Ticket Traveling

Ticket-Traveling-e1383776808282.jpg

Maswantik2Minggu lalu saya pergi ke Hong Kong untuk mengunjungi sebuah pameran di sana. Seperti biasa ketika hendak traveling, saya siapkan semuanya dengan baik. Mulai dari paspor, tiket, penginapan, transportasi selama di sana. Semua bisa saya dapatkan dengan mudah dari internet. Tidak ketinggalan informasi tempat-tempat wisata yang bisa saya kunjungi selama di sana juga sudah saya kantongi.
 
Untuk keperluan pribadi, saya hanya siapkan beberapa lembar baju saja. Maklum saya hanya 3 hari saja di Hong Kong. Uang sakupun demikian, saya hanya menyiapkan secukupnya untuk keperluan makan dan transport saja. Untuk biaya penginapan dan tiket sudah saya bereskan beberapa hari sebelum keberangkatan.
 
Bagi kawan-kawan yang sudah terbiasa traveling ke luar negeri, pasti juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan ini. Persiapan sedemikian matang dan rapinya sehingga diharapkan perjalanan nantinya tidak menemui kesulitan yang berarti. Apa jadinya kalau membeli tiket pesawat secara mendadak? Bisa saja kehabisan tiket. Kalaupun dapat, harga mungkin jauh lebih mahal. Demikian juga penginapan.
 
Berkaca dari persiapan menjelang traveling ini, saya mencoba mengambil pelajaran darinya. Sudahkan kita serius dan matang menyiapkan semua kebutuhan untuk perjalanan kita yang teramat jauh dan tak akan kembali nanti? Setiap kita akan melakukan perjalanan yang tidak hanya ke luar negeri tapi keluar dari dunia ini menuju ke “dunia yang lain”. Ya, kita semua akan melanjutkan perjalanan ke alam akherat. Sebelum sampai di sana kita akan transit terlebih dulu di alam kubur.
 
Coba kita bandingkan transitnya kita ketika pergi ke luar negeri dengan transitnya kita kelak di alam kubur. Sudah pasti beda jauh. Dari segi waktu, transit di bandara paling lama hanya dalam hitungan jam. Di alam kubur kita bisa menghabiskan waktu di sana selama ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun. Kita tidak tahu kapan hari kiamat akan tiba. Selama itu pula kita akan transit di alam kubur.  
 
Apa yang terjadi selama transit juga pasti beda. Di bandara kita bisa menunggu jadwal perjalanan berikutnya dengan duduk santai, makan minum, membaca buku bahkan tidur. Di alam kubur kita sudah ada balasan atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini. Semakin baik dan banyak bekal yang kita siapkan semakin nyamanlah kita di waktu transit. Semakin banyak dosa yang kita perbuat maka makin beratlah di sana.
 
Maka tepat pesan yang dikatakan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA tentang kematian,”Siapa yang masuk kubur tanpa bekal, seperti halnya melintasi laut tanpa perahu”. Kalau kita mau simak dengan seksama, al Qur’an sudah memberikan petunjuk yang jelas terkait dengan bekal yang harus kita siapkan. Paling tidak ada 3 hal yakni taqwa, amal shalih dan taubat sebelum ajal menjemput.
 
Selama transit saja sudah sedemikian berat, apalagi nanti ketika kita dibangkitkan dari kubur, dikumpulkan di padang Mahsyar, amal kita dihisab, lantas ditimbang? Astaghfirullah, saat ini kita masih santai-santai saja. Belum serius mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Padahal “tiket” perjalanan panjang itu sudah diterbitkan. Kita saja yang tidak diberitahuNya kapan harus segera berangkat.
 
Ya Allah ampuni kami, beri kami kemudahan untuk berbuat baik dan terimalah taubat kami..*

Tulisan dikirim oleh Mas Wantik

Bagikan:

12 thoughts on “Ticket Traveling”

  1. Ria says:

    Subhanallah batapa beratnya transit di alam kubur jika tidak punya bekal. Jazaakallah mas sudah mengingatkan..

  2. andriansyah says:

    Jadi lebih semangat utk koreksi diri sendiri…thanks mas…

  3. Saya menarik nafas panjang membaca tulisan ini. Terima kasih mas

  4. princess amanda says:

    masyaAllah…speechless…

  5. taufik says:

    MasyaAlloh,sungguh berat transit di alam kubur,semoga kita bisa menjadi lebih bermanfaat & husnul khotimah mengakhiri dunia ini,آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

  6. andriansyah says:

    very good….

  7. Faiz Yusky says:

    Subhanallah, terima kasih banyak telah diingatkan. Mumpung msh ada injury time mari berlomba2 menyiapkan bekal.

  8. Muhsad_jokopur says:

    subhanallah ada yang ngingetin, mudah-mudahan proposal hidup yang dibuat
    satu paket tiket mudah/senang-senang ke alam kubur

  9. Nurul Mazidah says:

    Subhanallah, syukron telah mengingatkan 🙂

  10. Sandi Hartono says:

    astagfirullah..jadi lembut hati ini membaca tulisan ini…mdh2an Allah swt mengizinkan kita membawa bekal kebaikan sebanyak banyaknya.sebelum kita transit di alam kubur…

  11. masruriisme says:

    ,”Siapa yang masuk kubur
    tanpa bekal, seperti halnya melintasi
    laut tanpa perahu”.

    kalau pakai kapal boleh kan? hehe

    pesan sayyidina Abu bakar sangat mendalam..

    kira2 perahu kita sudah cukup bisa untuk travelling? sudahkah kita berhati hati tidak melubangi perahu sendiri dengan hal hal yang merusaknya?

    Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongonNya

  12. Syukron Artikel Muhasabahnya.

    Kita terlalu sibuk dengan TARGET LIVE (pengen punya ini punya itu). Lupa akan PURPOSE of LIFE ( SURGA FIRDAUS).

    Salam SuksesManfaat

    Syaifur Amuro

Leave a Reply

Your email address will not be published.