Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan Berpikir

Ardian WahyudiDalam proses kehidupan memang kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kita rasa membingungkan dan cukup sulit untuk diputuskan.
 
Tidak jarang bahkan ada orang-orang yang merasa galau, gamang, bimbang, tidak pasti dan yang lebih parah lagi merasa putus asa dalam memilih keputusan-keputusan yang akan dijalani.
 
Dalam suatu sesi sharing dengan beberapa sahabat terlontar pernyataan bahwa kegamangan, kebimbangan, dan ketidakpastian justru lebih banyak ditimbulkan oleh banyaknya asumsi-asumsi dari ketakutan untuk melangkah. Yang pada akhirnya membuat diri kita ini menjadi kurang peka.
 
Ketakutan sebenarnya dari pikiran-pikiran yang hakikat belum tentu terjadi. Karena memang kita benar-benar belum melakukan apa-apa.
 
Untuk itu kita hanya membutuhkan pengujian. Apakah yang kita takutkan itu benar-benar terjadi, atau hanya memang ada dipikiran kita saja. Nah, daripada berdiam diri. Sekalian saja melompat saja. Dan terus saja terjun hingga menjadi Anda kaya akan pengalaman-pengalaman.
 
Dari pengalaman-pengalaman itulah akan mengkristal menjadi INTUISI. Sebuah kata atau kalimat yang cukup mentereng terdengar tetapi saat ini sudah jarang. Atau bahkan hanya sebagian kecil sekali yang kita gunakan.
 
Alasan mengapa si “Intuisi” ini jarang digunakan ada bermacam-macam, ada yang bilang karena tidak bisa membedakan, ada yang lain bilang kelamaan kalo nunggu intuisi muncul, bahkan lebih parah ada yang bilang disekolahkan tinggi-tinggi kok cuma mau belajar teori-teori tanpa ada prakteknya. Seperti orang belajar “kebatinan” saja. Hehehe.. 🙂
 
Terlepas dari definisi secara keilmuan, apapun yang sering saya sebut dengan Intuisi ini, adalah alat dasyat yang diberikan Tuhan, dimana sebenarnya itu adalah suatu perangkat canggih semacam detektor, GPS, atau radar yang paling dahsyat di dunia.
 
Melatih intuisi layaknya meng-up grade teknologi radar kita. Mereka yang terlatih intuisinya akan berbeda dengan mereka yang miskin akan pengalaman intuisinya. Contohnya, saat berhadapan hewan buas yang terkenal liar. Seorang pawang mampu mengandalkan intuisinya daripada kita yang sama sekali tidak pernah berhadapan langsung dengan hewan tersebut.
 
Sungguh sangat luar biasa, Tuhan telah menganugerahkan kemampuan ini, namun bilamana kita tidak melatih (praktek)nya secara langsung. Alangkah naif diri kita ini.
 
Gunakan kesempatan yang ada, jangan terlalu banyak berpikir. Jika sudah terbesit dorongan halus intuisi kita yang perlu anda lakukan adalah jangan takut melangkah, melompat saja dan jangan berpikir. Karena Tuhan bicara lewat intuisi Anda, bukan hanya dengan pikiran Anda.
 
Selamat Memanfaatkan intuisi anda.
 
 
Salam Sukses Mulia
Tulisan dikirim oleh Ardian Wahyudi

Bagikan:

7 thoughts on “Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan Berpikir”

  1. icha says:

    masih rada bingung bang untuk di terapin kalo ke urusan cinta gimana ya,,,wkwkwk…ini sebenarnya bagus banget cuma kurang bisa saya cerna dengan masalah saya.
    thank

  2. vina says:

    :-DJust do it gitu ya… melompatlah lebih tinggi!

  3. Betul, mas Ardian, melompat saja manakala keraguan menghalangi kita untuk maju. Thanks for good article.

  4. Akbar Prima says:

    Inspiring 🙂 Wah aku jadi malu dengan ilmu kebatinan ku hiks hiks hiks
    Salam berbagi dan salam sukses mulia kang 😉

  5. Yuk, lompat sama-sama 🙂

    1. Sama2 lompat….hup…
      Kalau ada yang kepeleset dibantuin ya mas…hehehe

  6. Andriansyah says:

    yang terpenting action ya ….

Leave a Reply

Your email address will not be published.