Sholat Senilai 47.2 Milyar Rupiah

Share this
  • 325
  • 31
  •  
  •  
  •  
    356
    Shares

Sebagai pebisnis dan sering mendampingi para profesional dari berbagai perusahaan pemimpin pasar, saya terbiasa dengan sesuatu yang terukur. Hal ini juga terbawa dalam menilai ibadah puasa yang saya jalani sebulan penuh. Saat saya tahu bahwa tujuan dari ibadah puasa adalah menjadi manusia bertaqwa maka kemudian saya terus mencari apa ukuran seseorang bertaqwa.

Ternyata, ukuran taqwa sudah dijelaskan di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 2-5, surat Al Imran ayat 133-135, dan surat Adz-dzhariat ayat 16-20. Silakan bila ingin mendalami sendiri. Selain tentang keimanan, ukuran taqwa adalah mampu menahan marah, memaafkan kesalahan orang lain dan rajin berderma (sedekah).

Dan tentu, menjalankan ibadah yang paling mendasar yaitu sholat juga termasuk dalam indikator, ukuran atau kriteria orang-orang yang bertaqwa. Jangan merasa dan mengaku bertaqwa apabila masih enggan dan bermalas-malasan saat mengerjakan sholat baik sendiri maupun berjamaah.

Umar bin Khaththab, pemimpin umat ketiga sepeninggal Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar, pernah memberikan teladan tentang betapa berharganya sholat berjamaah di masjid.

Anaknya Umar yaitu Abdullah bin Umar pernah mengisahkan bahwa sang ayah pernah ketiduran di kebun kurma miliknya sehingga membuat sang ayah terlambat sholat ashar berjamaah di masjid.

Atas keteledoran itu, Umar bin Khaththab menyumbangkan kebun kurma yang telah membuatnya terlambat tersebut kepada Baitul Maal untuk dimanfaatkan membantu fakir miskin. Konon, kebun kurma tersebut berharga 600.000 dirham. Saat ini, menurut standar dari Logam Mulia – Aneka Tambang, 1 dirham setara dengan Rp 78.610. Berarti kebun kurma milik Umar bin Khathab yang disedekahkan akibat terlambat ikut sholat Ashar di masjid senilai 600.000 x 78.610 = Rp 47.166.000.000. Apabila dibulatkan menjadi 47.2 milyar rupiah.

Baca Juga  Anakku, Wujudkan Visi Pernikahanmu

Betapa berharganya sholat Ashar berjamaah di masjid bagi Umar bin Khathtbab. Padahal hanya terlambat sedikit, bukan mengakhirkan sholat apalagi meninggalkannya.

Puasa kita benar-benar berpeluang menghasilkan ketaqwaan yang sejati apabila kita sudah menjalankan indikator taqwa, salah satunya adalah memprioritaskan sholat berjamaah. Kalau toh tidak bisa seperti Umar bin Khaththab, setidaknya tidak mengakhirkan waktunya apalagi meninggalkannya.

Siap mempraktekkannya?

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini


Share this
  • 325
  • 31
  •  
  •  
  •  
    356
    Shares

2 comments On Sholat Senilai 47.2 Milyar Rupiah

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer