Spiritual Leadership Melesatkan Omset

Share this
  • 104
  • 5
  •  
  •  
  •  
    109
    Shares

Hari ini saya bertemu dengan para pimpinan Waroeng Group dari 91 outlet di seluruh Indonesia. Semua outlet milik sang pendiri, mas Jody dan keluarga. Bisnis kuliner ini menyerap 1700 lebih karyawan yang sebagian besar generasi muda.

Banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari bisnis yang berkantor pusat di Jogja ini.

Pertama, karyawan adalah juru dakwah. Bekerja bukan hanya bekerja tetapi sedang berdakwah.

Pelanggan datang didoakan adalah dakwah. Memberikan senyum dan layanan terbaik kepada customer adalah dakwah. Toilet dan tempat parkir bersih dan rapih adalah dakwah. Berpenampilan menarik dan wangi adalah dakwah. Sholat tepat waktu adalah dakwah.

Dakwah itu bernilai ibadah sehingga penghasilan yang diperoleh menjadi lebih berkah. Begitulah inti sambutan dari sang pendiri yang saya dengar pagi ini.

Program hari ini pun dimulai pukul 03.30, sebanyak 200 lebih para pimpinan sholat tahajud di ruangan yang disiapkan hotel. Dilanjutkan sholat subuh berjamaah yang dipimpin oleh putra pertama mas Jody. Tentu Anda tidak perlu meragukan bacaan dan tajwidnya karena yang mempersilakan jadi imam adalah Ust. Yusuf Mansur yang ketika itu ikut sholat subuh berjamaah.

Kegiatan dakwah Waroeng Group juga ditunjukkan dengan mendirikan PesantrenQu yang kini memiliki lebih dari 500 (lima ratus) santri.

Kedua, saling mendoakan. Bukan hanya antar karyawan yang saling mendoakan tetapi sang pemimpin mendoakan timnya dengan menyebut namanya dalam doa. Setiap hari mereka berkirim shalawat dan alfatihah kepada sesama, bahkan kepada para pelanggan yang hadir.

Mereka sering mendengar cerita tentang keajaiban doa. Mereka juga sudah merasakan berbagai keajaiban doa yang datang menghampiri mereka. Mereka yakin, doa punya kekuatan yang luar biasa.

Baca Juga  Mengapa Sering Ragu?

Ketiga, mengembangkan SDM dari dalam. Semua pimpinan Waroeng Group direkrut dari dalam. Mereka disiapkan, dilatih dan dikembangkan oleh founder Waroeng Group. Meski pendidikannya bukan sarjana tetapi karena penggemblengannya intensif menghasilkan pemimpin yang benar-benar memimpin.

Mereka mencetak para pemimpin yang siap menjadi teladan. Juru dakwah kehidupan yang sikap dan perilakunya layak dijadikan panutan. Juru dakwah bukan dalam bicara tetapi juru dakwah dalam perilaku nyata dalam dunia bisnis dan profesional.

Kesungguhan founder memprioritaskan orang-orang dari “dalam” untuk posisi strategis telah melahirkan loyalitas yang begitu tinggi dari para karyawan.

Dengan pendekatan ini, terbukti nyata omset Waroeng Group terus naik. Dari yang semula usaha kecil kini sudah menggurita dan membesar bahkan mereka sedang menyiapkan diri untuk go publik. Luar biasa…

Semoga semakin banyak orang yang mengembangkan Spiritual Leadership dalam bisnisnya sebagaimana Waroeng Group.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer


Share this
  • 104
  • 5
  •  
  •  
  •  
    109
    Shares

10 comments On Spiritual Leadership Melesatkan Omset

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer