Tidak Perlu Pencitraan

Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Hidup yang nikmat itu hidup yang apa adanya. Tidak perlu pencitraan. Jangan sampai ingin terlihat kaya raya padahal menderita. Jangan ingin terlihat seperti konglomerat padahal melarat. Pencitraan membuat seseorang hidup dalam kemunafikan.

Dikisahkan, seorang ayah yang miskin tetapi ingin terlihat kaya dan mapan mengantar anaknya pergi ke dokter spesialis. Sebelum berangkat ke dokter sang ayah berkata “jangan sampai kamu berkata ke dokter bahwa setiap hari kita makan ikan asin. Jangan sampai terlihat miskin agar kamu tidak dihina. Kamu harus bilang ke dokter bahwa kamu setiap hari makan daging ayam dan daging sapi.” Sang anak mengangguk.

Sesampainya di ruang praktek, dokter bertanya “siapa namamu? Umurnya berapa? Sudah sekolah apa belum?” Setelah sang anak menjawab semua pertanyaan, sang dokter mengajukan pertanyaan lanjutan “setiap hari makan apa?”

Karena ingat pesan ayahnya, sang anak menjawab “saya makan daging ayam dan daging sapi dok.” Mendengar jawaban itu, sang dokter memuji “wah bagus kamu, pinter kamu. Tapi jangan daging terus, supaya kamu pinter kamu harus makan ikan juga.”

Sang anak bertanya “kalau ikan asin boleh gak dok?” Dengan cepat dokter menjawab “ya boleh, khan ikan asin juga ikan.” Sang anak tersenyum sambil menatap ayahnya.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Baca Juga  Empati itu Ada Ilmunya

Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

3 comments On Tidak Perlu Pencitraan

  • Pencitraan itu buat hidup capek. Terima kasih Kek Jamil atas pencerahannya

  • Pencitraan, memiliki kata dasar citra, yang dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) berarti, suatu cara yang dilakukan seseorang atau individu untuk membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu. Memang, sudah menjadi sifat dasar menusia untuk selalu melakukan pencitraan atau membuat orang lain memiliki gambaran atau pandangan berbeda mengenai dirinya. Seakan tidak mengenal kata bosan, manusia berlomba-lomba melakukan pencitraan, selalu berusaha terlihat baik dan manis kepada orang disekitarnya, agar supaya orang disekitarnya selalu melihat hal yang baik dari dirinya, https://www.itsme.id/pencitraan-vs-karya-nyata/

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer