Spiritual Safety

Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Banyak perusahaan yang menetapkan kebijakan zero accident (tanpa kecelakaan). Faktanya, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan menurunkan tingkat kecelakaan, padahal berbagai training seputar safety sudah berulang-ulang dilakukan. Menurut saya, selain aspek profesional, di dalam dunia bisnis kita juga perlu memperhatikan aspek spiritual.

Untuk menurunkan angka kecelakaan, selain berbagai upaya profesional dilakukan baik melalui training, disiplin terhadap SOP dan sejenisnya, perlu juga dilakukan hal-hal yang sifatnya spiritual. Dengan kata lain, perlu ada Spiritual Safety. Untuk itu, kita perlu mengenali beberapa prinsip dalam spiritual safety.

Pertama, libatkan Sang Maha Kuasa dalam bekerja. Menurut agama yang saya anut (Islam), bekerja itu adalah ibadah, tentu apabila bekerjanya ikhlas karena Allah swt dan cara bekerjanya benar. Orang yang terdorong melakukan pekerjaan dengan benar tentu berpeluang besar selamat dibandingkan orang yang asal-asalan saat bekerja. Orang-orang ini mengawali pekerjaanya dengan berdoa, saat bekerja mentaati SOP yang sudah ditetapkan, usai bekerja ia mengucap alhamdulillah.

Kedua, bersihkan hati. Sesungguhnya hati yang gelisah itu menurunkan kualitas pekerjaan, menurunkan kosentrasi, mengundang emosi negatif dan mengganggu kenikmatan bekerja. Pada ujungnya, selain pekerjaan tidak tuntas bisa juga berakibat kepada kecelakaan. Sebagai seorang trainer, saya pernah mengalami hal itu. Saat saya sedang marah, jengkel, dan emosi negatif lainnya maka akan berdampak saat saya berada di “panggung” padahal materi training yang saya sampaikan adalah materi yang biasa saya sampaikan.

Ketiga, berlomba berbuat kebaikan dan amal sholeh. Kebaikan itu mengundang kebaikan dan keburukan mengundang keburukan. Selain melakukan pekerjaan dengan baik, kita perlu aktifitas kebaikan non pekerjaan yang dilakukan baik di kantor maupun di luar kantor. Orang-orang yang sibuk berbuat baik dijaga oleh alam, dijaga oleh Allah swt. Tidak cukup hanya berbuat kebaikan, tularkan kebaikan itu kepada banyak orang.

Baca Juga  Jangan Makan Sampah

Dalam hidup, satu dengan yang lain itu berhubungan. Begitu pula, saat kita ingin menurunkan angka kecelakaan di tempat bekerja, tidak cukup kita hanya menempuh cara-cara profesional yang menurunkan angka kecelakaan. Kita juga perlu menempuh cara-cara spiritual. Setuju?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer