Tantangan Terbesar dalam Belajar KEPEMIMPINAN, Ternyata Adalah…

Surya Kresnanda

Surya Kresnanda

Pembelajaran tentang KEPEMIMPINAN sudah sangat mudah ditemui hari ini. Berbagai buku dengan tema itu menyebar di banyak toko buku hasil karya ratusan penulis. Seminar-seminar kepemimpinan ada di mana-mana dengan beragam harga mulai dari yang terjangkau masyarakat bawah hingga ada yang lebih mahal dari satu buah mobil. Tokoh kepemimpinan dalam negeri pun terlampau banyak sehingga bagi sebagian orang tak perlu lagi mencari guru dari luar.

Kondisi kemudahan tersebut ternyata tak memberikan hasil sepadan. Kita bisa melihat jelas rendahnya kepemimpinan di negeri kita. Dalam sebagian perusahaan pun bukan hal mudah menemukan sosok pemimpin hebat, di saat training-training kepemimpinan sudah sangat sering dilakukan di dalam perusahaan tersebut.

Belajar kepemimpinan ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Ini bukan sikap pesimis, melainkan membuka kenyataan agar kita bersiap. Saya telah berkali-kali memberikan pelatihan dan pengajaran kepemimpinan di berbagai lembaga mulai dari perusahaan swasta hingga kepada mahasiswa di kampus tempat saya mengajar, dan selalu menemui satu pola yang sama. Saat menerima ilmu tentang kepemimpinan, hal pertama yang dipikirkan peserta adalah mengevaluasi pimpinan mereka.

“Harusnya pimpinan saya yang menerima ilmu ini!”

“Coba atasan saya paham hal ini, pasti saya nggak akan mengalami seperti sekarang!!”

Tidak jarang, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta adalah pertanyaan yang menjurus pada sikap pimpinan mereka…

“Terus bagaimana dong kalau kita punya pimpinan egois yang tak mau mendengar aspirasi bawahannya?!”

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua termasuk saya, bahwa belajar kepemimpinan utamanya adalah untuk diri kita, bukan mengevaluasi orang lain. Perlu disadari, tak ada pimpinan sempurna, dan jika ingin dievaluasi pasti akan ada celahnya. Namun saat kita berfokus mengevaluasi kekurangan pimpinan kala sedang belajar kemepimpinan, maka kita lupa untuk meng-internalisasi ke dalam diri kita sendiri karena hati kita senantiasa ingin menuntut orang lain.

Tantangan ini yang sering muncul dan bisa jadi kita alami. Jika menuntut, “Harusnya atasan saya begitu tuh…. harusnya atasan saya yang mendapat training ini…” apakah ilmu itu akan benar-benar masuk ke dalam hati kita? apakah kita benar-benar berubah dengan belajar kepemimpinan? atau jangan-jangan akhirnya pembelajaran sia-sia dan hanya buang waktu, tenaga, dan uang.

Sahabat sekalian, saat kita sedang mendalami kepemimpinan baik melalui buku, pelatihan, kaset, dan sebagainya, mari tekankan dalam pikiran dan hati bahwa sesungguhnya belajar apapun diutamakan untuk diri kita. Kitalah yang memulai perubahan diri dengan ilmu yang sudah dipelajari. Akan selalu ada celah untuk mengevaluasi orang lain, apalagi atasan, namun bukan waktunya itu dilakukan di kala kita sedang belajar sesuatu.

Mari selalu memulai dari diri kita….

Salam perubahan, wahai para pemimpin.

Surya Kresnanda

Leadership Coach

———————-

Senior Trainer, PT Ganesha Sentra Perubahan

0811 2244 111

@SuryaKresnanda

———————-

Bagikan:

One thought on “Tantangan Terbesar dalam Belajar KEPEMIMPINAN, Ternyata Adalah…”

  1. Iwan suwandi says:

    Benar sekali itu,mudah2an sy bisa menerapkannya…thank’s.

Leave a Reply

Your email address will not be published.