bertopeng, tapi sudah melekat mempunyai sifat dan tindakan begitu, dia tidak bertopeng tapi justru memperlihatkan bentuk aslinya 🙂

  5. Khalik HR says:

    Terima kasih pa pagi ini saya mendapatkan siraman motivasi dengan topeng kehidupan yang ngak perlu kita pakai, jadi benar kita harus hidup netral saja

  6. Budi Santoso,S.Sos says:

    hanya orang yg ‘bertopenglah’ yg menganggap dunia itu segala2nya. Seakan-akab nda ada kehidupan akhirat…

  7. Sukendar says:

    Sip….salam sukses mulia…

  8. zidan says:

    sungguh mulia, semoga kita dijauhkan dari sifat sifat pemakai topeng tersebut pak.

  9. nita ramdani says:

    saya iklas dgn smua yg sya kerjakan untuk kluarga saya dan semoga bukan topeng ya allah

  10. Jamil says:

    Terima kasih semuanya ya, ayo kita buka topeng kita. salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  11. imelda says:

    Terima kasih atas inspirasinya hari ini, mbah Jamil. Menjadi bahan renungan, semoga kita menjadi SuksesMulia tanpa bertopeng. Jazakallah.

  12. banna says:

    “Bila Anda sudah menikah, tapi tak pernah memberi sesuatu yang dicintai pasangan Anda, Juga, selalu ingin didengar tapi tak mau mendengar”

    masya Alloh begitu menggugah ustadzzz
    terima kasih telah mengingatkan kami.

    *dariseseorangyangsedangbelajarmembinarumahtangga*

  13. ning warningsih says:

    Terima kasih atas inspirasinya pak Jamil. Instropeksi diri dan mencoba menguliti topeng yang sdh bersenyawa..mmmmmm

  14. dhieliem says:

    kaya lagunnya PeterPan pak, hehe…

  15. ulan says:

    rasanya ingin deh mengundang bapak untuk dapat memberikan motivasi penyegaran buat taruna-taruna di kantor saya.. itu bagaimana ya?

  16. ahmad bestari says:

    semoga topeng dalam diriku ini bisa hilang, jangan sampai kita gak tau kalo sebenernya kita sedang bertopeng… makasi ya pak sangat mengispirasi..

  17. silvi says:

    seharsnya tidak sulit menjadi org yg apa adanya, krn menurut saya kesulitan justru akan datang saat kita tidak berkata dan bersikap apa adanya.
    salam sukses mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.