Tak Semua Terucap

Kamis pekan lalu, karena berjanji olah raga bersama dan buka puasa di rumah, usai memberikan seminar di Astra Honda Motor kemudian Astra Graphia saya segera meluncur pulang. Namun, sesampainya rumah, saya mendapati istri sedang sakit.

Saya rayu dia agar mau ke dokter esok paginya, tapi ia menolak kecuali saya yang mengantar. Saya bingung, karena jadwal sedang full. Jumat saya memberikan seminar di Nutricia dan Bank Indonesia. Sabtu pagi saya memberikan seminar Permata Bank di Bali dan sore harinya seminar BII-Maybank di Jakarta. Senin pagi seminar Margahayu Land di Bali, di hari yang sama malam harinya seminar Green Eagle Group di Bandung. Selasa, Danone di Puncak, Rabu di IPB, Kamis PLN di Surabaya, Jumat hingga Minggu Wanna Be Trainer di Bogor.

Sebagai suami saya merasa galau. “Ah, betapa egoisnya saya, hanya sibuk menjalankan hobi memberikan seminar kesana kemari, tanpa punya waktu untuk istri.” Saat gundah gulana melanda jiwa, sebaris sms masuk ke HP saya, “Istri mas Jamil tidak sakit. Ia hanya perlu perhatian. Ajaklah ia ke Bali menemanimu seminar. Pahamilah bahasa yang tidak terucap.”

Seketika itu saya meminta asisten saya untuk mengatur keberangkatan keluarga saya ke Bali. Singkat cerita, Minggu pagi, saya, istri serta anak saya Hana dan Izul terbang ke Bali. Minggu sore kami sudah bisa mandi bersama di Pantai Kuta. Senin pagi, saat saya memberikan seminar 4 jam untuk pimpinan Margahayu Land, istri dan anak saya jalan-jalan keliling Bali.

Pada saat penerbangan Bali menuju Bandung saya bertanya kepada istri, “Mama sudah sehat?” Dengan cepat ia menjawab, “Bukan hanya sehat, tapi juga fresh.” Kami pun tertawa. Memang, tidak semua hal bisa menggunakan logika. Kita pun harus mempelajari apa-apa yang tidak terucap.

Bila anak kita prestasinya menurun, solusinya boleh jadi bukan menyuruhnya belajar tetapi siapkan telinga Anda untuk siap mendengar suara hatinya, bercengkerama dengannya dan menyediakan waktu terbaik untuknya. Begitu pula ketika tim Anda tidak kompak atau kinerjanya menurun, solusinya boleh jadi hanya sederhana, Anda perlu memanusiakan manusia dan menghormati mereka.

Banyak hal yang tak terucap di dunia ini. Ibarat gunung es, yang tampak hanya bagian kecilnya yang tak terlihat jauh lebih besar. Begitupula dalam kehidupan, yang terucap hanya beberapa kata sementara jutaan kalimat terpendam dalam sukma. Pahamilah bahasa yang tak terucap agar kehidupan yang kita jalani semakin bermakna.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini



Bagikan:

33 thoughts on “Tak Semua Terucap”

  1. abo3d says:

    Baru kemaren saya kepikiran utk bertanya, kakek dh sukses, punya nama besar, tp sibuk, kapan punya waktu utk keluarga? Ap sukses mank harus meninggalkan keluarga?

    1. Justeru orang2 yg ingin sukses jangka panjang tidak boleh melupakan keluarga. Salam SuksesMulia

  2. veri says:

    Yess, that’s great kek Jamil…tks atas sharingnya..team work dlm klg dan ‘kepekaan’ atas suasana di dlm klg sangat penting.. Kesibukan kita juga utk mereka.. 🙂

  3. hendi says:

    Subhanallah.. mencerahkan…
    terima kasih pak

    1. Sama2 , salam SuksesMulia

  4. robet dwiputra says:

    bener banget tu kek ..

  5. Niken says:

    Serrr…merinding, sharusnya pasangan memang harus peka, semoga si ayah makin peka 🙂

    1. Langsung ikut mendoakan

  6. achmad musyafa' says:

    subkhanallah,, luar biasa kek,, setiap baca tulisan kakek selalu merinding, mantab kek 😀

  7. gustiardi says:

    Subbhanallah kek,,,jadi pengen segera liburan juga sama keluarga..makasih sudah mengingingatkan kek,,wassalam.

  8. fahmi aziz says:

    untung ada yang sms,,, coba kalau tidak ada. jawaban istri bisa lain kek,,,hehehehe
    semoga keluarga kakek jamil selalu di berikan kesehatan oleh allah swt,,amin
    sukses mulia kek.

  9. CECEP SAPRUDIN says:

    Memang benar Pak banyak hal yang tak terucap yang hanya terpendam dalam sukma.
    Memahami adalah kunci agar kehidupan yang kita jalani semakin bermakna.

    Tapi yang sms Bapak siapa Pak? Kok dia tau ya…

    1. Dia tahu karena sebelumnya saya sudah “curhat” dia adalah artner sukses saya

      1. CECEP SAPRUDIN says:

        LUAR BIASA PARTNER SUKSES NYA

  10. mila says:

    btw,,siapa yang sms kek?hehe,,#kepo

  11. AGUS EDI says:

    kira-kira siapa yang sms ke Pak JA ya…

    1. Partner Sukses saya mas

  12. Basirun says:

    Bagaimana memahami bahasa yng tak terucap kek?

  13. Seperti biasanya, tulisan Kek Jamil selalu Menginspirasi.

  14. Nurul Sulistyoningrum says:

    Tulisan Bapak selalu penuh makna dan inspirasi. Banyak hal memang tidak mudah terucap namun semoga dari hal-hal kecil kita bisa memahami & mempelajarinya
    Salam sukses selalu 🙂

  15. amel says:

    Tak semua bisa diucapkan,apa lagi oleh seorang istri

    Salam sukses Mulia

  16. Partner Suksesnya mas @indrakubik 🙂
    Sarapan pagi yang meninspirasi Babe. kemarin waktu omset bisnis sedang menurun saya ajak team buat makan siang bareng. Next time, kita agendakan jalan2 bareng karyawan biar lebih fresh, hehehe

    Sukses yaa babe, jaga kesehatan. Salam buat Keluarga Tercinta dari Pekalongan

    @yayanBATIK

  17. indra says:

    Kadang itu yang sulit untuk dimengerti padahal jika sudah terlaksana kan begitu besar dampaknya

  18. Rika Mamesti says:

    “Memanusiakan manusia”…
    itu yg terkadang terlupa dalam kehidupan dan interaksi sehari-hari.
    Thanks for the inspiring ya kek (:

  19. BUDIYANTO says:

    semoga bisa seperti yan dilakukan pak jamil, amin

  20. Nuli norlina says:

    Hiu-hiu kecil…;),,

  21. Ratno says:

    iya juga yah.. sangat menginspirasi sya untk membuatorng yg dicintai bahagia 🙂

  22. catur says:

    pak ijin tulisannya sy share di web kami.

    1. Silakan dengan senang hati, salam SuksesMulia

  23. yunoknik says:

    jazakallah khair pak jamil …sangat menginpirasi tulisannnya 🙂

  24. Lani Soetomo says:

    So sweet artikelnya kek….. Apalagi perempuan banyak sekali kalimat yang dipendam dalam sukma. Senangnya kalau semua orang belajar lebih peka.

  25. dnur77 says:

    salam suksesmulia

  26. didi says:

    belajar 7 habits, dimana kita bisa menjadi manusia yg bahagia….
    win win solusion, win pekerjaan win keluarga……
    Bukan Karena Kebahagian yang membuat kita bersyukur, Akan Tetapi Karena Kita MenSyukuri apa Yang ada(termasuk keluarga), Yg membuat kita BAHAGIA.
    salam zuper… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.