Surga Istri Pada Ridho Suami

marriage.jpg

Tulisan untuk anak saya Dhira, kemarin, ternyata banyak mendapatkan respon dari pembaca. Ada yang kemudian bertanya kepada saya, “Mengapa taat kepada suami merupakan kunci surga? Bagaimana bila suami saya tidak sesuai harapan, masihkah saya harus taat?”

Sebenarnya dari sudut pandang agama yang saya anut (Islam) jawabannya cukup bila kita memahami sabda Rasulullah, “Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga.” (HR. At- Tirmidzi). Tambahan uraian saya berikut semoga semakin memperkuat pemahaman bahwa seorang istri memang sepatutnya taat kepada suami.

Ketahuilah wahai para istri, sejak dalam kandungan, anak-anak, remaja hingga dewasa, suamimu dibesarkan dan dinafkahi oleh orang tuanya. Namun setelah ia mulai bisa mandiri, ia menikahimu. Sejak saat itu, hampir semua energinya dicurahkan untuk mencintaimu dan membahagiakanmu.

Energi, waktu dan penghasilan yang ia peroleh lebih banyak diserahkan kepadamu dibandingkan kepada orang tua suamimu. Bahkan boleh jadi, pengorbannnya untukmu jauh lebih besar dibandingkan pengorbannya untuk orang tuanya. Padahal ia belum bisa secuilpun membalas kebaikan orang tuanya.

Cobalah renungkan, Allah SWT memerintahkan anak-anakmu untuk lebih mencintaimu tiga kali lebih besar dibandingkan mencintai suamimu. Padahal, suamimu bekerja keras mencari nafkah siang malam untuk mencukupi nafkah anak-anakmu dan dirimu. Apakah suamimu iri? TIDAK. Karena ia sangat mencintaimu dan berharap kebaikan datang kepadamu dan anak-anakmu.

Ketahuilah pula, bila kau memperoleh penghasilan, suamimu tak berhak meminta penghasilanmu. Semuanya seratus persen menjadi milikmu dan hakmu. Sebaliknya, di setiap penghasilan suamimu itu ada hakmu. Suamimu berdosa apabila tidak memberi nafkah kepadamu.

Sadarilah wahai para istri, apabila dirimu melakukan perbuatan dosa karena belum dididik oleh suamimu, maka suamimu akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Tetapi bila suamimu yang berbuat dosa, dirimu tidak akan pernah di tuntut ke neraka, perbuatan yang dilakukannya adalah tanggungjawabnya sendiri.

Wahai para istri, pahamilah bahwa suamimu sering menutupi lelah dan masalahnya karena tak ingin membuatmu sedih. Namun, walau letih dan lelah sering ia rasakan, suamimu masih menyediakan waktu untuk mendengarkan “curhatmu” keluhanmu, kesedihanmu. Bahkan setelah itu, ia menyediakan dadanya untukmu dan menghiburmu agar galau dalam hidupmu segera pergi darimu.

Tak cukupkah alasan-alasan ini untuk membuatmu taat pada suamimu? Ingatlah wahai para istri, kau tak bisa memasuki surga tanpa ridho suamimu. Bila suamimu tak sesuai harapanmu dan ia tetap menjaga untuk tak berbuat dosa, bersabarlah. Bila suamimu sudah sesuai harapanmu, bersyukurlah. Buktikanlah itu dengan rasa hormatmu, kasih sayangmu, perhatianmu dan ketaatanmu kepada suami dalam kebaikan tanpa kecuali.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

62 thoughts on “Surga Istri Pada Ridho Suami”

  1. Denni Candra says:

    Walau ada perasaan bangga menjadi seorang suami tetapi juga terselip rasa khawatir apakah diri ini sudah menjadi suami yang sepenuhnya mendidik dan memimpin keluarga seperti yang diajarkan dalam Islam. Terimakasih untuk tulisannya inspiratifnya pagi ini kek, sebagai bahan renungan dan introspeksi diri … πŸ™‚

    Salam SuksesMulia

    1. Mari kita merenung mas, saya juga lagi terus berbenah agar bisa menjadi suami yang baik

  2. Anggit Setyaningsih says:

    Subhanallah..semoga kelak bs menjadi istri yg taat pada suami, dan bs mendapatkan suami yg bisa disyukuri πŸ™‚

    1. Saya yakin dikau bisa, ayo cari dulu calon suaminya πŸ™‚

  3. Rosa Herdiansyah says:

    Subhanallah…semoga saya bisa menjadi suami yang bisa ditaati oleh istri.

    1. Mari berlomba memantaskan diri

  4. ORA DADI OPO says:

    SukrON kek tambahan ilmu dalam berumah tangganya. Ini menjadikan bekal saya unt memantaskan diri menjadi calon suami yg pantas unt ditaati oleh istri saya nantinya.
    Tulisan kakek JAmil pagi ini pastinya sangat bermanfaat unt pembaca setia web ini.
    Nanti akan ku sebarkan ya kek tulisan ini?biar kawan-kawan saya yg lg uring2an sama suami atau lg bete sama calon suaminya membaca ini. πŸ™‚

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    ΰΈ‡^β€’^ΰΈ‡
    >Tulungagung

    1. Silakan disebar mas, niatkan berbagi ilmu dan ibadah

      1. Alhamdulillah sdh kek | πŸ˜€

  5. heri smile says:

    Taat pd suami = surga
    Allah Mahaadil
    semoga kita semua bersama di surga-Nya.Aamiin
    Doaku untuk guru dan sobat semua

    1. Anggit Setyaningsih says:

      Apa kabar pak? Sy lg ada proyek di jogja ni.. Kapan2 bs ketemu dong πŸ™‚

      1. heri smile says:

        sampe kapan mbak?

    2. Mari saling mendoakan πŸ™‚

  6. ORA DADI OPO says:

    SukrON kek tambahan ilmu dalam berumah tangganya. Ini menjadikan bekal saya unt memantaskan diri menjadi calon suami yg pantas unt ditaati oleh istri saya nantinya.
    Tulisan kakek JAmil pagi ini pastinya sangat bermanfaat unt pembaca setia web ini.
    Nanti akan ku sebarkan ya kek tulisan ini?biar kawan-kawan saya yg lg uring2an sama suami atau lg bete sama calon suaminya membaca ini. πŸ™‚

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    ΰΈ‡^β€’^ΰΈ‡
    >Tulungagung

  7. Imam says:

    Hadits tentang menaati suami, yang mas Jamil kutip dalam tulisan kemarin, sangat baik jika diingat-ingat dan dilaksanakan oleh ISTRI: β€œJika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.”(HR. Ahmad nomor 1661).

    Sedangkan SUAMI seharusnya mengingat-ingat dan melaksanakan pesan hadits yang ini: “Nabi saw bersabda, Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap istri dan keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istri dan keluargaku. (HR. Tirmidzi)”

    Kata pak ustadz, kalau suami istri komit (bukan cuma komat kamit) menjalankan pesan dari Rasulullah tsb, insyaAllah rumah tangga akan tentram dan bahagia.

    1. Om Imam terima kasih tambahan ilmunya sipp terus berlatih dan berbenah

  8. AIGunawan says:

    Semoga saya senantiasa bisa menjadi Suami yang selalu ridho kepada istri

    Salam PemimpinMulia

    @gunawanagumi

  9. basith says:

    Biasanya atas tulisan yai jamil saya sepakat tok, sami’na wa atho’na ,klo kt org madura noro’ buntek, tp atas tulisan yg ini saya agak berbeda pendapat, saya dlm polisi berfikir bhw laki2 dan perempuan dlm posisi setara tdk dlm posisi perempuan/ istri subordinat laki2, surat annisa yg mnjelaskan posisi suami sbg pemimpin saya sepakat atas penafsiran bu shinta nuriah gus dur bhw laki2 sbg pemimpin adl dimaknai sifat ,bkn jenis kelamin , sepuntene yai menawi kulo beda pendapat

    1. Bagus beda pendapat itu membawa hikmah. Saya malah suka ada beda pendapat. Itu pertanda saya tidak dikultuskan, dan saya suka itu. Tulisan ini konteksnya buat perempuan. Sebagai lelaki kita tidak hanya harus menghormati istri tetapi juga memuliakan istri dan menjaga istri

      1. kecuali Aisiyah ya Kek.. justru karena dia melawan suaminya, si Firaun, maka ia menjadi perempuan, isteri, yang dijanjikan surga… coba kalau dia manutt saja sama suaminya si Firaun itu, pastinya dia masuk ke jurang neraka juga… maka selamatlah ia karena tidak taat pada suaminya… barakallah

  10. terima kasih pesan pagi ini kek…semoga kelak saya bisa taat kepada suami dan bisa memperoleh jannahNYA..
    doakan agar segera Allah kirimkan suami yang sholeh ya kek…

    1. Insya Allah segera dapat, saya kirim doa ya

  11. syarifudin says:

    Subhanallahu ..

    *tercengang*
    Gak bisa ngomong apa2 kek ..
    Air mata nya terus ngalir ..
    Walopun sya belum menjadi suami, tp ngena banget tulisan nya …

    Semoga Allag menjadikan sya dan smua laki2 yg belum menikah menjadi suami yg bsa menjaga istri dunia dan akherat …
    Aamiin ..

    Boleh salaman dan peluk gak kek ..
    :'(

    Tengkyu so much ….

    1. Ayo segera cari bidadarinya πŸ™‚

  12. Menaati suami tanpa syarat.
    Barakallah kakek ….

    1. Sibuk boleh tapi tetap minta restu suami

      1. Mira says:

        Siap kek, justru itu kunci surgaku.

  13. Uus Rahmat Wusana says:

    Subhanallah walhamdulillah, terima kasih pencerahannya pagi ini Pak Jamil Azzaini. Mohon doa semoga saya bisa menjadi suami yang berkarakter dan Allah selalu melimpahkan energi positif kepada Bapak agar selalu bisa menginspirasi dan mencerahkan para seuami di muka bumi ini…amiin!

    1. Saling mendoakan mas, saya juga sedang terus berlatih

  14. Karmilasari says:

    Terimakasih kakek, sudah mengingatkan. Mata saya berkaca-kaca membacanya. Teringat sangat sedikit rasa syukur saya pada Allah telah dikaruniai suami yang baik.

    1. Segera berbenah, mohon maaf dan segera tingkatkan hubungan kasih sayangnya

  15. zahra says:

    Makasih kek artikelnya, jd sadar betapa besar pengorbanan suami untuk saya dan anak2. Jadi tambah sayang dan ingin jadi istri yang diridhoi suami.

    1. Salam buat suaminya ya

  16. IndarWiharjo says:

    Memang wanita (istri) harus taat kpd suami. Demikian juga laki2 (suami) harus memenuhi kewajiban sbg laki2. Menurut saya kedudukan suami dan istri adalah sama, tdk ada yg lebih utama kedudukannya. Ibarat tubuh kita wanita (isteri) adalah otak kita dan laki2 (suami) adalah jantung kita. Semua saling mendukung untuk berlangsungnya hidup. Terimakasih.

    1. Yes, setuju. Tosss

  17. gugi manggara says:

    Remind ttg Ijab Pernikahan :

    Bismillah,,,
    Untukmu para akhi, suami dan calon
    suami…
    Ketika suatu saat dirimu akan menikah dgn
    seorang wanita, ataupun saat ini kau sdh
    terikat dlm sebuah pernikahan.
    Tentunya pernikahan itu melewati proses
    AKAD-NIKAH bukan?
    Yang intinya berbunyi ;
    ”aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia
    dengan Mas Kahwinnya ,,,,,,,”
    Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan
    makna ‘perjanjian/ikrar” tersebut ?
    ”maka aku tanggung dosa2nya si dia dari
    ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia
    lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia
    meninggalkan sholat. Semua yg
    berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan
    bukan lagi orang tuanya yg menanggung,
    serta akan aku tanggung semua dosa calon
    anak2ku”.
    Jika aku GAGAL?
    ”maka aku adalah suami yang fasik, ingkar
    dan aku rela masuk neraka, aku rela
    malaikat menyiksaku hingga hancur
    tubuhku”.
    (HR. Muslim)
    Duhai para istri,,
    Begitu beratnya pengorbanan suamimu
    terhadapmu, karena saat Ijab terucap,
    Arsy_Nya berguncang karena beratnya
    perjanjian yg di buat oleh manusia di depan
    RABB nya, dgn di saksikan para malaikat dan
    manusia, maka andai saja kau menghisap
    darah dan nanah dari hidung suamimu,
    maka itupun belum cukup untuk menebus
    semua pengorbanan suami terhadapmu.

    Silahkan share bila bermanfaat,,;)(y)

    1. Merinding, terima kasih ya

  18. dnur77 says:

    Alhamdulillah…semoga bisa menjadi suami dan kepala keluarga yg diridhoi ALLOH….Amiin

  19. andriani says:

    ijin share ya…. makasih πŸ™‚

    1. Silakan dengan senang hati

  20. Meixy Pratiwi says:

    Subhanallah..
    Smga saya bisa jdi istri solehah nanti nya..
    Terharu bgt baca nya..
    *nangis*

    1. Jika berpikir bisa, insya Allah pasti bisa sambil terus berusaha

  21. rasanya ada yang hilang kalau tidak baca web ini tiap harinya..

    subhanallah.. baca ini saya jadi bersemangat untuk memantaskan diri menjadi suami yang ditaati oleh istri sepenuh hati bukan karena terpaksa.. makasih Kek atas inspirasinya

    1. Tumben telat komantar, hehehe. Didoakan

      1. Makasih Kek..

        lagi sibu di dunia nyata πŸ™‚

  22. Hamba Allah says:

    Subhanallah alhamdulillah ya Allah Engkau telah menggerakkan hatiku untuk membaca artikel ini, semoga baik yang membaca maupun yang menulis artikel ini selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin. Terima kasih mas Jamil.

    1. Sama-sama, silakan disebarluaskan πŸ™‚

  23. Henry says:

    Tulisan kakek selalu menggetarkan hati, matur suwun kek

  24. Ririn Qolbi says:

    Alhamdulillah, diingatkan betapa luar biasanya suami saya.. Terima kasih kek, harus lebih semangat untuk memantaskan diri jadi wanita sholiha perhiasan terindahnya kek…

    1. Salam kenal buat suami tercinta

  25. sundari polla says:

    subhanallah…kek kalau suami belum mengijinkan istrinya untuk memakai hijab bagaimana ya? Sedangkan si istri meminta ijinnya sdh cukup lama…

    1. Tak ada ketaatan dalam maksiat

  26. lila says:

    ijin share di blog saya ya kek.

    1. Dengan senang hati, silakan

  27. Subhanallah banget… Semoga bisa menjadi istri yang menenangkan hati suami, bisa saling mengisi satu sama lain untuk kebahagiaan dunia akhirat. Semoga Allah mengganjar pahala yang berlipat buat pak Jamil atas nasihatnya dalam bentuk tulisan,,,

    1. Salam buat suaminya ya

  28. sitisiti says:

    hikss…makasih kek diingatkan, makknyesss rasanya ke hati. masih harus banyak belajar jadi istri yg hebat dan taat utk suami.

    1. Keinginan untuk terus belajar adalah hal yang luar biasa

  29. Semoga saya dijadikan pemimpin (keluarga) orang-orang yang beriman,,,

  30. lilis says:

    Bagaimana dg suami yg memberi nafkah jarang2 dan selingkuh hingga minta poligami? Bagaimana sy hrs bersikap?

  31. habibullahalamin says:

    Ya Allah betapa susah memjadi suami baik

  32. kusrini says:

    Utk suami yg tdk seperti uraian p.jamil diatas gimana dong..mesti diapain ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.