Semakin Bodoh

Share this
  • 43
  •  
  •  
  •  
  •  
    43
    Shares

Cara belajar yang sangat saya sukai adalah mendengar bukan membaca. Namun, tadi malam saya “dipaksa” membaca banyak literatur hingga lewat tengah malam. Ini terjadi setelah kemarin saya diskusi dengan mas Farid Poniman, penemu mesin kecerdasan STIFIn (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct).

Kegiatan membaca mengajak saya berkenalan dengan buah pikiran pakar ilmu otak Dario Nardi, PhD dari Amerika Serikat dan buah pikiran Imam Al Ghozali tentang pembagian struktur otak. Ruaarrr biasa. Allahu Akbar!

Dari mereka saya menemukan banyak pelajaran. Misalnya, mengapa kita diminta untuk bersujud? Karena salah satu penyebab kesombongan dan kedurhakaan itu ternyata ada di bagian otak yang bernama Prefrontal [jidat]. Sekali-kali bagian prefrontal ini haris diletakkan di bumi [bersujud] agar kesombongan dan keangkuhan itu tidak semakin menjadi-jadi.

Bukan hanya itu, saya juga menemukan bahwa penyusunan visi hidup atau mimpi sebaiknya disesuaikan dengan bagian otak mana yang dominan. Ada lima pilihan pondasi dasar yang disarankan untuk menjadi acuan penyusunan visi atau mimpi hidup, yaitu yang berhubungan dengan tarif, gaji, prestasi, laba, dan rating.

Mereka yang dominan otak kiri (limbik) bawah, sering disebut orang Sensing, akan lebih baik bila visi atau mimpi hidupnya berkaitan dengan tarif (nilai) atau seberapa tinggi gaji yang akan didapat.

Sedangkan bagi orang-orang yang dominan otak kiri (neo cortek) atas, sering disebut orang Thinking, sebaiknya visi atau mimpi hidupnya diprioritaskan pada seberapa banyak dan tinggi prestasi yang ingin dihasilkan. Pada urutan kedua, orang Thinking sebaiknya memilih visi atau mimpi hidup yang berkaitan dengan tarif.

Adapun orang-orang yang kreatif [dominan otak kanan-atas] alias Intuiting, disarankan visi atau mimpi hidupnya berkaitan dengan laba di urutan pertama. Jika ia pebisnis maka sebaiknya memberikan value added pada setiap bisnis yang ditekuninya. Namun, apabila dia bukan pebisnis maka pilihan yang disarankan berkaitan dengan prestasi yang hendak ditorehkan.

Baca Juga  Berhentilah Mencari Kesempurnaan

Bagi mereka yang dominan otaknya kanan-bawah atau Feeling, visi atau mimpi yang disarankan harus berkaitan dengan rating (popularitas). Sementara itu, orang yang dominan otak tengahnya (Instinct) sangat disarankan visi atau mimpi hidupnya berkaitan dengan gaji atau rating (popularitas) yang ingin diraihnya.

Menelusuri karya-karya para ahli tersebut membuat saya terperangah. Betapa banyak ilmu mereka yang berkualitas yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Dan, lebih dari itu, saya semakin menyadari bahwa saya semakin bodoh…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 43
  •  
  •  
  •  
  •  
    43
    Shares

14 comments On Semakin Bodoh

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer