Terdisain dan Mengalir

design.jpg

Pekan lalu hidup saya penuh warna. Bertemu dan berbagi ilmu dengan walikota, karyawan, para leader, para alumni Akademi Trainer, peserta Public Speaking for Teens dan para orang tuanya. Warna itu semakin indah karena acara “Roadshow A Tribute” di Bandung yang dikemas Butterfly Act dan Elzzata dihadiri 500 lebih para leader, trainer, entrepreneur dan orang-orang yang berniat melahirkan leader penuh kesan positif yang sulit terlupakan.

Dan warna itu semakin penuh variasi saat saya selama tiga hari mendampingi para peserta Public Speaking for Teens. Ya, saya terkagum-kagum dengan perkembangan mereka selama tiga hari. Di awal hari pertama, peserta masih banyak yang kurang pede, pemalu, dan merasa terpaksa ikut acara itu. Memang, sebagian peserta ada yang “dipaksa” orang tuanya untuk mengikuti acara itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka semakin menikmati acara yang kami kemas. Bahkan pada hari terakhir, saat para peserta mempresentasikan rencana hidupnya di depan orang tuanya suasana hati kami teraduk-aduk. Tepuk tangan, teriakan dukungan, tawa dan isak tangis silih berganti menghiasi ruangan training.

Mereka masih remaja, tetapi hidupnya sudah terdisain secara apik. Mereka kami bantu menemukan passionnya, menyusun visi hidupnya, merencanakan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang akan dilakukan usai pelatihan. Bukan hanya itu, mereka juga telah menetapkan dengan siapa berteman, memilih mentor dan juga memutuskan lingkungan pergaulan seperti apa yang hendak mereka jalani.

Mendengar presentasi mereka terkadang saya berteriak, “Yes!” Terkadang saya bertepuk tangan. Terkadang bulu kuduk merinding. Terkadang saya menghapus air mata. Dan terkadang tertawa, bercampur antara lucu dan bangga. Anak yang masih belia itu bisa presentasi rencana hidupnya dengan bahasa tubuh yang hidup dan olah vokal yang tertata.

Kehidupan memang pilihan, bisa kita disain atau dibiarkan mengalir. Saya sangat menyarankan, disainlah hidup Anda. Bangunan yang terdisain dengan baik pastilah hasil akhirnya jauh lebih kokoh, rapi dan sempurna dibandingkan bangunan tanpa disain sebelumnya. Hidup Anda dimasa tua tentu akan jauh lebih baik bila didisain atau direncanakan dari sekarang. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

14 thoughts on “Terdisain dan Mengalir”

  1. andi djunaidi says:

    Ya.. SETUJU Mas Jamil.
    Desain dan persiapannya nya bahkan untuk akhirat kelak, karena dunia adalah “ladang” yang harus di garap..
    Salam SuksesMulia

    1. Jamil Azzaini says:

      Akur….

  2. Anton says:

    Tulisan yang sangat menginspirasi. Saya tunggu2 setiap hari untuk meng-upgrade motivasi.
    Insyaallah mulai merancang kehidupan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.
    Merencanakan hidup jauh lebih baik.

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes…mulai dari sekarang

  3. Dauz says:

    Setuju kek, tambah berkah ilmunya

    1. Jamil Azzaini says:

      Doakan terus ya mas

  4. Ivan G. Nugraha says:

    Setiap orang punya tafsir hidupnya masing-masing….
    Dulu saya sempat seperti itu, membuat target ini itu. Sekarang saya pilih hidup mengalir saja, menjalani apa yang ada di depan dengan penuh kesungguhan. Impian-impian besar tentu punya. Tapi saya selalu mengevaluasi diri, semoga saya menjalani kehidupan ini tidak hanya untuk mewujudkan keinginan-keinginan saya sendiri. Saya berusaha menjalani apa maunya Tuhan…
    Tafsir hidup seperti ini, tentu butuh penjelasan panjang. Tapi intinya setiap orang berhak menafsirkan hidupnya masing-masing…

    1. Jamil Azzaini says:

      Kalau impian-impian tentu punya menunjukkan tidak mengalir mas. Walau terdisain bukan hanya soal impian. Sebab bila impian tidak selaras dengan passion, action dan collaboration maka sesungguhnya orang itu akan sering galau.

      1. Ivan G. Nugraha says:

        Salah satu Surah Al-Quran yang jadi favorit saya adalah Surah Yusuf. Surah no. 12, nomor favorit saya karena sy lahir tanggal 12 bulan 12.
        Berbeda dengan kisah Nabi-nabi lain yang tercecer di berbagai Surah. Setahu saya kisah Nabi Yusuf hanya diceritakan di Surah ini saja, dari awal hingga akhir. Bagi saya, Surah Yusuf itu semacam biografi seorang manusia yang diceritakan langsung oleh Allah.
        Kisah-kisah nabi lain di Al-Quran umumnya bercerita tentang perintah Allah kepada nabi tersebut untuk berdakwah kepada kaumnya. Biasanya sebagian kaumnya ingkar sehingga Allah membinasakan mereka dan menyelamatkan orang-orang yg taat.
        Menurut saya, kisah nabi Yusuf adalah kisah nabi yang paling ‘manusiawi’. Menceritakan perjalanan hidup nabi Yusuf mulai dari kecil hingga dewasa dan sukses menjadi pembesar sebuah negeri. Lika-liku kehidupan orang yang dianggap sukses oleh kebanyakan manusia.
        Nabi Yusuf menyisipkan pesan dakwah melalui profesi (keahlian) yang dia geluti. Seperti cerita ketika Nabi Yusuf di penjara, beliau diminta untuk menafsirkan mimpi dua orang pemuda yang ikut dipenjara bersamanya. Sebelum memenuhi permintaan kedua orang tersebut, nabi Yusuf menyampaikan pesan dakwah pentingnya Tauhid. Ceritanya bisa dibaca pada Ayat 36 – 42. Jadi kalau kita merasa tidak punya bakat untuk berdakwah kepada banyak orang seperti ustadz atau kiai. Kita bisa berdakwah secara personal kepada orang-orang yang berkepentingan dengan profesi yang kita geluti.
        Menurut saya, perjalanan hidup Nabi Yusuf adalah salah satu contoh perjalanan hidup yang mengalir. Mengikuti apa yang sudah didesain Tuhan. Kisah hidupnya memang diawali dengan sebuah mimpi. Tapi nabi Yusuf pun tidak tahu maksudnya apa. Justru dia bertanya kepada Ayahnya. Di akhir cerita, beliau baru tahu maksud mimpinya.
        Saya pernah membaca buku Proposal Hidup yang ditulis Pak Jamil. Sempat kepikiran untuk bikin. Sempat juga mengundang Pak Jamil ke kantor, walau dengan harga diskon, heuheuheu. Sampai akhirnya bisnis saya bangkrut dan mengalami keterpurukan hidup yang cukup lumayan. Entah kenapa, ketika hidup saya terpuruk saya tidak terlalu tertarik dengan buku-buku motivasi seperti dulu. Juga tidak terlalu kagum dengan orang-orang yang hidupnya sukses (kaya). Justru saya lebih kagum dengan orang-orang kecil yang menjalani hidup dengan penuh kesyukuran tanpa banyak keluhan.
        Saya tidak berani mengatakan buku-buku motivasi tidak ada manfaatnya buat saya. Bagaimanapun juga, ada saatnya saya merasa terbantu dengan buku-buku motivasi & self development. Tapi untuk saat ini saya merasa tidak cocok saja. Saya ingin menjalani hidup secara merdeka, tidak mau mengikuti “template” orang lain.
        Saya tidak bisa menjamin tafsir hidup saya ini benar. Apalagi kalau ukuran kebenarannya seperti saat ini yaitu menang, sukses & kaya. Saat ini pun saya sedang bingung. Besok saya harus membayar utang, kalau tidak istri saya bisa malu. Tapi Alhamdulillah saya tidak merasa galau. Juga tidak pernah merasa putus asa dari Rahmat Allah. Saya ingat pesan dari pemiliki account twitter @hmd yang baru meninggal beberapa hari lalu. Dia pernah ngetwit, Tuhan, terima kasih telah ngetroll dengan berbagai macam keadaan, tetapi tetap memberikan jalan di tiap kesempitan.
        Entah kenapa, kok sempat-sempatnya saya menulis ini. Saya hanya mengikuti naluri saya. Saya minta maaf kepada Pak Jamil, kalau ada hal yang kurang berkenan. Terus berkarya Pak, masih banyak orang yang butuh inspirasi Bapak. Jangan pedulikan tulisan saya ini. Saya mau meneruskan pekerjaan. Terima kasih.

  5. aankhan says:

    Se7 bgtz guru, by disain dan by memanfaatkan. Smoga bs belajar dg suhu. Segera.

    1. Jamil Azzaini says:

      Hidup saling belajar….ditunggu

  6. fazar says:

    Masing-masing kita adalah arsitek 😀 Sangat suka dengan petikan “menetapkan dengan siapa berteman, memilih mentor dan juga memutuskan lingkungan pergaulan seperti apa yang hendak mereka jalani.” Memang dengan siapa kita bergaul bisa menentukan masa depan. Pilih-pilih Teman memang terkesan pemilih. Namun daripada sibuk pilih-pilih Teman, lebih baik jadi Teman yang terpilih 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe, kerON

  7. wiwien says:

    tiada hari tanpa baca tulisan kakek kerOn Jamil Azzaini,…

    Namaku jg ada konsonan kembar kek
    hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.