Sparing Partner

sparingpartner.jpg

Tak terasa delapan bulan di tahun 2014 sudah berlalu. Bagaimana pencapaian target-target Anda di tahun ini? Apabila belum tercapai, apakah bisa tercapai dalam waktu empat bulan tersisa? Coba duduk sejenak, renungkan pertumbuhan hidup Anda. Hidup tak boleh stagnan. Hidup itu bertumbuh, karena bertumbuh itu pertanda bahwa kita makhluk hidup.

Salah satu cara untuk melihat pertumbuhan hidup Anda adalah dengan menentapkan siapa sparing partner (mitra bertanding) Anda. Bagi Anda penggemar tinju, tentu Anda tahu bahwa sebelum bertanding para petinju akan berlatih tanding dengan sparing partnernya. Dan untuk meningkatkan peluang kemenangan, sparing parner sengaja dipilih orang yang memiliki gaya bertinju seperti lawan yang hendak dihadapi.

Begitu pula untuk mengukur pertumbuhan hidup, kita pun perlu sparing partner. Oleh karena itu, tentukanlah siapa sparing partner Anda. Pilih sparing partner yang lebih sukses dibandingkan Anda dan masih menekuni karir atau bisnis yang sama dengan Anda. Lihat pencapaiannya saat ini dan tentukan kapan Anda akan mengejar kesuksesan sparing partner Anda.

Namun jangan lupa, sembari mengejar pencapaian prestasi sparing partner Anda, teruslah mensyukuri dan “merayakan” pencapaian-pencapaian prestasi Anda. Tak boleh kita kufur nikmat. Namun tak boleh juga kita berleha-leha terlalu lama di zona nyaman. Teruslah perlebar zona nyaman Anda dengan terus “mengintip” perkembangan sparing parner Anda disertai kesungguhan Anda untuk mengejarnya.

Selain itu, muliakan dan hormati sparing partner Anda. Jangan pernah ada niat sedikitpun untuk “melemahkan” atau menjatuhkannya. “Jagoan” yang baik itu senang bertanding dengan lawan tanding yang sepadan. Tentu Anda tak bangga bila Anda sudah sarjana kemudian menang lomba cepat tepat atau cerdas cermat lawan anak yang masih SMA.

Sekali-kali berguru, diskusi dan ngobrolah dengan sparing parner Anda. Anda serap ilmunya dan Anda pun membagi ilmu yang Anda punya. Dengan cara ini, “persaingan” menjadi lebih menarik dan sehat. Mau? Boleh saya tahu, siapa sparing partner Anda? Kapan Anda “melewati” sparing partner Anda? Jawablah pertanyaan saya tadi sebelum Anda beralih ke aktivitas yang lain.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

10 thoughts on “Sparing Partner”

  1. Rudi hermawan says:

    Setuju kek dan ngena skali, terimakasih atas pencerahannya….

    1. Jamil Azzaini says:

      Apanya yang kena? Hehehehe

  2. sofie beatrix says:

    Siapa yaaa….

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya juga lagi cari untuk sparing partner keluarga 🙂

      1. ADAM says:

        yeaa

  3. alif 'abata' kaharuddin says:

    Tersinggung positif nih Kek. SyukrON sdh mengingatkan 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hayo siapa sparing partnernya mas?

  4. Sidik says:

    Hari ini sparing patnerku tim kreatifitas tanpa batas nlimit…..siap siap ya….session wawancara…

    1. Jamil Azzaini says:

      Sparing partner yang bagus itu dalam jangka panjang mas 🙂

  5. putra juliani (Aceh) says:

    masih nyari kek

Leave a Reply

Your email address will not be published.