Tidak Berintegritas Sama dengan Munafik

integritas.jpg

Setahu saya, integritas adalah salah satu kata yang paling banyak dijadikan value di berbagai perusahaan atau instansi. Sebab, tanpa integritas tidak akan muncul trust. Bila tidak ada trust maka tujuan bersama sulit dicapai dan soliditas tim sangat lemah. Dalam pemahaman saya, orang yang tidak memiliki integritas sama dengan orang munafik.

Begitu bahaya dan merusaknya orang munafik ini sampai-sampai Allah SWT kelak menghukum mereka dengan hukuman yang sangat pedih. Tempat mereka di neraka yang lebih rendah dibandingkan orang yang ingkar (kafir) dan tidak percaya dengan-Nya. Maka, integritas bukan hanya sekadar slogan atau dalam penandatanganan pakta integritas. Ia sangat penting untuk membangun trust dan juga menentukan kehidupan kita kelak di akhirat.

Orang yang integritasnya lemah memiliki beberapa ciri. Pertama, jika berkata ia berdusta. Omongan orang ini sulit dipegang, “mencla-mencle.”

Saya pernah berhubungan dengan orang seperti itu, “makan hati” dan melelahkan. Berdusta tanpa merasa berdosa. Dalam jangka panjang, para pendusta ini akan kehilangan teman terbaiknya. Akhirnya ia bersahabat dengan sesama pendusta. Hidup penuh muslihat, saling curiga dan saling memanfaatkan.

Kedua, jika berjanji ia ingkar. Berjanji ingin bayar hutang justeru ngemplang. Berjanji saat kampanye hanya untuk meraih suara, setelah terpilih ia seolah lupa. Berjanji memberikan sesuatu kepada client, nasabah, mitra kerja hanya sekadar janji tanpa bukti. Semakin lama kehidupan orang yang sering ingkar janji akan semakin sulit dan penuh dengan kegelisahan

Ketiga, jika diberi amanah ia berkhianat. Diberi pekerjaan tidak pernah tuntas. Dipercaya mengerjakan kegiatan hasilnya berantakan karena tidak direncanakan secara matang. Menggunakan wewenang dan pengaruhnya untuk kepentingan pribadi. Dititipi sesuatu tetapi titipannya tidak pernah sampai si penerima. Punya jabatan tetapi tidak berani mengambil tindakan. Orang yang tidak amanah semakin tua pengaruhnya semakin melemah.

Mari terus berkata dengan benar, menepati janji dan menjalankan amanah yang dibebankan kepada kita. Selaraskan antara pikiran, kata, perbuatan dan nurani agar integritas mengkristal dalam kehidupan kita. Takutlah bila integritas menjauh dari kita agar. Berusahalah agar label “munafik” tidak melekat dalam diri kita. Milikilah integritas.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

8 thoughts on “Tidak Berintegritas Sama dengan Munafik”

  1. Hermansyah says:

    Terimakasih kek atas pencerahan pagi ini. Tetap jaga integritas karena integritas harga mati.

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes….yes….yes….

  2. andi djunaidi says:

    Benar pak Jamil. Salah satu value perusahaan kami adalah Integrity.
    Sekedar tambahan, berikut kutipan quran yang berhubungan dengan integritas.
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (Qur’an – Al Anfal 27)”

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih mas…

  3. Ora Dadi Opo says:

    Kebetulan integritas jadi value pertama di kantor saya kek.
    Terima kasih kek sharingnya tentang integritas ini. Karena menambah pemahaman saya lebih luas tentang INTEGRITAS.
    sukrON kek 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes mas, buktikan itu bukan hanya slogan

      1. Ora Dadi Opo says:

        Inshaa Allah kek, mohon doanya ya…

  4. Arifin T. Arsyad says:

    Luuuaaar biasa. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.