Tak Selamanya Sesuai Teori

Banyak hal terjadi di dunia ini yang tidak sesuai dengan kaidah teori dan pengalaman yang ada. Nyatanya mereka malah berhasil ketika  “melawan” teori yang ada. Dan sebaliknya, mereka justru gagal saat mengikuti teori yang ada.

Satu contoh. Anda mengikuti training entrepreneur, kemudian Anda bertanya kepada nara sumber, “Apa kunci utama bisnis kuliner?” Kemungkinan besar salah satu jawaban sang nara sumber adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Karena, seperti disebutkan dalam buku bisnis, pemilihan lokasi yang salah bisa membuat bisnis Anda bermasalah. Setuju?

Namun, ketika ke Jogjakarta beberapa hari lalu, saya melihat kenyataan yang berbeda. Saya diajak makan bakmi Mbah Mo. Lokasinya? Saya sudah lupa lokasi persisnya. Yang pasti, tempatnya bukan di jalur utama, bahkan di kampung yang jauh dari keramaian kota dan kegiatan wisata. Tempatnyapun sederhana, ruangan VIP-nya saja dari bambu bekas kandang ayam.

Walaupun demikian pengunjung bakmi Mbah Mo mengalir terus tiada henti. Sejak dibuka pukul 5 sore hingga tutup pukul 11 malam, pengunjung datang silih berganti. Mereka berasal dari kalangan orang biasa hingga pejabat tinggi. Gus Dur, Amien Rais, para artis ternama pernah makan bakmi yang dimasak menggunakan arang ini. Saat menyantap bakmi Mbah Mo malam itupun saya bertemu dengan banyak pengusaha dan pimpinan perusahaan ternama yang sedang makan bersama para mitranya.

Keesokan harinya, saya diajak makan mangut lele di warung nasi Mbah Geneng. Tempatnya? Saya juga lupa. Yang saya ingat ke arah Bantul. Kendaraan roda empat tidak bisa parkir di depan warung. Para pengunjung harus berjalan kurang lebih 100 meter dari tempat parkir.

Saat masuk ke warung nasi itu, saya tak akan melihat makanan tersaji. Saya harus masuk ke dapur kemudian mengambil sendiri makanan yang sedang di masak dengan menggunakan kayu. Rasanya? Mantap! Sangat pas dengan lidah saya. Di rumah makan manapun  saya jarang makan nambah. Di warung mbah Geneng ini saya nambah hingga 3 kali. Di tempat ini, saya merasa di rumah sendiri.

Sang Maha Pemberi Rezeki memang punya banyak cara untuk menurunkan rezeki. Jangan terlalu terjebak dengan teori. Beraksilah, bertindaklah sampai Anda menemukan teori Anda sendiri sehingga rezeki mengalir tiada henti. Mari buktikan…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Keterangan foto:
Saya bersama Mbah Geneng.

Bagikan:

20 thoughts on “Tak Selamanya Sesuai Teori”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    SUPEER!! 🙂
    Yg pntg memang EKSYEN!

    Seperti di acra di pesantren ABA kmrn jg ada yg mau nulis buku,yg intinya nentang ‘DreamBook’, kunci mereka jg EKSYEN 🙂

  2. Mantap sekali

    yakin yakin yakin

    @dr_want

  3. Abyan says:

    Subhanalloh…”Quality is number one”..ibarat emas, meski di dalam lumpur yang paling dalam tetap akan dicari…sekarang banyak yang ingin menikmati hidangan yang lezat apa adanya seperti waktu kita kecil, di tengah2 hiruk pikuk kehidupan yg serba “fast food”…sudah saatnya menikmati “produk sendiri” ….Mbah Mo + Mbah Geneng salah satu contoh yang patut kita teladani, kesederhanaannya membuatnya tetap eksis karena tetap menjaga kualitas dan apa adanya….jzklh,,,

  4. Motty says:

    Mak… nyoezzzâ„¢ Mbaaaah ˆ⌣ˆ

  5. Teori dibuat oleh manusia, dan manusia itu tempatnya salah dan lupa.
    Jadi tidak selamanya teori manusia itu harus diikuti ya Pak?

    sudah dibuktikan oleh Bakmi Mbah Mo dan warung nasi mbah Geneng.
    Selama sudah dikenal punya kualitas, di manapun pasti akan dikejar.

    Semoga kita semua bisa selalu meningkatkan kualitas diri, sehingga 4Ta bukan lagi kita kejar tapi akan mengejar kita. Bukan lagi kita raih, tapi ia yang meraih kita.

    Salam SuksesMulia

    sent via: http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/05/22/persepsi-diri/

  6. Akhad says:

    Mantbs,inilah jwbn ats bnyk pertnyn shbt dah ikt sminr bnyk,bku brjibun tp g merbh kualts dan pendptn bsns sert usha yg dlalnkn.salut jazkumullah guru

  7. ida busana says:

    sungguh luar biasa…
    menjadikan sudut pandang yang berbeda buat saya untuk terus mengembangkan usaha ida busana..
    take action….
    trima kasih pak atas inspirasi nya…

  8. mekoh1268 says:

    Keren Banget….Ceritanya….

    Take Action Miracle Happen
    No Action Nothing Happen

    Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi kesuksesan, tetapi kurang cukupnya tindakan.

    Cintai apa yang kita kerjakan, kerjakan apa yang kita cintai.

    Tks Guru Sharingnya Hari Ini.

    Salam Sukses Mulia…

  9. tantan says:

    Sangat menarik. Tinggal mencari formulanya saja.

  10. gun gun says:

    jadi ingat juga petuahnya ak Purdi, ada 9, semuanya Action !!!! he he .. thanks pak jamil!

    http://proposalmushola.blogspot.com/

  11. ibzillah says:

    Kereen kek, bikin semangat berwirausaha… (‘⌣’)

  12. exaan says:

    satu kata “SETUJUU” kek….

  13. Emir says:

    Hey,

    Saya termasuk orang yang kurang percaya dengan teori “lokasi menjadi unsur terpenting dalam berbisnis” kenapa tidak ciptakan saja pasarnya?

    Teori itu hanya digunakan untuk orang-orang yang berjalan sesuai dengan “mainstream” atau orang yang mengikuti orang lain. Create your own market, your own idea, your own business tanpa perlu mencontek orang lain. Make something valuables yang akhirnya akan dicari oleh pasar.

    boleh dibaca-baca ide-ide lain di http://www.emirzakiar.blogspot.com

    Have a Great Day
    -EZ

  14. rhmaaa says:

    betul pak karena yang buat teori itu manusia sedangkan jika yang buat teori itu sang Pencipta Semesta Alam pasti sesuai dengan hasil yang diperoleh ^_^

  15. Dalam bisnis ada hal yang terkadang tidak bisa diliat oleh mata, hubungan interpersonal pembeli dan penjual. Mungkin itu yang Bakmi mbah mo sangat kuat miliki ^^

    Servis!

  16. Pratama Puji Widiyanto says:

    Berpikir Out Of The Box, Mbah Mo dan Mbah Geneng sudah membuktikannya…Luar Biasa, Inspirasi Kita Semua 🙂

    Salam SuksesMulia

  17. Cecep Saprudin says:

    LUAR BIASA
    Sang Maha Pemberi Rezeki memang punya banyak cara untuk menurunkan rezeki.

  18. izoel says:

    teory sebenarnya merupakan panduan untuk memulai sesuatu agar sesuai tujuan kita. Tetapi kunci utama adalah ACTION, ACTION N ACTION

  19. @arif_sur says:

    benerr bangett pak.. d trenggalek jawa timur, itu juga ada warung pentol kembar.. tempat jauhh d gunung,, tpi rame bangettt yang beli… bs sampe mnjual ribuan pentol tiap hari…
    subhanallohh…
    rezeki emg alloh yg ngatur kek

  20. super keren cerita bapak 🙂 heheh
    menjadi inspirasi !!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.