Tetapkan Deadline

stc1.jpg

Saat perjalanan saya dari New York menuju Jepang, April 2014, di dalam pesawat saya menulis draft buku ‘Speak To Change’. Saat itu saya berkomitmen, “Buku ini harus terbit di ulang tahun saya bulan Agustus 2014.” Dan, hasilnya, tahun sudah berganti, buku tak jua terbit.

Menandatangani 200 lebih buku Speak To Change yang akan dibagikan ke peserta launching pagi ini.

Menandatangani 200 lebih buku Speak To Change yang akan dibagikan ke peserta launching pagi ini.

Tahun ini, saya tidak ingin buku ini urung terbit. Agar kejadian tidak berulang maka prosesnya saya balik. Pada Juni 2015, saya meminta penerbit untuk menyiapkan launching buku ‘Speak To Change’. Untuk memudahkan diingat, tanggal yang saya pilih adalah 28 Oktober 2015, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Saya pun membuat pengumuman dan memberitahu kepada banyak orang bahwa saya akan launching buku ‘Speak To Change’ pada tanggal 28 Oktober 2015, padahal bukunya belum saya tulis. Dan peluncuran buku saya buat bersamaan dengan grand launching Akademi Trainer, sesuatu yang bisa merusak nama dan citra Akademi Trainer apabila buku tidak jadi dilaunching.

Bulan Juli dan Agustus terlewat tetapi buku belum ditulis, padahal promosi sudah digencarkan. Co-writer saya, Sofie Beatrix, sudah memberi banyak ilustrasi berdasarkan draft yang saya berikan, namun saya belum terdorong untuk menulis. Padahal cover buku dan rancangan lay out sudah ada. Tim saya berulang-ulang berkata, “Pak, deadline penyelesaian buku 28 September, ya.”

Energi besar muncul usai acara Wanna Be Trainer (WBT) 17, pada 18-20 September 2015. Sepulang acara tersebut selama satu pekan, siang dan malam saya menulis buku ‘Speak To Change’. Saya tidak ingin nama Akademi Trainer rusak disebabkan “kemalasan” saya menulis buku. Alhamdulillah, tepat tanggal 28 September buku bisa saya kirim ke tim lay out.

Hari ini, 28 Oktober 2015, buku ‘Speak To Change’ bisa dilaunching di Mercure Hotel, Hayam Wuruk, Jakarta. Buku setebal 312 halaman ini saya dedikasikan kepada siapapun yang “wajib” bicara di depan audiens baik di kantor maupun saat Anda mengembangkan profesi Anda.

Menetapkan deadline dan adanya resiko besar apabila sesuatu yang Anda rencanakan tidak terlaksana menjadi energi pendorong yang sangat besar untuk menuntaskan target Anda. Cobalah…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

13 thoughts on “Tetapkan Deadline”

  1. mamanto fani says:

    Slamat kek jamil….terus menginspirasi. Semoga makin kaya manfaat dan full barokah…

    1. Jamil Azzaini says:

      Terima kasih uda…..

  2. Ali samsudin says:

    Saluut kek, juoooss gandosss

    1. Jamil Azzaini says:

      Silakan diborong dan dibagi-bagi…..

  3. Nikke says:

    Alhamdulillah…Barokallohu fiik atas bukunya Speak to Change-Aamiin.
    Berapa harganya pak?
    PO nggih.

    1. Jamil Azzaini says:

      Bisa kontak ke 0878-533-688-52

  4. dianhandiana says:

    Saya kadang takut dihukum diri sendiri 🙂 Besok saya buat deadline

  5. Ahmad Syukri says:

    Good Job Pak Jamil… 🙂
    Semoga buku Speak to Change ini membawa gelora SEMANGAT PERUBAHAN bagi anak bangsa.
    Berupa kesadaran untuk perubahan diri menjadi lebih baik lagi bagi pribadi, keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia….
    “Ayo Bersama Kita Bisa… Buat Hidup dan Kehidupanmu menjadi lebih BERARTI”

    setuju khan pak… 😉

    1. Jamil Azzaini says:

      Setuju….mari

  6. sugeng deden says:

    ternyata pak jamil menerapkan the power off kepepet…jd pnasaran bukunya…di gramed jogja dah da blm ya pak?

    1. Jamil Azzaini says:

      Mungkin sekitar 2 Pekan lagi…

  7. Mahfudz RZ says:

    Cerita yg seruuu,, sukses kek

  8. abah effi says:

    Saat sedang belanja buku buat perpustakaan kantor sy menemukan Speak to Change.. Sy pethatikan nama penulisnya, samar samar pernah sy dengar. Besoknya sebelum sy serahkan ke petugas perpustakaan iseng sy baca salah satu tulisan di halaman dalam..wow..lumayan jg buku ini. Lantas sy bilang..:Kamu foto cover buku ini..terus beli ya buat KRC (Knowledge Resource Center). Tadinya sy belikan buku ini buat KRC. Tapi ternyata sy suka…” ujar sy..

Leave a Reply

Your email address will not be published.