Seri Psikologi: Membeli Kebahagiaan

Dalam kehidupan ini kadang sering muncul pertanyaan: ” Apakah kebahagiaan dapat Kita beli ???”

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, silakan simak dan bayangkan sejenak kondisi berikut ini.

Anda sedang berjalan menuju pusat perbelanjaan dan tertarik ingin membeli suatu barang yang Anda yakini bahwa jika Anda membeli barang tersebut akan membuat merasa lebih bahagia. Lalu apakah keajaiban yang muncul setelah melakukan pembelian ? Apakah Anda merasa jauh lebih baik setelah membeli barang tersebut ? Dan jika iya, berapa lama perasaan tersebut akan Anda rasakan ?

Ada beberapa hasil riset terkait seseorang dalam membelanjakan uang untuk ‘membeli kebahagiaan.

Pertama adalah dari penelitian yang dilakukan psikolog Leaf Van Boven dan Thomas Gilovich (2003) yang menunjukkan bahwa dalam usaha ‘membeli kebahagiaan’ sebaiknya kita membelanjakan uang untuk membeli pengalaman (makan di luar, berlibur, dll) namun bukan untuk membeli barang.
Mengapa demikian ? Sahabat, barang-barang yang telah kita beli seiring berjalannya waktu lambat laun akan menjadi usang dan kehilangan daya tariknya, sementara pengalaman dapat memunculkan perilaku pemuncul kebahagiaan yang paling efektif – yaitu melewatkan waktu bersama orang lain.

Namun apakah benar dengan membeli pengalaman ( dan bukan barang) dapat membuat membeli kebahagiaan ?

Mari simak yang kedua, penelitian yang dilakukan oleh Dunn (2008) tentang hubungan antara penghasilan, pengeluaran dan kebahagiaan menunjukkan fakta yang mengejutkan. Orang-orang yang membelanjakan penghasilan mereka dengan prosentase lebih besar untuk orang lain ternyata jauh lebih bahagia dibandingkan mereka yang berbelanja untuk diri mereka sendiri. Atau dengan kata lain bahagiakanlah diri Anda dengan membahagiakan orang lain.

Hmm, lantas bagaimana jika tidak memiliki uang sama sekali untuk ‘membeli kebahagian’ ?

Coba perhatikan yang ketiga, hasil penelitian yang dilakukan oleh Sonja Lyubomirsky (2005) menunjukkan bahwa orang-orang yang setiap harinya melakukan ‘perbuatan baik’ yang sederhana-tanpa uang ( seperti tersenyum ramah dengan orang lain, memberikan salam, mendoakan orang lain, dll) mengalami peningkatan kebahagiaan secara signifikan hingga 40%.
Well, Thats the Good News !

Sahabat, Cara mana yang akan Anda pilih untuk ‘Membeli Kebahagiaan’ ?

Selamat Meraih Kebahagiaan hari ini.

Salam Hangat,
Mas Toro (@inspiratormasto)

Bagikan:

4 thoughts on “Seri Psikologi: Membeli Kebahagiaan”

  1. desri setiawati says:

    Tks Pak Jamil Pencerahanya semoga kita menjadi orang yg selalu
    membahagiakan orang lain…..

  2. mahfudz RZ says:

    Tulisan keron

  3. dwi nurcahyanto says:

    Alhamdulillah….terimakasi Mas Toro…sangat mencerahkan untuk membeli kebahagiaa….

  4. tiara says:

    Sabtu 2 minggu lalu, aku membeli kebahagiaan kek. Datang ke islamic bookfair di istora senayan, dan ikutan launching buku a tribute nya kakek, plus dibukunya ada tandatangan pula..

Leave a Reply

Your email address will not be published.