Terluka

DenniCandraKita semua pasti pernah merasakan atau mengalami yang namanya terluka, baik itu luka fisik ataupun luka batin dan setiap luka yang kita alami akan menyisakan bekas. Untuk luka fisik mungkin bekasnya bisa kita sembunyikan di balik pakaian atau menggunakan obat-obatan, tetapi lain halnya dengan luka batin, luka secara emosional.
 
Luka emosional ini seringkali terjadi dan muncul saat kita diejek, direndahkan, dihina dan berbagai tindakan lainnya yang mengarah kepada tindakan yang menjatuhkan mental dan harga diri kita. Saat kita terluka secara emosional maka hal tersebut akan membekas dan sulit untuk disembuhkan, bahkan dalam waktu yang lama sekalipun.
 
Akibat yang ditimbulkan oleh luka emosional ini pun beragam, salah satunya meruntuhkan kepercayaan diri dan menjadi faktor penghambat bagi kita dalam meraih kesuksesan hidup. Kita takut gagal setiap kali akan melakukan sesuatu, kita takut mendapatkan ejekan. Kita juga sering takut akan anggapan dan perkataan orang lain.
 
Ini semua adalah akibat dari luka batin atau luka emosional yang kita alami, dan selama kita masih menyimpan dan memiliki luka emosional ini didalam diri maka kita akan selamanya menjadi sangat protektif sehingga secara tidak langsung menyabotase kemampuan yang ada dalam diri kita sendiri.
 
Sama halnya dengan luka fisik, luka batin ini pun bisa disembuhkan. Ketika kaki kita tertusuk duri atau benda tajam lainnya, maka agar kaki kita bisa sembuh maka pertama kali duri tersebut harus dicabut dulu.
 
Selama kita masih membiarkan duri tersebut tetap menancap di kaki, maka selama itu pula luka tersebut akan sulit untuk disembuhkan. Luka batin pun sama, selama penyebab luka tersebut belum kita cabut maka luka itu akan tetap menganga. Bagaimana caranya untuk mencabut penyebab luka tersebut?
 
Caranya dengan mema’afkan orang yang telah memberikan luka tersebut kepada kita.
 
Dengan memaafkan, luka batin kita akan sembuh sehingga kita tidak akan over protective lagi terhadap diri kita. Kita akan lebih tenang, tentram, sehat, dan mendapatkan kedamaian pikiran. Tentu saja, memaafkan yang tulus, yang benar-benar memaafkan tanpa syarat.
 
Memaafkan yang seolah-olah orang yang melukai kita tidak pernah melukai kita dimasa lampau, bahkan bisa jadi dia adalah orang yang telah berjasa kepada kita karena memberikan peluang bagi kita untuk mendapatkan pahala dari memaafkan dan hikmah dari peristiwa yang bersangkutan.
 
Memang pada awalnya akan sulit dan berat untuk melakukan hal tersebut, tetapi percayalah bahwa dengan memberikan maaf, hati ini menjadi lebih ringan, lapang dan leluasa. Tidak ada lagi ganjalan sesuatu pun di dalam hati kita yang menghambat pikiran dan tindakan kita.
 
Kita memandang masa depan dengan lebih optimis, karena sesuatu yang kita lihat begitu cerah dan menjanjikan.
 
 
Tulisan dikirim oleh Denni Candra

Bagikan:

11 thoughts on “Terluka”

  1. Memaafkan memang selalu indah.. ia tak mengubah masalalu tapi menjadikan masadepan lebih indah dan ceria..

    Salam SuksesMulia

    1. Denni Candra says:

      Betul mas, malah dengan kita memelihara dendam dan tidak mau memaafkan justru akan lebih menguras energi dan pikiran.

      Salam SuksesMulia

  2. kusukabuku says:

    Ada teman pernah bilang, maafkan namun jangan lupakan. apakah hal demikian bijak jika diterapkan?

    1. Denni Candra says:

      Setuju dengan pendapat temannya tersebut, jangan lupakan jasa orang yang telah melukai kita tersebut. Karena dengan perbuatannya melukai hati kita, telah membuat kita menjadi pribadi yang kuat dalam menjalani kehidupan ini … 🙂

  3. princess amanda @holistic_center says:

    hidup ini memang penuh dengan ujian yg bs menimbulkan luka bathin berkepanjangan jika qt tak mampu menyikapi ujian2 tersebut dengan hati lapang…betul kata grandpa jamil bahwa untuk berlapang dada itu tdk mudah…tp di balik semua itu kita ada mendapat hikmah yg luar biasa dan derajat qt pun di tinggikan oleh Allah Azza Wajalla…

    orang yg kuat dan hebat adalah orang yg mampu memaafkan kedzoliman org lain di saat dia sgt mampu membalas kedzoliman tersebut…

    sy ngomong seperti ini karena bukan sekali dua kali mengalami di dzolimin…insyaAllah semakin sering qt memaafkan qt akan menjadi semakin sehat dan bermental baja…bukan mental tempe…yg dikit2 ngambek…dikit2 negatif thingking…dikit2 manja…

    khususnya buat para wanita tempatkanlah manja pada tempat dan waktu yg tepat…ga tiap saat juga kaleee jurus manjanya di keluarin….
    terkadang kata manja ini yg msh menjadi mental block bagi sebagian wanita…#hasil survey sy sendiri

    upppzzz udah panjang bgt nieh comment manda…udh dulu ah.

    tulisan ini kerON bgt n very inspiring mas denny…
    salam SuksesMulia

    1. Denni Candra says:

      Betul sekali princess amanda, kesimpulannya ambil tanggungjawab atas hidup kita sendiri jangan dibiarkan hidup kita dikendalikan oleh sikap dan perilaku orang lain.

      Ngomong2 komentarnya bisa jadi artikel sendiri tuh … 🙂

      Salam SuksesMulia

  4. BisnisBajuYuk says:

    Setuju banget sama tulisan mas Denni. Mari kita mencoba memaafkan kesalahan orang lain biar hidup kita lebih mudah untuk dijalani. Hidup sudah sulit tanpa harus ditambah dengan menyimpan dendam…

  5. Syukuri atas segalanya. Insyaallah hidup damai & bahagia. Apapun yg Allah berikan pasti yg Terbaik.
    Di hina & segalanya buat batin terluka. Ambil ibroh / pelajaran dr segala kejadian, pasti ada kebaikan di dalamnya. Kita jadikan ladang amal unt menuju Surga Firdaus. Aamiin.

    http://www.rumah19.com

  6. Dina Aftani says:

    Dengan memaafkan, luka batin kita akan sembuh …

    tapi ini terus terang saja rasanya sulit banget mas…

    1. Denni Candra says:

      Apakah dengan tidak memaafkan menjadi lebih mudah ? Bukankah dengan memendam dendam energi kita akan terkuras untuk memikirkan orang tersebut? Ibarat lagu mau makan ingat orang tsb, mau tidur ingat lagi bahkan setiap mau melakukan apapun ingat terus sama orang tersebut. Rugi donk kita kalau seperti itu, orang yang telah membuat luka dihati kita tersebut tidak ada memikirkan kita tetapi kita yang dilukai malah setiap saat memikirkan dia … hehehe 🙂

      Jadi bagus yang mana, tetap dendam atau memaafkan …???

      Salam SuksesMulia

  7. Denni Candra says:

    Apakah dengan tidak memaafkan menjadi lebih mudah ? Bukankah dengan memendam dendam energi kita akan terkuras untuk memikirkan orang tersebut? Ibarat lagu mau makan ingat orang tsb, mau tidur ingat lagi bahkan setiap mau melakukan apapun ingat terus sama orang tersebut. Rugi donk kita kalau seperti itu, orang yang telah membuat luka dihati kita tersebut tidak ada memikirkan kita tetapi kita yang dilukai malah setiap saat memikirkan dia … hehehe 🙂

    Jadi bagus yang mana, tetap dendam atau memaafkan …???

    Salam SuksesMulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.