Si Penunda

To get it done, do it now… Sebuah pepatah sederhana dan bijak ini kerap jadi suatu tantangan besar bagi sebagian orang. Apalagi bagi Anda yang mungkin mendapat julukan prokrastinator alias si penunda pekerjaan. Mendengar pernyataan ini, boleh jadi sebagian dari kita langsung terpikir, “Kalau bisa dikerjakan nanti, kenapa mesti ngerjain sekarang? Facebook-an sebentar gak apa-apalah.”

Atau bagi Anda pencinta tv, pencinta video game, pencinta santai-santai, pencinta hang-out, dan pencinta hal-hal lain yang menyenangkan untuk Anda, sepertinya tidak mengapa juga jika Anda toh bisa mengerjakan apa yang Anda senangi itu dulu, baru kemudian, tepatnya di akhir waktu, mengerjakan tugas atau pekerjaan utama. Hohoh.. Gua banget atau saya banget nih… Hehehe… becanda, ya..

Insan SuksesMulia, Piers Steel, seorang penulis berusia 43 tahun, menulis sebuah buku berjudul “The Procrastination Equation”. Menurutnya, ia menulis buku ini karena ia sendiri mengakui bahwa dulunya ia tergolong procrastinator. Karena itu, ia kemudian mencari tahu, mengapa dan bagaimana mengatasi sifat suka menunda-nunda atau prokrastinasi.

Menurut Piers Steel, secara psiklogis, ada 3 penyebab kenapa kita sampai melakukan prokrastinasi. Pertama, terkait dengan PD alias percaya diri atau tidaknya Anda. Semakin Anda tidak PD bahwa Anda bisa menyelesaikan tugas Anda, maka Anda akan semakin tidak termotivasi untuk segera mengerjakan tugas Anda.

Penyebab kedua, tugas itu tidak menarik buat Anda. Maka biasanya orang yang bekerja tidak sesuai dengan passionnya hanya sekedar rutinitas dan menyelesaikan tanggungjawab, orang ini cenderung menunda-nunda pekerjaan. Bagi Anda yang tergolong tipe ini, sangat disarankan memilih pekerjaan yang betul-betul menarik buat Anda sehingga tidak memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Penyebab ketiga adalah ketika Anda tidak merasakan keuntungan langsung, bahkan ketika Anda sudah menyelesaikan tugas Anda, karena reward yang akan Anda dapatkan sifatnya jangka panjang.

Lalu bagaimana cara mengatasi tiga penyebab psikologis tadi Mas Jamil? Menurut Piers Steel Anda perlu melakukan 3 hal juga. Pertama, bergaulah dengan orang-orang yang selalu positif dan selalu mengerjakan tugasnya dengan semangat. Kedua, buatlah sudut pandang positif terhadap tugas Anda. Ketiga, bayangkan hasil terburuk yang akan menimpa Anda ketika Anda menunda-nunda pekerjaan.

So, Insan SuksesMulia, let’s do it now, and get it done!

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

5 thoughts on “Si Penunda”

  1. isw_banna says:

    terima kasih pak
    atas tulisan inspiratifnya
    saya termasuk yg suka tulisan bpk

  2. jamil says:

    Terima kasih juga ya ISW_Banna, kalau suka tulisannya saya, jangan lupa juga di share ke twitter atau FB ya. Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

  3. M.nurul mutaqin says:

    Trmksh bpk atas tulisan bpk.
    Saya suka sekali akn karya bpk,
    ditnggu bku nya kembali.

  4. Tidak dipungkiri, kami dan guru2 MI adalah si penunda yang hebat… hehe.., untuk mempraktekkan hal2 baru/inovasi2 dalam pembelajaran masih enggan, terimakasih pencerahannya, kapan ya Pak Jamil Bisa ke Purworejo untuk ngasih motivasi guru2 MI se-Kabupaten Purworejo? “Investasinya” berapa hehe…?

  5. Ari Kuncoro says:

    Bagus banget .. ijin share ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.