Tak Harus Urut

Share this
  • 36
  •  
  • 2
  •  
  •  
    38
    Shares

Istilah “urut kacang” muncul tatkala jabatan di suatu instansi diberikan sesuai golongan/tingkat kepegawaian atau usia bukan berdasarkan kemampuan atau kompetensi. Padahal fakta di lapangan seringkali menunjukkan orang yang golongannya lebih tinggi atau usianya lebih tua hasil kerjanya belum tentu lebih berkualitas. Walhasil, budaya “urut kacang” ini merusak iklim persaingan sehat.

Dikisahkan, 3 orang sahabat menjadi trainer di sebuah perusahaan. Mereka bernama Dede, Andra dan Iyan. Apabila diurutkan dari segi usia, Iyan yang tertua kemudian Andra dan yang paling muda Dede.

Pada suatu hari, mereka bertiga mendapat order memberikan training di Medan. Mereka menginap di satu hotel ternama dan mendapat kamar di lantai 21. Usai memberikan training di lantai dasar mereka hendak istirahat di kamar masing-masing. Namun sayang, lift rusak akibat seringnya terjadi pemadaman listrik.

Terpaksa mereka harus mengunakan tangga untuk menuju kamarnya. Agar perjalanan menuju kamar tidak melelahkan, ketiganya sepakat berbagi cerita dan inspirasi. Dari lantai 1-7 tugas pak Iyan menyampaikan hal yang lucu-lucu. Lantai 8-15 tugas mas Andra bercerita yang menyentuh hati. Terakhir, lantai 16-21, tugas kang Dede berbagi inspirasi “mengapa pebisnis banyak yang gagal?”.

Ternyata cara tersebut sangat jitu. Dari lantai 1 hingga 7 mereka bertiga tertawa tiada henti mendengar cerita pak Iyan. Sementara dari lantai 8 hingga 15 mereka bertiga berurai air mata karena cerita-cerita menyentuh yang disampaikan mas Andra. Sebelum lanjut ke kang Dede, mereka sepakat istirahat sejenak di lantai 16 untuk memulihkan stamina.

Begitu mereka merasa bahwa energinya sudah pulih dan siap menaiki tangga hotel selanjutnya, pak Iyan berkata, “Ayo sekarang giliran kang Dede berbagi inspirasi.”

Baca Juga  Bagilah, Walau Mungkin Terlihat Sederhana

Sambil menatap mata pak Iyan dan mas Andra, kang Dede berkata, “Sebelum saya berbagi inspirasi boleh saya menyampaikan sesuatu dulu?”

Mendengar permohonan itu pak Iyan dan mas Andra serentak menjawab, “Boleh!” Tiba-tiba kang Dede menundukkan kepala sembari berkata, “Maaf sebelumnya, kunci kamar dan laptop kita ketinggalan di ruang pelatihan.”

Hehehehe…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Wanna be Trainer, Bogor, 15-17 November 2013



Share this
  • 36
  •  
  • 2
  •  
  •  
    38
    Shares

23 comments On Tak Harus Urut

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer