Telaah: Exponential Leadership

Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
TELAAH EXPONENTIAL LEADERSHIP
TELAAH EXPONENTIAL LEADERSHIP

Benarkah bahwa pemimpin itu garis tangan? Konon, The Great Alexander, Abraham Lincoln, dan Vladimir Putin diantara 3% manusia dengan garis tangan bertanda x yang berarti pemimpin perintis dan visioner. Adakah tanda x di telapak tangan Anda? Kalau tidak ada berarti Anda tidak layak menjadi pemimpin visioner dan perintis? Tidak begitu kawan!!

Ikuti Public Training Exponential Leader (EL) yang diisi oleh dua orang sahabat dan sekaligus partner saya: Jamil Azzaini dan Indrawan Nugroho. Bahwa EL itu bisa dicetak.

Mulailah dengan tukar mindset. Tidak termasuk EL jika untuk membangun negara bisanya hanya pakai utang dan menaikkan pajak. Jika menjadi pengusaha dengan asumsi dan model bisnis lama. Jika menjadi CEO yang mengganti tenaga manusia dengan otomatisasi mesin. Jika menjadi manager yang memperbanyak lembur. Jika menjadi supervisor yang tahunya hanya kerja, kerja, kerja.

EL lebih mementingkan R&D, mengakuisisi big data berikut platformnya, berani dengan agenda visioner, dan yang paling penting adalah mentransformasi manusianya.

Transformasi manusia yang bertumbuh dari level personaliti (memahami genetik diri) ke mentality (penggemblengan diri), ke morality (mementingkan kekitaan), hingga ke spirituality (seberapa dekat dengan-Nya). Juga transformasi manusia dari situasi normal kepada situasi disruption. Sehingga harus bersedia berubah mengikuti tantangan zaman yang begitu dinamis. Serta transformasi nilai-nilai baru seperti mindset mencari uang ke mendatangkan uang.

EL mengharuskan pemimpin berepos (energi positif) besar, berexpertise tinggi, dan bervalensi (takaran) besar. Sehingga EL menasehati dengan keteladanannya. Menjadi sumberdaya energi karena keikhlasannya. Mengajak berkomitmen dengan kasih sayangnya. Lebih banyak berbagi untuk mendatangkan bisnis yang lebih besar.

Sebenarnya apa-apa yang disampaikan di atas menjadi mudah mencetak EL jika inkubasinya dilakukan menggunakan jalur genetik. Karena yang di mata orang lain susah, sesungguhnya mudah.

Baca Juga  Bedanya Mike Tyson dengan Michael Jordan

Farid Poniman
Penemu STIFIn


Share this
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer