Super Leader, Not a Good Leader

tangan.jpg

Super leader adalah seorang pemimpin hebat, yang biasanya menjadi sosok yang sangat diandalkan dalam organisasi karena memiliki gagasan-gagasan yang cemerlang. Super Leader biasanya merupakan orang yang sangat capable di bidangnya dan memiliki kemampuan mengarahkan orang lain dengan sangat baik.

Tetapi organisasi atau perusahaan di era yang sangat dinamis seperti saat ini tidak cukup jika hanya memiliki super leader. Ini karena perusahaan dituntut untuk bukan sekadar memiliki pemimpin yang hebat, namun juga mampu memberdayakan kemampuan seluruh anggota tim dengan sama baiknya.

Kok, super leader tidak cukup? Ya, karena super leader ibarat lokomotif yang bisa menarik banyak gerbong kereta api. Lokomotif yang menarik, gerbongnya hanya mengikuti saja. Dan Anda tahu, disain kereta api semacam ini tidak bisa menghasilkan kecepatan sesuai yang kita inginkan.

Ternyata, kereta api bisa mencapai kecepatan optimal (lebih dari 300 km/jam) kuncinya bukan terletak pada kekuatan lokomotifnya tetapi pada kekuatan penggerak di setiap gerbongnya. Begitu pula yang terjadi di perusahaan atau organisasi. Super leader ibarat lokomotif yang menarik gerbong, ia terkadang harus bekerja sendiri. Melelahkan…

Tugas leader yang utama selain mampu menjadi lokomotif ia harus mampu membuat setiap gerbong bergerak mengikuti arah lokomotif. Begitulah tugas leader, menentukan arah, menggerakkan dan menjaga keseimbangan tim. Kalau yang ingin mnguasai hal ini, silakan undang Kubik Training ke perusahaan Anda. Hehehe… Win-win solution.

Ada sebuah ungkapan ketika Michael Jackson meninggal yang berbunyi, β€œMega star is dead, now everybody can be a star.” Sekarang bukan lagi zamannya orang menjadi bintang sendirian, tapi inilah saatnya dimana semua orang bisa menjadi bintang. Mau?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Super Leader, Not a Good Leader”

  1. anik wijayanti says:

    Kuncinya bukan terletak pada kekuatan lokomotifnya tetapi pada kekuatan penggerak di setiap gerbongnya. Analoginya seperti kereta shinkanzen ya kek. Belum pernah naik sih, tapi katanya begitu… Inspiratif. TOP kek πŸ™‚

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya pernah naik di Jepang. Ngebut bingit πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published.