Senang Mendengar Anak Saya Presentasi

Share this
  • 103
  •  
  •  
  •  
  •  
    103
    Shares
Hana dan Izul di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
Keterangan Foto: Hana dan Izul di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Usai memberikan seminar atau training Personal Development dan Leadership di berbagai perusahaan, banyak peserta yang kemudian “curhat” kepada saya. Ada yang “curhat” tentang pengembangan karir, ada juga tentang kehidupan keluarganya, khususnya anak. Mendapat banyak curhatan membuat saya juga kemudian sadar bahwa saya belum mendidik dan mengembangkan anak-anak saya dengan baik.

Bersyukur, di tengah kegalauan itu saya diminta untuk memberikan testimoni buku yang ditulis oleh Beni Badaruzaman, salah seorang alumni Akademi Trainer. Sebelum memberikan testimoni tentu saya harus membaca isi bukunya. Dan saya sangat bersemangat membacanya karena buku itu membahas tentang bagaimana agar anak kita growing sesuai dengan bakat dan talentanya.

Setelah membaca buku itu saya menjadi sadar bahwa masih banyak sisi pendidikan anak yang belum saya optimalkan. Maka, Sabtu dan Ahad kemarin dua anak saya yang masih SD dan SMP saya ajak ke Pekanbaru. Selain menghadiri pernikahan anak dari teman baik (soulmate) istri saat kuliah di IPB dulu, saya juga meminta anak saya mempresentasikan action plan kehidupan mereka.

Di pesawat Garuda menuju Pekanbaru, saya dan anak saya Hana (SMP kelas 8) berdiskusi tentang kelebihan, kelemahan dan keinginan Hana. Berbekal pulpen dan buku yang sudah disiapkan, Hana menganalisis dirinya, menuliskannya di dalam buku dan kemudian mendiskusikannya dengan saya. Setelah itu Hana menyusun komitmen tentang prioritas aktivitas yang akan dilakukannya.

Saya senang, diantara 8 prioritas aktivitas yang akan dilakukan Hana ternyata ada aktivitas memasak, sebuah bekal yang sekarang ini sudah jarang ditekuni oleh para wanita. Sebagai orang tua saya tinggal menyiapkan sarana dan prasarana agar kemampuan Hana dalam hal masak memasak semakin terasah. Kebetulan saat di bandara Soekarno Hatta, Hana berjumpa dengan chef Juna. Keinginannya untuk menjadi ahli dalam hal masak memasak kian membuncah.

Baca Juga  Bicara atau Diam?

Berbeda dengan Hana yang berotak kiri bawah (Sensing), Anak bungsu saya Izul termasuk anak berotak kanan-atas (Intuiting). Ia ingin mempresentasikan rencana hidupnya di kolam renang, sesuatu yang tidak terpikirkan oleh saya. Maka, hari Ahad kemarin “terpaksa” saya membatalkan acara saya jam 10.00 WIB, yang kebetulan tidak terlalu penting, demi mendengarkan presentasi anak saya.

Tepat jam 09.00 WIB, kami berdua sudah berada di kolam renang Hotel Pangeran Pekanbaru. Selama kurang lebih 2 jam kami ngobrol dan berdiskusi tentang potensi, kelemahan dan masa depan Izul. Tentu karena Izul masih SD kelas 5, suasana diskusi dibuat penuh canda dan permainan.

Begitu sampai pada tahap komitmen yang akan dilakukan Izul, saya terkejut. Sebab, 1 dari 5 komitmen itu adalah “Izul akan selalu menjaga mama dan mbak Hana”. Saya bertanya, “Megapa itu ingin kamu lakukan?” Dia menjawab singkat, “Aku kan anak laki-laki, pak. Aku harus menjaga cewek saat bapak gak ada di rumah.” Mendengar jawaban itu saya menarik nafas panjang karena terharu. Saya pun kemudian menyelam ke dalam air agar Izul tak tahu bapaknya sedang meneteskan air mata.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, giliran mamanya yang mendengarkan presentasi kedua anak itu. Saya tidak akan pernah berhenti belajar mengembangkan anak saya. Oleh karenanya, pada Ahad 11 Mei 2014 saya akan hadir sekaligus memberikan sambutan seminar sekaligus peluncuran buku Brain Genetic Potential yang ditulis oleh Beni Badaruzaman di BPPT Jakarta.

Yuk, kita serius meyiapkan masa depan anak. Anda tertarik hadir di seminar tersebut? Silakan hubungi 0878-533-68852

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 103
  •  
  •  
  •  
  •  
    103
    Shares

42 comments On Senang Mendengar Anak Saya Presentasi

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer