Stres Nasional

justrelax.jpg

Banyak hal yang bisa membuat kita mengalami stres (tekanan pikiran dan hati). Saat stres, yang muncul adalah kegelisahan, kegundahan, dan ketidaknyamanan. Apabila itu berlangsung lama kita bisa menjadi orang yang mudah emosi, pemarah dan sangat tidak rasional. Setiap orang pasti pernah stres, termasuk saya, mulai dari yang ringan hingga yang kronis.

Saat ini salah satu penyebab stres adalah membaca time line twitter para pendukung calon presiden yang sangat fanatik. Mereka saling menyerang dengan bahasa yang kasar bahkan terkadang berlebihan. Bukan hanya akun orang biasa, orang-orang yang sebelumnya cerdas dan santun serta berpendidikan juga terbawa saling mencela dan menghina.

Belum lagi berita di televisi yang sangat mencolok. Ada televisi yang mendukung kandidat nomor satu, ada pula televisi yang habis-habisan mendukung kandidat nomor dua. Karena dukungan yang berlebihan ini ada beberapa orang yang jenuh dan justru beralih mendukung kandidat yang lain. Sesuatu yang berlebihan memang tak baik.

Melihat fenomena ini, banyak dokter dan psikolog yang SMS dan mention akun twitter ke saya dengan bahasa yang senada. “Pak, membaca twitter dan facebook serta menonton berita di televisi saat ini pasti banyak orang yang stres dan bingung. Yang lebih parah mereka stres tapi tidak sadar. Tolong bantu ingatkan, pak.”

Alhamdulillah, saya termasuk yang menyadari bahwa semakin sering membaca status twitter para pendukung yang fanatik akan membuat saya stres. Maka, untuk sementara waktu, saya tak mengikuti time line mereka di twitter. Begitu pula berita yang berlebihan tentang kandidat salah satu presiden di televisi yang membuat saya “muak” menontonnya, sehingga sementara ini saya tak mau menonton berita yang berhubungan dengan kandidat presiden.

Jangan biarkan sampah-sampah informasi masuk ke dalam pikiran dan hati Anda karena itu akan merugikan Anda. Waspadalah, semakin banyak sampah informasi yang ada di dalam diri kita akan membuat pikiran tidak jernih dan hati kita semakin sakit. Bila hal itu terjadi, pada hakikatnya kita stres tapi tidak kita menyadarinya. Mari kita jauhkan negeri kita dari bencana stres nasional. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

17 thoughts on “Stres Nasional”

  1. Ora Dadi Opo says:

    Setuju banget kek Jamil. Jd nggak banget deh klo ada acara tv yg memberitakan ttg capres…

  2. Ora Dadi Opo says:

    Setuju banget kek Jamil. Jd nggak banget deh klo ada acara tv yg memberitakan ttg capres…
    Mending nyimak tulisan kek Jamil aja yg pasti Super KerON 🙂

  3. Charwie Teddy says:

    Betul banget, Pak. Sy sampai sakit perut kl baca timeline twitter. Apalg teman sy timses salah satu capres. Luar biasa kl sdh komen. Semga semua bisa mengendalikan diri, tdk memancing emosi massal.

    1. Hayo sebagai teman tugasnya mengingatkan 🙂

  4. dnur77 says:

    Alhamdulillah……syukur masih ada yg selalu mengingatkan…
    betul KEK Jamil….makanya sy skrg jarang lihat berita….lebih asyik baca webnya Kek Jamil….

    1. Asyik, silakan disebarluaskan 🙂

  5. Aji says:

    Pilih yang paling sedikit mudharatnya kek, jangan stres.. Have a nice Monday 🙂

    1. Ada pilihan ke 3, 4 dst khan ya? Hehehe

  6. ali samsudin says:

    setuju kek, orang cerdas dan santun mestinya tidak buang “sampah” sembarangan

    1. Kata-kata yang menarik mas

    2. cahkebuemn says:

      kata-kata nyeleneh yang aku update di twitter pagi ini ya kata-kata mas ali samsudin ini 🙂

  7. hermansyah says:

    Betul kek jamil,sy setuju. Jaga kebersihan pikirandn hati dari. “Sampah”informasi,jika tidak, kita yang merugi.

  8. Mantaft makasi kek Jamil, syukron..

  9. esty s prani says:

    Sy salah satu org yg jd males ntn tv krn berita’y soal capres trus, bikin. Sy pusing liat org” yg sll cr muka sm rakyat s’indonesia
    Mendingan sy buka youtube’y ustad felix siauw, bnyk manfaat’y bwt sy hehehe..

  10. Artikel ini sama dengan yang saya alami. Saya pernah deman & sakit kepala yang sangat berat pada malam hari karena mengingat betapa banyaknya berita tentang capres dan kelakuan pendukungnya. dari facebook, twitter, situs humor, televisi dsb

    Sumpah pak, saya pusinggggggg

Leave a Reply

Your email address will not be published.