Surat untuk Anakku Hana

Hana anakku yang cantik dan cerdas, selamat ya nak telah menjadi salah satu lulusan terbaik di SD Pelita Insani yang diumumkan saat acara perpisahan sekolah. Perpisahan SD adalah waktu yang sangat berharga buatmu. Hana akan berpisah dengan guru-guru hebat yang telah enam tahun menemanimu. Hana juga akan berpisah dengan teman-teman terbaikmu yang terkadang membuat kamu menangis dan juga tersenyum.

Bapak tahu, acara itu sangat berkesan bagi dirimu, apalagi Hana juga tampil menyanyikan dua buah lagu. Saat gladi resik hari Jumat, bapak menonton penampilanmu. Bapak merinding dan juga menangis haru melihat penampilanmu. Bapak semakin bangga dan sayang kepadamu anakku.

Bapak minta maaf, justeru di hari bersejarahmu bapak tidak berada di tempat itu. Bapak harus memberikan seminar di Medan. Walau sehari sebelumnya bapak sudah menemanimu saat gladi resik, membawamu jalan-jalan hingga malam, bapak yakin itu tak akan cukup mengobati kecewamu. Maafkan bapakmu anakku.

Sepanjang perjalanan menuju bandara bapak terus meneteskan air mata.  Saat di bandara, bapak berdiam di kamar mandi menangis tiada henti menyesali kebodohan bapak mengatur jadwal seminar. Saat menulis surat ini di atas pesawat, bapak juga terus menangis, bapak tak peduli dengan orang-orang di sekitar bapak. Walau bapak yakin air mata bapak tak akan menggantikan kecewamu.

Anakku, bapak memang tidak hadir di tempat perpisahan tetapi ketahuilah hati dan cinta bapak ada di situ. Bapak mendapat kiriman langsung foto-fotomu dari Ibu Sofie. Bapak juga mendapat cerita-cerita menarik tentangmu dari mama Ria. Bapak tidak ada di situ tapi merasakan kehebatan anakku. Bapak semakin mencintaimu.

Hana anakku yang selalu kurindu, bapak harap ketidakhadiran bapak tidak mengurangi semangat mengejar cita-citamu. Hana pintar dan cerdas. IQ Hana 140. Hana akan menjadi wanita hebat yang bisa memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Hana juga harus berusaha untuk terus menjadi kekasih Allah. Ingatlah kehidupan terbaik SuksesMulia yang selalu bapak ajarkan kepadamu.

Perjalanan hidupmu masih panjang. Percayalah, di sisa perjalanan hidupmu bapak akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakanmu. Bapak ingin, kehebatanmu di masa depan karena mendapat pelukan, curahan cinta dan perhatian sepenuh hati dari bapak.  I miss you selalu.

Yang selalu mencintaimu,

Bapak Jamil

Keterangan foto:
Hana menerima penghargaan dan ucapan selamat sebagai menjadi salah satu lulusan terbaik di SD Pelita Insani, Bogor.

Bagikan:

17 thoughts on “Surat untuk Anakku Hana”

  1. Naila Saadah says:

    Subhanallah … entah kenapa its so touchy at all ^^ *ngusap air mata*

    Sukses selalu dek Hana ..

  2. AGNEE BASUKI says:

    waaahhh, bapak ini so sweet sekali sama buah hatinya.. sukses untuk keluarga 🙂

  3. Firman says:

    selamat buat hanna.

  4. @mekoh says:

    Malu saya baca tulisan Guru.

    Saya sangat jarang hadir di acara sekolah anak-anak saya, istri saya lah yang selalu hadir.

    Mungkin anak-anak saya juga menginginkan saya hadir, agar mereka bisa memperkenalkan saya kepada Guru dan teman-teman sekolahnya.

    Sebaliknya saya kagum akan perhatian dan sayang Guru kepada anak-anak dan keluarga.
    Sangat Patut untuk dijadikan Contoh oleh kita para Bapak.

    Terima kasih Guru dan Selamat untuk mba Hana ya…

  5. demas says:

    Nama anakku juga Hana, sekarang kelas V SD, berharap tahun depan bisa hadir….menyaksikan kehebatannya…

  6. amanda says:

    Subhanallah.., nyaris ga percaya kl trnyta mmg bnr ad sorg bapak γƍ sprti pak jamil. Andai q jg pny bpk γƍ sprti beliau.., pasti q anak γƍ berbahagia.. 🙂

  7. Bang Tono says:

    Good luck untuk dek Hana.lanjutkan perjuanganmu, gapailah mimpi-mimpimu.. smga mnjadi generasi yang cerdas, beriman dan bertakwa hingga menjadi sukses mulia. menjadi kebanggaan orang tua, bangsa, negara dan agama. Amin..!

  8. ima says:

    Begitu lapang membaca isi surat bapak kepada anak,tak terasa air mata menetes dan sedih tapi bangga bisa ambil pelajaran hidup,sukses selalu pak

  9. Wah, membaca surat ini, mgkin sperti ini rasanya mnjadi seorang ayah utk putri kecilnya yg beranjak tumbuh..
    “bapak memang tidak hadir di tempat perpisahan tetapi ketahuilah hati dan cinta bapak ada di situ” #mnyentuh hati 🙂

  10. Denny Dachlan says:

    Mas JA,
    Sy jd ikut nangis..
    Semoga pengorbanan Mas JA, utk kebaikan anak2, terwujud. Aamiin..

  11. gun gun says:

    Pak Jamil, spechless … terimakasih telah berbagi Pak, dan mengajarkan saya pentingnya memberi yg terbaik buat anak …

    salam SuksesMulia

    http://proposalmushola.blogspot.com/

  12. yat says:

    Subhanallah… tp kok pakaian anaknya g syar’i pak? Udh baligh kan..

  13. hemmmm, bener-bener seperti nasehat seorang kakek kepada cucunya…. luarbiasa! salam kanan! hehe

  14. riri says:

    Assalamualaikum wr wb. bapak Terima kasih ceritanya, saya bacanya sambil nangis.. *wah kok saya berasa jadi Hana. salam u Hana ya bapak. dari riri di Padang.

  15. Hardito Wasono says:

    speechless.. ..

  16. Toko amesin says:

    Semoga kami bisa meniru kebaikan bapak ajamil. Amin.

  17. Bambang says:

    🙁
    Just..cry..
    Jd..kangen..bpk..:(

Leave a Reply

Your email address will not be published.