Tak Semua Terucap

Share this
  • 273
  •  
  •  
  •  
  •  
    273
    Shares

Kamis pekan lalu, karena berjanji olah raga bersama dan buka puasa di rumah, usai memberikan seminar di Astra Honda Motor kemudian Astra Graphia saya segera meluncur pulang. Namun, sesampainya rumah, saya mendapati istri sedang sakit.

Saya rayu dia agar mau ke dokter esok paginya, tapi ia menolak kecuali saya yang mengantar. Saya bingung, karena jadwal sedang full. Jumat saya memberikan seminar di Nutricia dan Bank Indonesia. Sabtu pagi saya memberikan seminar Permata Bank di Bali dan sore harinya seminar BII-Maybank di Jakarta. Senin pagi seminar Margahayu Land di Bali, di hari yang sama malam harinya seminar Green Eagle Group di Bandung. Selasa, Danone di Puncak, Rabu di IPB, Kamis PLN di Surabaya, Jumat hingga Minggu Wanna Be Trainer di Bogor.

Sebagai suami saya merasa galau. “Ah, betapa egoisnya saya, hanya sibuk menjalankan hobi memberikan seminar kesana kemari, tanpa punya waktu untuk istri.” Saat gundah gulana melanda jiwa, sebaris sms masuk ke HP saya, “Istri mas Jamil tidak sakit. Ia hanya perlu perhatian. Ajaklah ia ke Bali menemanimu seminar. Pahamilah bahasa yang tidak terucap.”

Seketika itu saya meminta asisten saya untuk mengatur keberangkatan keluarga saya ke Bali. Singkat cerita, Minggu pagi, saya, istri serta anak saya Hana dan Izul terbang ke Bali. Minggu sore kami sudah bisa mandi bersama di Pantai Kuta. Senin pagi, saat saya memberikan seminar 4 jam untuk pimpinan Margahayu Land, istri dan anak saya jalan-jalan keliling Bali.

Pada saat penerbangan Bali menuju Bandung saya bertanya kepada istri, “Mama sudah sehat?” Dengan cepat ia menjawab, “Bukan hanya sehat, tapi juga fresh.” Kami pun tertawa. Memang, tidak semua hal bisa menggunakan logika. Kita pun harus mempelajari apa-apa yang tidak terucap.

Baca Juga  Move On dengan Empat On

Bila anak kita prestasinya menurun, solusinya boleh jadi bukan menyuruhnya belajar tetapi siapkan telinga Anda untuk siap mendengar suara hatinya, bercengkerama dengannya dan menyediakan waktu terbaik untuknya. Begitu pula ketika tim Anda tidak kompak atau kinerjanya menurun, solusinya boleh jadi hanya sederhana, Anda perlu memanusiakan manusia dan menghormati mereka.

Banyak hal yang tak terucap di dunia ini. Ibarat gunung es, yang tampak hanya bagian kecilnya yang tak terlihat jauh lebih besar. Begitupula dalam kehidupan, yang terucap hanya beberapa kata sementara jutaan kalimat terpendam dalam sukma. Pahamilah bahasa yang tak terucap agar kehidupan yang kita jalani semakin bermakna.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini




Share this
  • 273
  •  
  •  
  •  
  •  
    273
    Shares

33 comments On Tak Semua Terucap

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer