Sumber Ketidakbahagiaan

Bulan ini jadwal seminar atau training saya tidak terlalu padat, hanya  sembilan belas sesi, 3 diantaranya di Jepang. Kesempatan ini saya gunakan untuk bertemu dengan banyak orang. Saya ingin meningkatkan hubungan sekaligus berguru dan belajar dengan mereka. Bagi saya, semua orang adalah guru, semua orang sumber ilmu.

Dari berbagai pertemuan itu saya mendapatkan banyak pelajaran. Salah satunya adalah tentang sumber ketidakbahagiaan. Memang kebahagiaan dan ketidakbahagiaan adalah sesuatu yang abstrak dan sulit diukur. Tetapi itu ada dan nyata. Ibarat cintanya orang bisu: Ada, terasa, namun tak terkatakan.

Pertemuan dengan orang yang berhasil maupun gagal dalam bulan ini telah membuat saya mengerti apa saja yang menjadi sumber ketidakbahagiaan. Bila dirinci cukup banyak, tetapi dalam kesempatan ini saya hanya menyampaikan penyebab utama dari ketidakbahagiaan.

Pertama, perbuatan maksiat. Orang-orang yang berbisnis dengan cara yang tidak fair dan kotor, hidupnya selalu gelisah. Sebelum tidur mereka berpikir, “Wah, karyawan saya ditangkap polisi atau tidak ya hari ini?” Pikiran lain yang mengganggu, “Wah, kalau saya masuk penjara, masa depan anak dan istri saya siapa yang menanggung?” Perbutan maksiat telah membuat pelakunya gelisah hidupnya yang berdampak kepada pengambilan keputusan yang buru-buru, ngawur dan cenderung emosional.

Kedua, penghasilannya lebih kecil dari pengeluarannya. Berapa penghasilan Anda setiap bulan? Berapa pengeluaran Anda setiap bulan? Apabila ternyata penghasilan tidak mampu menutupi pengeluaran Anda, segera bertindaklah. Jangan biarkan kondisi ini berlangsung lama. Segera tingkatkan penghasilan dan periksa pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Pangkaslah pengeluaran yang tidak perlu.

Ketiga, menghabiskan waktu untuk hal yang tidak produktif. Menonton televisi awalnya untuk hiburan. Tetapi apabila Anda kemudian ketagihan dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi, ketahuilah itu juga sumber ketidakbahagiaan. Periksa kembali kebiasaan rutin Anda, mana yang tidak produktif coret dan tinggalkanlah. Kebiasaan yang baik dan berdampak positif bagi hidup Anda saat ini dan masa depan tingkatkan dan kembangkanlah.

Amatlah rugi bila hidup yang sebentar ini Anda tidak bahagia. Bersegeralah membuang sumber-sumber ketidakbahagiaan agar hidup Anda semakin asyik untuk dinikmati. Bahagia itu amatlah mudah. Bahagia itu nyata. Bahagia itu amatlah dekat dengan Anda. Bahagia itu ada di pikiran, hati dan kebiasaan Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

24 thoughts on “Sumber Ketidakbahagiaan”

  1. mantap sekali kek

    mulai koreksi diri

    @dr_want

  2. gun gun says:

    Inspiratif ! thanks pak jamil … kalau boleh saya tambahkan, bahagia itu saat ini (sekarang), sukses itu nanti, jdi berbahagialah sjak dini ! kalau akhirnya belum sukses, tetap bahagia (positif thinking), kalau akhirnya mencapai sukses akan jauh lebih bahagia !

    http://proposalmushola.blogspot.com/

  3. Fitri Meutia says:

    Siap laksanakan Pak! Proposal hidupnya udah dipersiapkan, tinggal komitmen utk menjalankannya…Ditunggu inspirasi Makelar Rejekinya di Medan ya Pak! πŸ™‚

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Sllu membuat hidup ini bahagia krn bahagia itu bisa ‘diciptakan’.
    Bahagia itu sederhana πŸ™‚

  5. Nova says:

    Salam….

    Mantaf sekali inspirasi nya,,

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  6. pety puri says:

    betul Pak, saya bersyukur TV saya rusak di kosan, jadi saya tidak lagi tertarik untuk menyimak gosip para artis yang tidak penting πŸ™‚

  7. vita saptaria says:

    Betul bgt pak,saya merasakan point yg ke-3.Total jam kerja saya 7,5 jam sehari tetapi efektif saya kerja hanya 1 jam. Gaji lumayan tapi rasa ada yang kurang.
    Bahagia tak dapat dinilai dgn uang.

  8. mekoh1268 says:

    Waduh….

    Bener Banget Tuh apa kata Guru…

    Harus Saya Diskusikan nih sama istri…

    Tks Guru Masukannya Hari ini.

    Salam Sukses Mulia.

  9. Em You says:

    tul banget Guru Besar..
    juga salah satunya sumber ketidakbahagiaan tidak bersyukur dengan karunia Allah..

  10. ida busana says:

    bner banget pak…
    saya akan lebih produktif dan membuat hidup saya lebih bahagia lg ..
    dan mohon do’a nya untuk sukses nya pembukaan cabang ida busana yang kedua…amin…

  11. membuang sumber ketidakbahagiaan dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya sumber kebahagiaan..amar makruf nahi munkar ya Kakek..:D

  12. Su'udah Yusuf says:

    siip….siip….makasih ustad guru…

  13. apipcinta says:

    Allah telah memberi petunjuk dengan Alquran dan Hadist, InsyaAllah selama hidup mengikuti jalan-Allah, maka hidup akan bahagia dunia dan akhirat, terimakasih Pak Jamil sudah berbagi..

  14. Cecep Saprudin says:

    Siap sikirkan sumber ketidakbahagiaan …

  15. Pipin_Pringsewu says:

    Wah..benar sekali Pak Jamil.
    Sama persis seperti apa yang saya dengarkan kemarin di acara Pengajian Bulanan di kantor Pak.

    Semoga kita semua dapat menikmati kebahagiaan yang saat ini dikaruniakan dari Allah untuk kita semua..aamiin..

    Bersyukur itu adalah sumber dari kebahagian kita.

    Salam Sukses Mulia..

  16. Emir says:

    Hey,

    Pak Jamil, kalau menurut saya sumber ketidakbahagiaan yang terbesar adalah rasa kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki.

    Banyak orang yang berpikir “seandainya saya….. pasti saya bahagia” atau “dia enak, bapaknya kaya” atau “kalau saya di posisi dia pasti saya bahagia” dan juga “dia enak, duitnya banyak” itu adalah hal-hal yang membuat seseorang kurang atau tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya dan membuat ketidakbahgiaan kepada dirinya.

    Saya membuat satu tulisan mengenai hal ini di http://emirzakiar.blogspot.com/2012/03/hey-smile-gorgeous.html

    Tulisan tersebut berisi cerita yang menurut saya dapat menggugah hati pembaca dan semoga menginspirasi.

    Have a Grateful Day
    -EZ

  17. andika says:

    “bahagia” termasuk didalamnya barangkali… ketika mampu & berupaya untuk menjalankan seluruh perintah Allah termasuk didalamnya adalah ‘dakwah’ amar ma’ruf nahi mungkar kepada orang lain tanpa pilih-pilih ayat-ayatNya…
    tulisan yang sangat mencerahkan mas Jamil… trims

  18. Kebahagiaan itu sederhana, kebahagiaan itu mudah, kebahagiaan itu ada dalam diri kita.

    Namun tidak semua orang bisa mengecapnya, tidak semua orang bisa merasakannya diakibatkan oleh kebiasaan-kebiasaannya.

    Semoga kita semua bisa mengecap kebahagiaan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang membahagiakan.

    Salam SuksesMulia

    Sent via: http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/05/24/ayah/

  19. Fajar says:

    “semua orang adalah guru, semua orang sumber ilmu” –> bener banget. makasih ilmunya pak πŸ™‚

  20. Akhad says:

    Mantbs gru,it yg pernh ana rasa. Tmbhan tmen d ats bhw tdk brsykr adlh slh st smbr g bhgia,sunggh tmbhn yg mengna.mksh gru

  21. Makasih kek Guru,
    jadi makin sadar berbuat lebih baik lagi.
    Smoga bisA jadi generasi #SuksesMulia Aamiin

  22. ning says:

    ijin share pak, nuwun

  23. Tami says:

    Btul sekali Pak…
    Saya akan praktekan…

    B)

  24. Zi says:

    Sebaaliknya, sumber kebahagiaan yg utama adalah ketaatan kepada Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω‡Ω Yang Maha Membahagiakan, krn sungguh, ketenangan hati dan kebahagiaan hanya Dia semata yang mampu memberikan. Betul? : )

Leave a Reply

Your email address will not be published.