Tak Cukup Hanya Sekadar Tahu

Share this
  • 363
  •  
  •  
  •  
  •  
    363
    Shares

Banyak orang yang tahu bahwa merokok itu tidak menyehatkan dan membahayakan. Namun, ia tetap merokok bahkan terkadang di depan anak-anaknya. Bahaya merokok bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya. Menurut Anda, apakah orang itu sudah punya ilmu tentang merokok?

Menurut saya, orang ini belum punya ilmu tentang bahaya merokok. Sebab ilmu bukan hanya sekedar tahu. Ilmu itu dipahami dan kemudian diaplikasikan di dalam kehidupan. Oleh karena itu, betapa banyak orang yang ikut seminar dan training tetapi kehidupannya tidak berubah menjadi lebih baik. Mengapa? Karena dia hanya sekadar tahu. Orang ini belum berilmu, ia hanya sekadar tahu.

Banyak tahu bukan ciri orang yang berilmu. Bahkan banyak tahu bisa membuat orang sombong, tak mau mendengar pendapat orang lain. Ia sudah merasa tahu. Ia merasa lebih pintar. Ia merasa orang yang “open mind”. Faktanya, apa yang ia tahu hanya asyik untuk bahan ngobrol tanpa memberi pengaruh sedikitpun untuk kemajuan hidup.

Metode terbaik agar kita menjadi orang yang berilmu adalah mencerna ilmu tersebut, mendalami, menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan. Orang-orang semacam inilah yang disebut berilmu. Ia akan diangkat derajatnya oleh Sang Maha Tahu.

Tak perlu berlomba mencari banyak tahu, apalagi berusaha mencari tahu tentang gosip dan aib orang lain. Berlombalah mendalami, menghayati dan mengamalkan apa yang sudah kita tahu. Hidup itu singkat, jangan habiskan waktu hanya sekedar berburu mencari tahu. Masih banyak kebaikan yang belum kita kerjakan.

Jadilah orang yang berilmu bukan orang yang hanya sekedar tahu. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Baca Juga  Mensupport Sahabat

Share this
  • 363
  •  
  •  
  •  
  •  
    363
    Shares

15 comments On Tak Cukup Hanya Sekadar Tahu

  • Setuju, Pak Jamil. Terima kasih atas tulisan inspiratifnya hari ini. ^^
    Agar menjadi orang berilmu itu rumusnya D-H-A = Dalami, Hayati, Amalkan.
    #SalamSuksesMulia

  • CECEP SAPRUDIN

    Sangat Setuju …. Setuju Bingiiiit….

  • Sangat setuju kek…,
    Dan biasanya jika ilmu yg kita dapat tdk diamalkan maka akan cepat hilang,
    ajaibnya lagi klw ilmu segera diamalkan maka akan mengundang ilmu baru.
    BELAJAR – BERAMAL – BERBAGI…! Begitu ya kek?

  • MAntappppp…. jd ingin terus belajar dan mengamalkan …amin

  • Setuju dua kali Guru :)…tidak dikatakan berilmu orang yang tidak beramal, semoga kita termasuk orang yang komit mengamalkan ilmu.

  • setuju..banget

  • assalamu’alaikum warahmatullah pak, nama saya Ngarifin dari HIMA Matematika UM Purworejo. pengen banget mengundang bapak untuk menyemangati adik2 angkatan besok di acara MAKRAB HIMAPMA 2014. untuk tgl 11 oktober besok. kira2 untk tgl tsb bapak sudah ada agenda lain atau blum pak?. terimakasih

  • nice post #SalamSuksesMulia 😀

  • Assalamualikum kek,

    Salam kenal,
    sya ikut tes STIFFIN awal 2013 ( smpe skrg sertifikatnya blm dikirim 🙁 ),
    dari hasil tes mesin saya adalah Intuiting ekstrovert.
    tapi saya ngerasa lebih condong ke thinking karena saya nggak kreatif
    dan dari pilihan karir orang Ie, kok nggak ad yang saya banget yaa kek..

    saya baru saja baca buku ‘ON’ dan ‘TIHP’ dan saya ingin berubah menjadi orang sukses mulia.
    saat ini saya merasa hidup saya berantakan.
    2 tahun yang lalu saya resign krn uda merasa seperti zombie di kantor padahal saya belum dapet pekerjaan baru. lalu mencoba usaha laundry kiloan yang tdk saya kuasai dan sepertinya saya akan menjualnya segera.

    Mohon pencerahannya Kek, Saya benar benar ingin berubah.

    Wassalam,
    Fadil

  • Setuju bgt sama isi tulisan Pak Jamil ini..
    Ga bole trima mentah2 lalu diteruskan ke orng lain..harus dicari tau lebih dalam lagi. Biar lebih yakin dan ga cuma ikut2an. #kerON

  • mantap sekali artikelnya kek. membuka wawasan sekali. makasih berat

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer