Teruslah Hidup

1. Hidup yang sesungguhnya adalah Anda terus hidup di hati orang yang hidup meski Anda sudah tak hidup (Jamil Azzaini)

Penjelasan: Para nabi sudah meninggal ribuan tahun yang lalu, tetapi ia masih ada di hati kita. Mereka meninggalkan jejak di semesta yang begitu luar biasa. Sebagian Anda mungkin mengatakan, “Ah, itu kan nabi!” Tapi, Anda pasti mengenal Thomas Alva Edison? Dia sudah meninggal, dia bukan nabi tetapi namanya ada di hati. Mengapa? Karena ada jejak di semesta yang ia tinggalkan. Ia mempatentkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film.

Saya teringat ucapan pak Wandi, pimpinan Gramedia, “Harga tanah pemakaman itu jauh lebih mahal dibandingkan komplek perumahan mewah. Karena, di makam itu terkubur orang beserta ide dan gagasannya yang belum sempat disampaikan kepada orang lain.” Karenanya, wujudkanlah ide dan gagasan Anda, bisa dalam bentuk tulisan maupun dalam aksi nyata.

Saya berusaha merealisasikam ide dan gagasan melalui tulisan di buku, website, media masa dan lain sebagainya. Dalam aksi nyata, saya juga berikhtiar melahirkan banyak pengusaha dan orang-orang mandiri, antara lain melalui pesantren wirausaha yang didirikan sejak tahun 2000 dan berbagai lembaga dimana saya duduk sebagai pembina. Saya terus berupaya untuk meninggalkan sebanyak mungkin jejak di semesta.

Sekarang, coba diamlah sejenak dan renungkanlah: Jejak apa yang akan saya tinggalkan di semesta?

2. Langkah pertama untuk menaklukan kehidupan adalah tentukan apa yang benar-benar Anda inginkan (Ben Stein)

Penjelasan: Banyak orang yang diperbudak oleh kehidupan. Mereka bekerja tetapi hanya sekadar untuk bertahan hidup. Mereka tidak tahu apa tujuan hidup. Mereka bingung menentukan prioritas hidup. Akhirnya mereka pun tidak bisa berkata “tidak” atas ajakan orang lain walau itu mungkin tidak sesuai nuraninya. Mereka bingung mana yang seharusnya diprioritaskan dan mana yang seharusnya dijauhi.

Maka, bersegeralah menentukan apa yang benar-benar Anda inginkan. Kejarlah itu, prioritaskanlah semua hal yang berhubungan dengan yang Anda inginkan. Dan berkatalah “tidak” untuk hal-hal yang akan menjauhkan Anda dari yang Anda inginkan. Dengan cara ini, hidup Anda akan terasa hidup.

So, apa yang benar-benar Anda inginkan dalam hidup? Tulislah sekarang dan beritahulah orang lain.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

14 thoughts on “Teruslah Hidup”

  1. denbagus says:

    Benar Pak….mari lakukan sahabat-sahabat…meski kita mulai hanya dengan sebuah kalimat hikmah…..mari kita ingat…garis sejarah yang panjang selalu dimulai dari sebuah titik….

  2. Khalik HR says:

    Sungguh Fantastis pa Jamil inspirasinya pagi ini, semoga bermanfaat buat kehidupan saya.Amin

  3. Zein Yusuf says:

    subhanallah…
    you are really so inspiring me…
    by the way, kadang kita masih kesulitan untuk berkata tidak, apakah itu berarti menunjukkan bahwa kita blm punya prioritas hidup?

  4. wawank says:

    Keren.., pelajrn brharga hari ini..

  5. Budi Setiawan says:

    huuuu sungguh hidup ini harus meninggalkan jejak
    pngen ninggalin jejak apa ya gw

  6. Ano says:

    Saya juga ingin sekali meninggalkan jejak Pak JamilAzzaini.Salah satunya dengan berusaha menulis, walaupun baru sekedar mampir memberi komentar di blog orang.
    Dan saya juga membuat lagu Motivasi untuk TKW, Saya sangat bangga melihat banyak TKW yang banyak berkarya menulis buku.walaupun saya bukan penulis seperti para TKW, Saya berusaha memberi dukungan melalui internet, lewat komunikasi jejaring sosial.Dan membuatkan lagu motivasi.Kalau ada yg berkenan membagi motivasi TKW, bisa share klip saya di blog dengan judul lagu TAKKAN KEMBALI WAKTU (TKW).
    Mohon maaf apabila komentar saya ada yg tdk berkenan.
    Salam Sukses Mulia

  7. Jamil says:

    Ano, keren euy. Semoga banyak TKW yang termotivasi untuk segera mandiri. Teruslah menulis ya. Salam SksesMulia. Jamil Azzaini

  8. bejo untung says:

    Betul pak. Kata orang jawa, “urip ojo mung waton urip”. Salam

  9. Jamil says:

    Zein, salah satu penyebabnya memang karena belum punya prioritas hidup. Segeralah tentukan dan perjuangkanlah. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  10. Anggit Setyaningsih says:

    Subhanallah..sangat luar biasa!!
    Aku pngen bgt meninggalkan jejak dg dikenal sbg seorg womenplanner yg hebat.amiin
    dan mulai skrg sy hrs bs brkata ‘TIDAK’ untk ssuatu yg ga pntg.

  11. Betty Marfuah says:

    SubhaanAllah…good motivation. terima ksih. Alhamdulillah sy sudah mengajari dan memotivasi siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah sy utk menulis dan karya mereka telah dimuat dibeberapa surat kabar shg nama Madrasah tsb mulai terangkat.Jika suatu saat sy mati atau meninggalkan Madrasah itu, smg jejak itu adalah jejak yg baik dan bermanfaat. aamiin

  12. iva says:

    mau dong pak ikut pesantren wirausahanya…di mlg ada ga ya ??

  13. dwinur77 says:

    Super …

  14. HAMZAH says:

    SUBHANALLAH.. LUAR BIASA.. PAK JAMIL IS ONE OF THE INSPIRING PERSON IN THE WORLD !!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.