Tidak Perlu “Syarat dan Ketentuan Berlaku”

i-love-my-job.jpg

Saya paling tidak tertarik dengan promosi yang ditambahi embel-embel “syarat dan ketentuan berlaku”. Sudahlah, saya jarang tertarik dengan berbagai janji promosi apalagi ditambahi kata-kata tersebut. Hehehehe…

Dalam kehidupan, banyak orang yang sulit mendapatkan kebahagiaan karena untuk bahagia ia menganut paham “syarat dan ketentuan berlaku”. Misalnya, “Saya akan bahagia bila…” Kata-kata bila, jika dan yang sejenisnya menandakan bahwa ada syarat dan ketentuan berlaku di belakangnya. Dan, apabila prinsip ini Anda pegang kuat maka Anda akan sulit mendapatkan kebahagiaan.

Untuk bahagia itu sangat mudah tanpa perlu syarat dan ketentuan. Apapun yang terjadi nikmati dan ambil hikmah. Saya menikmati moment-moment sederhana dan itu menambah kebahagiaan. Misalnya, nyuapin makan anak saya yang sudah beranjak remaja, menikmati nyanyian pengamen saat naik kendaraan umum atau sedang makan di warung makan, jogging pagi sembari membaca hafalan kitab suci, menikmati hidangan kopi yang disajikan asisten saya dan lain sebagainya.

Begitupula saat bekerja, saya sangat menikmati saat memberikan training. Sebagai contoh, apabila di kelas training atau seminar ada peserta yang menjadi “trouble maker” saya justru menjadikannya hiburan ketimbang beban. Memberikan training menjadi kebahagiaan tersendiri yang menyertai hidup saya.

Begitu pula saat menjalankan peran sebagai CEO di Kubik Group, saya berkomitmen menikmati semua proses bisnis yang saya jalani. Apabila target tidak tercapai maka itu moment untuk mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya belum kami kuasai. Apabila ada hal yang tidak sesuai harapan maka itu moment untuk berlatih melapangkan dada dan hati. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.

Dan, tentunya, derajat kebahagian akan meningkat apabila kita mampu mewujudkan berbagai hal yang kita inginkan. Derajat kebahagiaan saya tentu lebih tinggi apabila saya naik pesawat kelas bisnis. Namun tidak ada alasan untuk tidak bahagia hanya karena duduk di kelas ekonomi. Oleh karena itu, tiket apapun yang disediakan asisten saya baik kelas ekonomi atau bisnis, saya tidak akan protes.

Untuk bahagia tidak perlu “syarat dan ketentuan berlaku”. Bahagia itu bersumber dari pikiran dan hati maka perbaiki dan bersihkanlah terus menerus keduanya. Bahagia bisa dimulai kapan saja, dimana saja. Bahagialah mulai sekarang.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Tidak Perlu “Syarat dan Ketentuan Berlaku””

  1. Arif Furqon Johansyah says:

    makasih kek, sarapan pagi yang sangat mencerahkan

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo makan pakai buah… 🙂

  2. Yenny wuland says:

    iya pak, sehebat apapun jabatan, sekaya apapun orgnya, tdk akan membuat dia bahagia bila hatinya tidak bahagia,, mgkn ada, tapi semu

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo bahagia terus….

Leave a Reply

Your email address will not be published.