Takut Tak Dapat Rejeki

Tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, tanggal segini gaji ke 13 sudah cair. Entah kenapa tahun ini molor. Wajar jika banyak yang gusar. Saya salah satunya. Juni kan musimnya anak masuk sekolah. Harus bayar uang gedung, beli tas baru, baju baru, sepatu baru, buku baru. Semua harus baru.

Mungkin pak SBY lagi repot-repotnya ngurusin negara, maklum mau lengser. Jadi belum sempat tanda tangan PP (Peraturan Pemerintah) tentang Gaji Ke13. Atau jangan-jangan sengaja dikeluarin di bulan Juli, dekat lebaran. Itung-itung THR. Bisa buat beli baju, kasih angpau ke saudara, beli tiket mudik, bayar zakat dan lain-lain.

Saya jadi mikir, apakah hidup kita berantakan hanya karna gaji 13 tertunda? Apakah uang adalah segalanya? Ini adalah pertanyaan yang muncul saat bokek, begitu “dalam”. Saya terdiam -sekitar 3 menit- merenung mencari jawaban. Saya yang bertanya, saya pula yang menjawab. Aneh

Bukankah pagi ini saya masih bisa terbangun, sehat wal afiat. Ini artinya saya masih diberi kesempatan untuk berkarya dan melakukan kebaikan. Lalu sarapan pecel masakan istri, bercanda dengan anak sebelum berangkat kerja.

Minggu lalu gowes cross country sama klub sepeda. Sesekali ngopi di warkop pinggir jalan, ngobrolin bola dan politik. Kadang jalan-jalan ke Mall, walau cuma window shopping. Dan masih ada beberapa liter beras untuk survive di akhir bulan. Rasanya begitu menyenangkan, walau mungkin tidak mewah.

Lantas kenapa mesti risau, hanya karna itu? Lagian rejeki itu tak harus materi. Anak-anak sehat, pinter, rukun dengan teman dan tetangga, kerjaan lancar, istri yang setia itu lebih dari segalanya. Kalaupun benar-benar butuh, semoga ada rizki dari arah tak terduga dan tak disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa.

Saya jadi malu, bolak balik nanyain gaji 13 terus. Kenapa saya begitu khawatir esok hari tak bisa makan? Seolah-olah Tuhan tak bisa mengurus hambanya. Ah saya sudah terlalu menghina Tuhan, meragukan rizki yang akan saya terima. Maafkan aku ya Allah.

Tapi sudahlah. Yang penting sekarang saya tak khawatir lagi tak akan mendapatkan rizki, saya hanya takut tak jujur saat mencari rizki. Terima kasih Tuhan. Alhamdulillah saya insyaf. Semoga esok tak kambuh lagi

Danang Budiarto

Bagikan:

2 thoughts on “Takut Tak Dapat Rejeki”

  1. Ari says:

    Jleb banget

  2. Jeni Hidayat says:

    pencerahan lagi,,Alhamdulillah

Leave a Reply

Your email address will not be published.