Statement Provokatif

MisriadiTerkadang butuh pernyataan provokatif atau pesan yang memuat intimidasi untuk bisa menyemangati dan mendorong diri sendiri atau orang lain untuk bergerak ke arah yang lebih baik, pernyataan itu bisa berasal dari orang-orang lain, bisa dari orang tua, atasan di kantor, mentor, role models atau orang-orang yang dikagumi atau dari siapapun yang pernyataannya bisa membuat orang lain bergerak positif dan bertumbuh. Pesan itu bisa jadi datangnya dari mana saja, dari orang-orang biasa pun juga terkadang bisa membuat kita tergerak untuk berubah menjadi lebih baik.

Teringat ketika tanpa sengaja berbincang dengan seorang tukang parkir yang bekerja di masjid di dekat kantor, sebuah kalimat makjleb yang membuat saya tersadar dan tergerak bahwa hidup itu tidak boleh angkuh dan sombong, kalimat sederhana waktu itu dari dia “kadang saya heran mas melihat orang-orang sekarang, baru sukses dan kaya sedikit sudah menganggap orang lain itu kecil semua, harusnya mereka belajar ke tukang parkir seperti saya meski punya banyak mobil tapi tidak pernah sombong karena kami sadar bahwa harta itu hanya titipan sementara ke kami…hahahaha benar kan mas? sambil tertawa lepas tanpa beban

Spicer Johnson memprovokasi dengan jargonnya yang terkenal “berubah atau punah”, beberapa sahabat saya menyemangati teamnya dengan seruan “kill or be killed”, atau kalimat keramat para pejuang kemerdekaan dahulu yang jika dicamkan mendalam akan membuat merinding dan menggelorakan nasionalisme “merdeka atau mati”

Lebih sederhana lagi mendengar pernyataan provokasi dari seorang wanita yang lagi menjalin hubungan dekat dg pria idamannya kurang lebih begini “Menikah atau Putus sampai disini”….. hehehehe (ini bukan pengalaman pribadi), atau saat nonton sinetron/film-film di TV ketika ada adegan perampok yang lagi beraksi kalimat provokasinya bisa seperti ini “harta atau nyawa”, atau ketika kita membaca tagline perusahaan2 jasa yang mendeklarasikan tagline provokatif “Ontime or Free” atau “Now or Never”. Penggambaran dari kalimat-kalimat provokatif di atas memaksa pihak yang menjadi objek untuk mengambil aksi jika tidak dilakukan maka resiko atau “punishment” sudah terang didepan.

Jika diminta untuk memprovakasi positif untuk menggerakkan diri sendiri atau orang lain, jargonnya seperti apa?

Tahun ini sebuah kalimat provokatif favorit yang menggerakkan saya untuk menjadi pribadi yang harus lebih baik setiap hari dari guru saya sekaligus role models yang selalu saya kagumi Kek Jamil Azzaini : “Ingat Mas…HIDUP ITU HARUS BERTUMBUH!”

#tsalamtsemangatselaluhangat

@misriadi_mise

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.