Setiap Permainan Ada Pesannya

panjatpinang1.jpg

Dari sudut pandang personal development, suatu permainan itu bisa mengandung banyak pesan. Ada pesan yang bisa langsung dipahami, ada pula pesan yang tertanam secara perlahan di alam bawah sadar. Oleh karena itu seorang trainer, guru, sutradara dan pembuat permainan harus mempertimbangkan secara mendalam sebelum permainan sebelum diluncurkan.

Setiap bulan Agustus, ada satu permainan populer yang sering dimainkan yaitu panjat pinang. Memang boleh jadi panjat pinang menghibur penontonnya dan juga membuat senang pemainnya. Namun, menurut saya, ada pesan negatif yang bisa ditangkap berbeda dan bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang.

Pesan itu antara lain, “Capailah tujuanmu meski harus menginjak banyak orang.” Cobalah perhatikan, betapa banyak saat ini orang yang rela menggunakan filosofi “katak meloncat” dalam mengejar karirnya. Ia rela sikut kanan, sikut kiri, injak bawahan dan jilat atasan. Fakta ini seirama dengan pesan dari pemainan panjat pinang.

Tentu, kita tak boleh picik mengatakan bahwa panjat pinang adalah penyebab berkembangnya filosofi “katak meloncat” dalam dunia kerja. Tetapi ingatlah, suatu pemakluman terhadap suatu kebiasan biruk itu adalah akumulasi dari berbagai pembenaran-pembenaran yang ada di tengah masyarakat.

Pesan lain yang bisa ditangkap adalah, “Orang miskin itu sebagai hiburan.” Saya yakin, orang kaya, pejabat, guru besar, tokoh masyarakat, agamawan tidak mau ikut serta permainan panjat pinang. Yang ikut adalah “pemburu hadiah” dari kalangan bawah. Orang kaya yang menyediakan hadiah-hadiah yang digantung di dalam permainan ini. Orang miskin yang berburu hadiahnya.

Faktanya, orang miskin memang sering dijadikan hiburan. Pembagian sembako bahkan ada pembagian zakat yang mengharuskan si penerima antri di depan rumah orang kaya. Ini adalah parade kemiskinan. Ini adalah hiburan dan kepuasan tersendiri bagi sang kaya pembagi sembako dan oknum pembayar zakat. Sungguh ini sangat tidak mendidik, menambah mental sang miskin semakin jatuh dan selalu tergantung dengan si kaya.

Mungkin banyak sisi positif dari permainan panjat pinang, tetapi saya enggan mencarinya seenggan saya menonton permainan ini. Saya pernah menonton permainan ini, tetapi hati saya tak terhibur. Saya justru merasa iba dengan para pemainnya. Hanya demi sembako, kaos atau hadiah-hadiah lain mereka rela diinjak, dilumuri oli sehingga sering terjatuh secara bersamaan.

Saya rasa, kita perlu mengajarkan cara-cara terhormat dalam memenangkan persaingan. Permainan bukan hanya sekedar permainan. Di dalamnya ada pesan yang bisa ditangkap baik positif atau negatif oleh para pelaku dan penikmatnya. Bagi saya, panjat pinang lebih banyak pesan negatifnya. Wallahu’alam…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Sumber foto: http://infopublik.kominfo.go.id/album/105/foto-dalam-negeri-bulan-agustus-2012/page/6

Bagikan:

7 thoughts on “Setiap Permainan Ada Pesannya”

  1. Rahmat E. Siregar says:

    Kritik yang tegas dan dalam, Kek. Terima kasih telah menghadirkan sebuah ramuan dari sudut pandang yang berbeda. Salam SuksesMulia.

  2. diniSumaryanti says:

    Nyesek bacanya… Saya nggak pernah suka permainan ini. Namun selama ini nggak mampu menggali sebabnya. Tks sdh mengkritisi kek..

    1. Dirimu sebenarnya lebih canggih untuk urusan ini. Orang Intuiting gitu loh. He3x perlu sering latihan

  3. Wah hebat mas Jamil bisa mengambil makna yang tersirat dari suatu permainan. Tapi mestinya namanya bukan panjat pinang yah mas, tapi pinang panjat, kan di pinang dulu baru di panjat yah mas, bukannya di panjat dulu baru di pinang. He..he..he..

    1. Hehehehe. Setuju mas Tito. Kapan mau mulai jadi trainer?

  4. Sita Nofia says:

    Kek…mau nanya nich….
    Gmn kita tau potensi kita atau kita manusia tipe apa?
    Terus terang sy sering mengalami kejenuhan dg pekerjaan sekarang,
    Mohon nasihatnya ke….
    Terimakasih

  5. Mayar Kuncoro says:

    Saya jadi inget dulu ketika ditanya guru (ustadz) saya tentang permainan ini. Tapi ketika itu saya belum paham, karena sedari kecil sdh sering menonton permainan ini setiap acara 17an. Ya saya merasa enjoy saya menonton acara ini, dan seperti sudah lumrah sbg acara yg wajib diadakan setiap perayaan hari kemerdekaan.
    Baru tersadar ketika saya dan beberapa teman diminta pendapat masing2, dan selanjutnya Guru (Ustadz) saya menjelaskan bahwa permainan ini pada awalnya merupakan sebuah hiburan bagi pejabat Kolonial dimasa penjajahan belanda dulu. Bagaimana para pribumi sebenarnya telah dijatuhkan derajatanya, dengan menjadikan sebagai objek “hiburan” mereka dengan iming2 hadiah yang digantung di puncak pohon pinang yg sudah berlumur Oli.
    Terima kasih kek atas ulasan kritisnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.