Sekolah Khayalan

Andrean AdityaBeberapa hari yang lalu saya melihat sekolah di salah satu kota di Indonesia. Sekolah itu memiliki empat tingkat pendidikan, SD, SMP, SMA dan STBI (sekolah tinggi bisnis Indonesia). Sekolah itu berada dalam satu pagar tapi memiliki gedung masing-masing sesuai dengan tingkatan pendidikannya.

Karena penasaran saya coba masuk ke sekolah itu untuk mencari tahu lebih jauh tentang sekolah yang menurut saya unik tersebut. Kenapa saya bilang unik, karena sekolah tersebut tidak memakai seragam sekolah seperti sekolah-sekolah umumnya. Mulai dari SD sampai tingkat sekolah tinggi, para siswa dan siswinya tidak memakai seragam.

Setelah saya masuk, saya bertanya-tanya pada para siswa dan pengajar disana. Akhirnya saya mengetahui lebih jauh tentang sekolah itu. Sekolah itu tidak sehebat sekolah bertaraf internasional yang pernah saya lihat di Jakarta. Sekolah itu juga tidak seperti sekolah-sekolah formal yang belajar dengan 90% pelajaran berupa teori dan selalu di ulang-ulang. Sekolah itu berbasis teknologi, entrepreneurship dan skill. Menurut saya ini sungguh hebat sekali. Karena para siswa-siswi di arahkan dan di kembangkan sesuai dengan skill yang mereka kuasai. Baik skill yang mereka dapatkan secara alami ataupun otodidak.

Sekolah ini tidak membosankan seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Pelajaran agama, leadership dan entrepreneurship adalah muatan dasar yang mutlak diajarkan di setiap kelas. Dengan muatan tersebut membuat para pelajar disana menjadi pribadi yang mengerti nilai-nilai moralitas, disiplin dan berjiwa pengusaha yang tangguh.

Cara belajar dan mengasah keahlian merekapun cukup unik. Ketika ada seorang siswa yang ingin menjadi pengusaha, penulis, pelukis, atau pemusik. Mereka dimasukan ke kelas yang khsus mempelajari skill dan teori yang dibutuhkan untuk mencapai cita-citanya tersebut. Siswa yang menyukai olah raga tidak harus pusing dan stres saat menghadapi pelajaran matematika yang tidak disukainya. Mereka akan fokus mengasah skillnya dibidang yang mereka sukai.

Disaat mereka sudah mulai expert dibidang masing-masing, mereka akan di uji dengan membuat hasil karya sesuai bidangnya masing-masing. Saya benar-benar kagum dengan sekolah ini. Selain system belajar, kurikulum dan cara ujiannya yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Para pengajarnya pun benar-benar orang yang expert dibidangnya, sehingga para siswa tidak akan bingung saat harus bertanya tentang apa yang tidak mereka mengerti dari apa yang mereka pelajari.

Dari semua yang saya ceritakan tentang kehebatan sekolah tersebut, ada satu yang sangat disayangkan. Apa yang disayangkan?

Yang saya sayangkan adalah sekolah tersebut hanya ada dalam khayalan saya. Ya, memang hanya ada dalam khayalan saya. Tapi lebih baik saya khayalkan sekarang dari pada tidak sama sekali! Dengan saya khayalkan, saya akan berusaha untuk menciptakanya. Walaupun sulit, tapi saya akan coba untuk merealisasikannya.

Indonesia adalah negara hebat, bisa anda lihat dari sumber daya alamnya, betapa besar dan megah. Sayangnya sumber daya alam kita hanya bisa di lihat hasilnya, tapi tidak bisa dirasakan hasilnya.

Coba anda lihat pendidikan di negeri ini. Coba anda lihat jumlah pengangguran di negeri ini. Coba anda lihat jumlah siswa yang bunuh diri di negeri ini. Coba anda lihat jumlah siswa yang tidak lulus di negeri ini. Coba anda lihat jumlah sarjana yang tidak tau harus menjadi apa saat dia menyelesaikan kuliahnya di negeri ini.

Coba anda lihat bagaimana para pemimpin negeri ini. Coba anda bayangkan sekarang, jika sekolah khayalan ini benar-benar ada di Indonesia?

Tidak akan ada siswa yang bunuh diri karena takut menghadapi ujian nasional. Tidak akan ada siswa yang stres mengikuti pelajar matematika, padahal dia hebat dibidang olah raga

Tidak akan ada siswa yang malas sekolah karena tidak suka dengan pelajaran disekolah. Tidak akan ada siswa yang menganggur setalah dia lulus sekolah karena dia sudah menjadi expert di suatu bidang. Bahkan dia sudah mampu untuk membangun bisnis dari kemampuannya di suatu bidang

Tidak akan ada lagi siswa yang tidak lulus sekolah. Akan berkurangnya jumlah pengangguran di negeri ini. Akan berkurangnya tingkat kemiskinan negeri ini. Akan bertambahnya entrepreneurship di negeri ini.

Indonesia akan menjadi negara super power karena sumber daya alamnya di kelola dan kembangkan oleh orang Indonesia sendiri. Indonesia akan menjadi Negara terpandang dan menjadi pusat perhatian dunia karena kehebatannya mengelola SDA dan SDM.

Ayoo. Saya ajak anda untuk membuat proposal hidup yang di ajarkan pak Jamil Azzaini. Kita buat proposal hidup dengan tujuan untuk membangun negeri kita, negeri yang sudah lama tanpa sadari kita lupakan, negeri yang sedang butuh tangan-tangan para pemuda untuk merubah menjadi negeri yang hebat!!

Semua berawal dari tangan kita, dan berakhirnya juga dari tangan kita. Semoga bermanfaat.

Andrean Aditya

Bagikan:

5 thoughts on “Sekolah Khayalan”

  1. maria ulfah says:

    Ada benarnya jg sih, buat apa sekolah formal kalo akhirnya mereka tdk tahu harus menjadi apa nanti.

  2. rahmat saleh says:

    Mantap sekolahnya pak. Anak saya nanti akan sekolah disana. Semoga cita2 bapak raditya tercapai. Amin

  3. fazar says:

    Setuju mas andre. Sekolah tersebut sangat dibutuhkan di negeri ini. Semoga kita semua bisa mewujudkannya baik lewat dukungan moril maupun materi

  4. Setuju mas Aditya. Semoga segera terealisasi, untuk meluruskan wajah pendidikan yang kian carut marut. Sebagai konsultan parenting dan pemerhati pendidikan, memang cukup prihatin. Sistem sekolah yang sejatinya menjadi mesin pencetak kualitas generasi bangsa, malah out-putnya justeru membonsai the gifted talent, yang telah diberikan Tuhan dalam diri anak. Alhasil, kegamangan pun terjadi dimana-mana.

  5. Andrean Aditya says:

    Aamiin..
    Makasih untuk semua doanya. 🙂
    Mati atau hidupnya suatu negeri, di pengarugi dengan tingkat pendidikan dari orang-orang yang tinggal di negeri itu sendiri. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.