Tekunilah Profesi Anda

Saya pernah mendapat kiriman sebuah cerita yang akan saya ceritakan kembali di bawah ini. Ada seorang pemecah batu yang tinggal di suatu desa. Suatu saat ia melihat seorang konglomerat. Iri dengan kekayaan orang itu tiba-tiba ia berubah menjadi seorang konglomerat. Ketika ia sedang bepergian dengan mobil mewahnya ternyata ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat yang sedang lewat. Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari yang luar biasa. Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari. Namun Ketika sang matahari sedang bersinar terang, tiba-tiba sebuah awan hitam menyelimutinya. Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan. Dan ketika awan itu sedang berarak di langit, angin menyapunya. Awan itupun iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba iapun berubah menjadi angin.

Ketika angin itu sedang berhembus, ia tak kuasa menembus kokohnya gunung. Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung. Ketika gunung sedang berdiri kokoh, ia melihat ada seseorang yang memecahnya. Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu. Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.

Insan SuksesMulia, dalam hidup kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini akan baik-baik saja dan bisa Anda nikmati sampai Anda mulai membanding-bandingkan. Anda tidak akan mampu menikmati hidup bila Anda selalu melihat bahwa “rumput di halaman tetangga lebih hijau”. Ketika Anda sebagai karyawan Anda kemudian bersenandung, ”Duh, enaknya kalau jadi pengusaha bisa mengatur waktu sesuka hati.” Sementara kalau Anda sebagai pengusaha, ”Duh, enaknya kalau jadi karyawan tidak perlu sport jantung memikirkan gaji buat karyawan.”

Insan SuksesMulia, syukuri apa yang sudah Anda tekuni. Jangan pernah merasa iri dengan profesi orang lain. Anda hanya boleh iri pada dua hal saja.  Pertama, iri kepada orang kaya raya yang dermawan. Kedua, iri kepada orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

8 thoughts on “Tekunilah Profesi Anda”

  1. Sebuah kisah yang penuh makna,,,,ya di dunia ini yang ada memang saling melihat “rumput tetangga”. Kata orang jawa “sawang sinanwang”. Apa yang ada sekarang layaknya memang kita syukuri…tapi kan tetap boleh bercita-cita kan pak jamil…?

  2. dodirustandi says:

    Just Fokus with satu mesin kecerdasan dan terbanglah……..,

  3. Lisya says:

    Coba denger lagu ini pak 🙂
    Semoga terinspirasi.
    Indah banget lagunya 🙂

    Dawud Wharnsby – Alhamdulillah

    I am just a rock
    and everyday I sit and watch the sky.
    I sleep here in the sun and rain
    and do not question why.
    I dont want to be a bird
    cause us rocks were never meant to fly.
    But you can sit and rest on me
    When you pass by.

    Alhamdulillah, alhamdulillah, Im a rock
    And that is all Allah asks of me.
    Alhamdulillah, alhamdulillah, Im a Muslim
    And theres nothing else Id rather be.

    I am just a tree
    And this is the only life Ill ever know.
    I bow my boughs in worship
    Whenever I feel the wind blow.
    And my purpose in life
    Is to grow when Allah says grow
    And be a home for the birds and shade
    For folks below.

    Alhamdulillah, alhamdulillah, Im a tree
    And that is all Allah asks of me.
    Alhamdulillah, alhamdulillah, Im a Muslim
    And theres nothing else Id rather be.

    I am just a person
    And my life is full of opportunity.
    I can travel through the world
    Over land and over sea.
    But will I choose the path of Truth
    Or a path to misguide me?
    Sometimes I wish I had a simple life
    Just like a rock or a tree.

    But alhamdulillah, alhamdulillah, Im a person,
    and Allah has given me a choice thats free.
    So, alhamdulillah, I choose to be a Muslim
    And theres nothing else Id rather be.

  4. Bey says:

    Biasanya terjadi pada orang yang belum tahu kompetensi dirinya ato ga PeDe. Bgitu ya Pak….

  5. igen permana says:

    betul Gurunda,kadang sesuatu yg enak dilihat belum tentu pas buat kita,karena hidup kita uda ada porsinya masing2,seorang yg ingin memliki taman yg indah dan terawat biasanya perlu bantuan tukang kebun,dan tukang kebun pun juga begitu,tetapi kadang yg terjadi itu ketika mereka yg di atas itu menghina/merendahkan mereka yg ada dibawah,dan ini yg sering memicu konflik hirozontal sesama manusia.

  6. wong deso says:

    kalo belum puny profesi gimana pak?

  7. slamet supriyono says:

    ambisi manusia tdk pernah habis

  8. Sugeng Afianto says:

    Yes….seperti kisah senar paganini….satu senar tersisa yang begitu hebat…itulah talenta pada setiap individu…..jika diasah terus akan jadi berkah dan sumber rejeki dan kebaikan yang tiada habis-habisnya. thank’s Pak Jamil atas ins pirasinya. Salam EPOS selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.