Taatilah Aturan dengan Benar

polisi.jpg

Peraturan itu dibuat untuk ditaati bukan untuk dilanggar. Peraturan juga dibuat untuk menguji siap yang taat dan siapa yang ingkar. Dalam bahasa agama, orang yang taat itu selalu berusaha mengikuti aturan-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Taat tak boleh asal taat. Kita perlu tahu filosofinya dan juga bentuk ketaatannya. Ketaatan buta justru bisa menjadi kesalahan fatal. Cerita yang saya dapat dari mas Mukhlis, seorang pebisnis Pariwisata yang juga trainer alumni Akademi Trainer ini, bisa menjadi pelajaran.

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta tentu tahu peraturan three in one (satu mobil berpenumpang minimal tiga orang). Peraturan ini diberlakukan di jalan protokol di Jakarta pada saat jam sibuk yaitu pagi hari saat orang berangkat bekerja (jam 06.00 – 10.00 WIB) dan sore hari saat orang pulang kerja (jam 16.30 -19.00 WIB).

Nah, suatu hari mas Mukhlis harus lewat jalan Jendral Sudirman, jalan utama ibukota dimana diberlakukan peraturan three in one. Supaya tidak ditilang polisi, ia mengajak tiga temannya untuk ikut dengannya. Dia menawarkan, “Yuk ikut aku! Lumayan buat lo gratis dan buat gue tak harus bayar joki. Win-win solution bro!”

Tiga teman mas Mukhlis ini tertarik untuk ikut. Akhirnya mereka melaju menuju jalan Jenderal Sudirman. Di dalam hati mas Mukhlis berkata “Yes! Aman gue gak bakal ditilang polisi.” Namun, begitu memasuki jalan Jenderal Sudirman, mereka distop polisi. “Selamat pagi, pak. Apakah Anda tahu peraturan lalu lintas di jalan raya?” tanya pak polisi.

Dengan sigap mas Mukhlis menjawab, “Siap! Tahu, pak. Di jalan ini berlaku peraturan three in one, dan saya sudah mematuhi peraturan ini.”

“Ya, Anda betul. Tetapi Anda tetap melanggar peraturan lalu lintas,” kata pak polisi.

“Lantas salah saya apa? Kan, penumpang saya ada tiga, plus saya satu, jadi empat,” kata mas Muklis dengan mimik bingung.

“Ya, peraturan three in one itu berlaku untuk mobil bukan untuk sepeda motor Anda,” jawab pak polisi itu sambil tersenyum.

Hehehe, selamat bekerja…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

10 thoughts on “Taatilah Aturan dengan Benar”

  1. ali samsudin says:

    yaaaaaaaaa muhlis ditilang …. ya tetep ihlas wk wk wk

  2. Hahahaha….pemahaman yg salah,memalukan….jumat ceria kek:)

  3. Rahmat E. Siregar says:

    Hehehe…mas Mukhlis berada pada kondisi “taat asal taat” makanya tetap dinyatakan tidak taat.

  4. hehehe…. kalau pakai motor roda 3 boleh ya… 😀

    #wah, ada chapcha-nya sekrang ya Pak…

    1. Biar komentar bisa langsung naik mas 🙂

  5. EventJogja says:

    hahaha, meskipun sudah bisa ditebak ending nya, tapi lumayan menghibur om 😀

    1. Wah sudah ketahuan dong polanya 🙂

  6. vin says:

    tetanggaku namanya muhlisin, nanti ku tanya apa muhlis dia yang ditilang? hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.