Tak Layak Dihina

difabelKemarin saya tersentak membaca berita di media online detik.com yang mengabarkan tentang seorang pilot yang enggan menerbangkan pesawatnya karena ada penumpangnya yang buta. Sebagai orang yang punya banyak sahabat yang buta, saya tersinggung dan marah.

Mereka buta bukan atas keinginannya. Ada yang buta sejak lahir. Ada yang buta karena sakit panas yang berkepanjangan. Ada pula yang buta karena sakit mata dan tak sanggup berobat ke dokter yang pada akhirnya membiarkan dirinya buta. Mereka semua adalah manusia yang punya harga diri dan layak untuk dihormati

Kita tidak punya hak sama sekali menghina orang buta atau difable lainnya. Saya juga punya teman-teman yang difable, mereka tak ingin dikasihani. Mereka berjuang untuk mandiri. Saya sangat respek kepada mereka yang tetap berjuang dengan berbagai keterbatasannya.

Selain layak dihormati, para difable tak layak dijadikan bahan lelucon atau guyonan. Sungguh tidak etis bila ada yang melontarkan “dasar autis kamu” untuk meledek orang yang kurang pergaulan. Sesungguhnya “autis” tak layak dijadikan bahan guyonan atau bahan ledekan.

Mari kita mulai belajar menghormati siapapun. Apalagi derajat manusia dimata Sang Maha tidak ditentukan oleh kesehatan fisik seseorang. Derajat manusia ditentukan seberapa besar taqwanya kepada Sang Maha.

Saya lebih menghargai orang difable yang terus berkarya, belajar, rajin beribadah dan berusaha menikmati hidupnya dibandingkan orang yang normal tetapi mempunyai kebiasaan menghina sesama.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Keterangan foto:
Tinggi badan bukan halangan untuk tetap bekerja (atas). Agus, tunanetra yang ingin menjadi inspirator, kini ia guru musik (tengah). Meski difabel, mereka ingin jadi motivator bagi orang lain (bawah)


TBnC9


Bagikan:

14 thoughts on “Tak Layak Dihina”

  1. Raden eko says:

    Setuju kek, Saya pernah menyaksikan mas @AgusInspirator mengisi #FSM2013 Jogja..sungguh luar biasa, tidak ada alasan untuk dibeda-bedakan. Semangatnya mungkin malah melebihi kita semua. Salam SuksesMulia kek..

    1. Yes, dia sedang terus berlatih, semoga kelak ia bisa menjadi inspirator nasional

  2. @andihakim31 says:

    Banyak difabel yg malah bisa jadi motivasi untuk kita, dengan keterbatasannya mereka bisa meraih apa yg menjadi keinginannya dan memberikan inspirasi. Selayaknya kita bersyukur dan mengintrospeksi diri, mereke dg keterbatasannya bisa sukses, mengapa kita tidak?
    SyukrON babeh nasehatnya pagi ini. Semoga kita menjadi hamba Allah yg pandai bersyukur dan tetap rendah hati,Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin

    1. Yes. Saya sering jumpa dengan mereka difable yang luar biasa

  3. teman alumni SMA saya juga seorang tunanetra yang karena sakit, sehingga kedua matanya sejak lulus SMA kian memburuk, hingga yg kiri buta total dan yang kanan bisa melihat sedikit utk jarak sekitar 20 cm jika ada cahaya, itupun sangat buram. Tahun 2005 dia nyatakan untuk “mereset ulang” hidupnya, keluar dari ketergantungan orang lain dan tinggal di panti tuna netra jalan Dewi Sartika hingga kini. Mulai mempelajari berbagai ilmu pijat, hingga kini menjadi salah satu instruktur pijat di panti tersebut dan menjadi salah satu ahli pijat langgananku kek…kalau kakek mau, bisa deh dipijat shiatsu oleh dia…suksesmulia

  4. Desendy says:

    Sangat-sangat Setuju kek Jamil,Foto yang atas di salah satu hotel di Balikpapan bukan kek? Jika Iya, Orang tersebut sepertinya menjadi ikon hotel tersebut dan sangat ramah menyambut kedatangan setiap tamu dan membantu ketika pelaksanaan sholat Jum’at…

  5. alhamdulilah-inspiratif ramadhan

  6. TPsugiharto says:

    Alhamdulillah..kita telah diingatkan kembali oleh Bp. Jamil..

    Jangan pernah memandang warga difabel sebelah mata karena mereka bisa berkarya dan berprestasi seperti warga lain yang normal.

    Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang hanya memiliki kelebihan. Pun tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang hanya memiliki kelemahan. Kalaupun ada saya yakin itu hanya prasangka manusia belaka.

    Tahukah siapa Xie Yanhong ? Dialah yang berhasil berenang menyeberangi Selat Inggris dalam waktu 16 jam 44 menit; dialah seorang penyandang cacat pertama di dunia yang menaklukkan Selat Qiongzhou di Tiongkok selatan dan Selat Inggris.

    Tahukah Mu’adz ? Dialah seorang anak yang sejak kecilnya ditaqdirkan kurang beruntung, ia tidak dapat melihat layaknya manusia normal (buta). Sampai disini tidak ada yang unik pada diri Mu’adz, karena bukan hanya ia yang ditaqdirkan buta di dunia ini. Namun yang membuat unik adalah walau buta ia mampu menghafal Al-Qur’an lengkap 30 juz. Sejak awal ia mulai menghafal dengan penuh kesabaran, dan tentunya dengan motivasi yang tinggi, hingga pada usianya yang ke 11 tahun ia berhasil menghatamkan Al-Qur’an.

    Di Indonesia..M Ade Irawan, seorang tunanetra, pianis yang terkenal di dunia..dan masih byk lagi, terlalu banyak disebutkan..

    Allah berfirman: “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan menghilangkan penglihatan kedua matanya lalu ia bersabar, niscaya Aku akan menggantikan penglihatan kedua matanya dengan surga.” (HR. Bukhari no. 5653, Tirmidzi no. 2932, Ahmad no. 7597, Ad-Darimi no. 2795 dan Ibnu Hibban no. 2932)

    Jadi para difable memang tak layak dijadikan bahan lelucon atau guyonan…

    Saya berharap Sang Pilot sadar dan bisa mulai belajar menghormati siapapun..

    Semoga Alloh mengampuni kita semua..bisa jadi dia khilaf dan boleh jadi malah kita yang jadi menghujatnya….

    Maafkan & Ampuni kami ya Alloh…….

  7. Heri says:

    Selain contoh penggunaan kata “autis” yg kakek sebutkan, sebenernya banyak contoh kata2 dalam keseharian kita yg sering menghina difable.

    Contoh: Pas lg jalan kita nabrak orang; “Makanya klo jalan liat2 kaya orang buta aja”. atau contoh lain “Banjir menyebabkan Jakarta pagi ini lumpuh”. Nah yg paling dalem contoh berikut : Bambang Pamungkas mandul krn tidak pernah mencetak gol lg.

    Kata2 “buta”, “lumpuh” dan “mandul” diatas juga kata2 yg sangat menyudutkan orang2 difable, tp kok cuma autis doang yg dipermasalahkan. Ahh sudahlh semoga kita tetap konsisten menjadi moralis bahasa…

  8. jussie says:

    buta yang sebenarnya, adalah mereka yang buta mata hatinya.
    Jaman sekarang banyak orang yang hidup tapi sebenarnya mati. Jasadnya saja yang hidup, tapi hatinya mati.

  9. edi says:

    mungkin sebagai pandangan lain ya, bukan maksud utk menghina, tapi si pilot hanya menegakan aturan saja:

    di airliner itu ada istilah PRM ( passengers with reduced mobility ) artinya semua PAX yg memliki keterbatasan bergerak ( meski bukan keterbatasan permanen misal luka operasi kaki / patah tulang ) dianggap sebgai PRM dan aturan di airliner sudah sgt jelas setiap PRM butuh pendamping… , si Pilot hanya menerapkan aturan,

  10. damayanti says:

    wahhhh, ada foto saya bersama smile motivator difoto ketiga, terimakasih masih inget kami Pa Jamil 🙂

    1. Itu karya dirimu, saya cuma numpang foto, hehehe

  11. Mariska Elfitasari says:

    udah nebak, wkt kakek comment berita media online, pst bakal d upload d website 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.