Tekad dan Tindakan

Achmad FaisalSobat, Saya pernah sepanggung dalam suatu event talkshow dengan salah seorang vokalis Band Rock dari Bandung. Yang sangat menarik bagi saya adalah ketika ia cerita pengalaman pribadinya.

Ceritanya, cowok ini sedang sibuk nyusun skripsi, dan ketika skripsinya sudah selesai, tinggal dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, tiba-tiba musibah menimpanya. PC nya terserang virus, dan semua data skripsinya hilang tanpa tersisa satupun. Parahnya lagi, dia belum sempat bikin hard copy nya. Galau dan stress pun melandanya. Segala kerja kerasnya selama ini hilang sia-sia dan ia harus memulai semuanya dari awal.

Tapi untunglah di saat genting itu, dia malah berintrospeksi, dia bertanya pada diri sendiri: “kenapa semua ini bisa terjadi? Apa salah gue? Apa dosa gue? “ Akhirnya dia teringat kebiasaannya menonton dan mengoleksi film-film porno.

“Aha! Ini dia Biang keroknya!. Gue harus hapus semuanya! Gue harus berhenti!” Begitu dia berujar dalam hati. Lalu tanpa menunggu lagi, dia hapus dan buang seluruh koleksi kotornya itu di kamarnya. Tidak cukup disitu, kebetulan dia juga punya usaha warnet , segera dia menuju warnetnya, dan menghapus serta memblokir semua akses ke situs-situs porno. Dia bertekad saat itu untuk berhenti total mengakses dan mengkoleksi film dan gambar porno.

Dan setelah itu, yang terjadi sungguh Luar Biasa! Data skripsinya kembali? Tentu saja tidak, yang sudah hilang ya hilanglah..:) . Data skripsinya memang tak kembali dan dia harus memulai semuanya dari awal. Tapi tidak lama setelah itu dia mendapat suatu project yang nilai rupiahnya sangat besar, bahkan itu bayaran terbesar yang akan dia terima saat itu.

Sobat, dari cerita diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa perubahan terbaik yang bisa didapatkan, dimulai pada saat kita bertekad dan bertindak. Sekali lagi, dua-duanya; Bertekad dan Bertindak.

Tekad saja tidak cukup, tapi harus langsung diikuti tindakan segera. Demikian pula tindakan saja pun tidak cukup, jika tanpa tekad dan komitmen yang tinggi. Yang pertama adalah kebiasaan para pemalas. Dan yang kedua biasanya hanya berubah sebentar, setelah itu kembali lagi melakukan kesalahan yang sama.

Saya pun jadi teringat Penjelasan Syekh Muhamad Rasyid Ridho yang mengutip dari gurunya, Muhammad Abduh, dalam Kitab tafsir Al-Manar, yang menjelaskan Tafsir tentang Laylatul Qadr. Menurut saya tafsirnya keren banget. Dia bilang begini: “ Setiap orang pernah memiliki pertentangan batin dalam dirinya. Pertentangan itu terjadi antara bisikan baik dan bisikan jahat. Pada saat pertentangan itu terjadi, maka tergantung dia, apakah mengikuti bisikan baik atau bisikan jahat.

Orang yang mendapatkan Laylatur Qadr adalah orang yang mendapatkan momentum sehingga dia bertekad untuk berpihak hanya pada bisikan baik dan tidak mengikuti bisikan jahat. Dan itu didapatkan oleh orang yang menempa diri sejak awal Ramadhan, momentum puncaknya dia dapatkan saat laylatul Qadr, dan tindak lanjutnya dibuktikan dengan perubahan perilakunya setelah lebaran”. (Ini terjemahan bebas yang sangat bebas dari saya…J)

Perubahan sejati bukan milik seseorang yang hanya bisa teriak saat training tapi setelah itu lupa. Perubahan sejati adalah milik mereka yang berkomitmen kuat untuk berubah total dan segera mengikutinya dengan action segera.

Hanya jiwa-jiwa yang kuat yang bisa melakukan itu. Self Revolution memang hanya untuk mereka yang Muda Beda dan Berkarakter
Tetap MUDA#BEDA#BERKARAKTER

Wassalam,

Achmad Faisal
Follow saya di @Ach_Faisal

Bagikan:

3 thoughts on “Tekad dan Tindakan”

  1. Fauzi rochman says:

    Trimakasih sharingnya mas.

  2. EventJogja.Com says:

    ceritanya sangat inspiratif mas, semoga banyak mahasiswa yg membaca ini, karna saya pikir banyak kasus mahasiswa di Indonesia yg kayak gitu 🙂

  3. dedy says:

    Terima kasih untuk ilmunya, tp ada hal yg sepengetahuan saya kurang betul, karena namanya sesuatu hal kalo tidak betul jika dipahami banyak orang akan berbahaya juga. Masalah kebanyakan virus, sebenarnya PC yg kena virus itu datanya tidak hilang, hanya disembunyikan (hidden), tidak didelete sama virus. Jadi untuk hal yang kita belum pahami dan itu terjadi di kita mungkin bisa share ke temen-temen yang dianggap mengetahuinya. Sehingga apa yang kita kerjakan akan lebih efektif dan efisien bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.