Saya Pengemis Cinta

pengemis.jpg

Salah satu cara untuk meningkatkan derajat dan mempercepat kesuksesan adalah bergaul dengan orang hebat. Apakah itu mudah? Jawabnya, tergantung. Dulu, bagi saya yang berlatar belakang keluarga miskin, dari kampung, tidak punya keahlian khusus ternyata sangatlah sulit bergabung ke lingkungan itu.

Saya pernah menjadi “pengemis cinta” selalu mencari perhatian dan berusaha agar diajak ke lingkungan mereka. Hasilnya? Dicuekin, dikacangin, dipandang sebelah mata, kehadiran saya tidak dianggap oleh mereka. Saya terus berusaha lagi untuk bisa bergabung dengan mereka, hasilnya sama saja, tidak ada kemajuan. Sakitnya tuch disini… Sambil menunjuk ke dada.

Akhirnya, saya sadar diri. Saya tidak mau menjadi pengemis cinta kepada sesama manusia, karena itu benar-benar menyiksa. Maka saya salurkan mental pengemis cinta itu kepada Sang Maha dan kekasih-Nya. Di kala orang terlelap, saya berusaha bangun untuk mengemis cinta kepada-Nya. Saya menangis sepuas-puasnya, saya mengemis sehina-hinanya.

Tidak hanya itu, dikala saya sedang bahagia dan pada puncak semangat kerja yang luar biasa. Saya berhenti sejenak untuk mengemis cinta kepada-Nya. Tidak puas dengan itu, di kala saya jenuh, lelah, sepi dan mengalami demotivasi saya semakin menggila untuk mengemis cinta kepada-Nya.

Bukan hanya itu, saya juga berusaha mengemis cinta kepada kekasih-Nya yang paling utama, Muhammad SAW. Bahkan hampir setiap hari saya mengemis cinta kepada-Nya agar kelak saya bisa memeluk kekasih-Nya, mencium tangannya dan tentu bersamanya di surga.

Saat rindu saya membuncah kepada sang kekasih, saya hanya bisa bersenandung ,”Ya nabi salam, ‘alaika. Ya rosul salam, salam ‘alaika. Ya habib salam ‘alaika, sholawatullah ‘alaika.” Saya tidak tahu, apakah cinta saya bersambut atau tidak. Namun, saat mengemis cinta kepada-Nya ada kenikmatan, ada kepuasan. Dan tentu saya bisa berkata, “Bahagianya tuch, disini.” Sambil menunjuk ke dada…

Dampak lainnya, entah dorongan energi dan kekuatan dari mana, orang-orang hebat lain yang saya kenal akhirnya datang mendekat. Saya bisa bersahabat dengan mereka. Saya bisa datang ke rumahnya. Mereka datang ke rumah saya. Mereka siap menjadi mentor dan pendamping bagi keberhasilan anak-anak saya. Bahkan, diantara mereka ada yang seperti saudara kandung saya.

Saran saya, jauhilah menjadi pengemis cinta kepada sesama. Namun demikian jangan tanggalkan profesi Anda sebagai pengemis cinta. Jadilah pengemis cinta yang bermartabat, punya harga diri dan jauh dari kehinaan. Semua itu terjadi apabila Anda menjadi pengemis cinta kepada penguasa semesta.

Mari kita berlomba menjadi pengemis cinta di tahun 2015, sembari terus berharap agar cinta kita kepada-Nya tidak bertepuk sebelah tangan.

Ya Allah, saya benar-benar mencintai-Mu. Saya pun mencintai kekasih-Mu, Muhammad SAW. Terimalah cintaku… Terimalah cintaku… Terimalah cintaku…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

27 thoughts on “Saya Pengemis Cinta”

  1. ali samsudin says:

    ya Allah KerOn bangeett…. semoga saya bisa!

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo praktekkan 🙂

  2. Nisa says:

    Subhanalloh…seorang seperti bapak emang pantas menjadi orang sukses,terimakasih sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya untukNya dan untuk hambaNya yg telah menulis isi hatinya untuk kami,yang sedang mencari jati diri,salam untuk anda motivator hebat!

    1. Jamil Azzaini says:

      Sedang berproses terus untuk semakin SuksesMulia

  3. Damayanti says:

    Mantappp

    1. Jamil Azzaini says:

      Mbak Dama apa kabar?

      1. Damayanti says:

        Alhamdulillah bapak.. smg bapak makin sukses mulia.aamiin..

  4. Sandi says:

    “Maka saya salurkan mental pengemis cinta itu kepada Sang Maha dan kekasih-Nya. Di kala orang terlelap, saya berusaha bangun untuk mengemis cinta kepada-Nya. Saya menangis sepuas-puasnya, saya mengemis sehina-hinanya”
    #Nyesek bangettt, terimakasih Kek telah diingatkan lg

    1. Jamil Azzaini says:

      Hidup itu berproses…yuk terus berbenah dan biarkan sekali-kali nyesek

  5. Jokowa says:

    Subhanalloh tak terasa air mata turut menetes,
    aku rindu padaMu ya Alloh, aku rindu NabiMu… ya Alloh

  6. heru says:

    Subhanallah, mudah²an saya bisa istiqamah. karna sulit bagi saya untuk itu :'(

    1. Jamil Azzaini says:

      Mari terus berlatih, saya kadang juga sulit mas

  7. renzana maharani says:

    Ker-ON..

  8. Selamet Hariadi Online Strategist says:

    Terima Kasih Pak Jamil… kangen pengen ketemu…

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo ketemu mas…

  9. robin says:

    Apakah cinta itu sebenarnya Bapak jamil?

  10. buyungboyz says:

    KerOn kek, Kalo komen disini biar dilihat orang, diketahui orang itu pengemis cinta juga kali ya kek..

    1. Jamil Azzaini says:

      He3x….teruslah komentar positif

  11. Decy says:

    MasyaAllah..tulisan ker-On di awal tahun, semoga istiqomah menjadi pengemis cinta-Nya Yang Maha Cinta dan kekasihNya…Aamiin

  12. hamba says:

    syahdu banget kek, jd ingat jaman SMA dl, ingin bermain sm temen2 selalu dikacangin.
    sampai nama olokan saya :kinthil ( bhs indonesianya mengikuti/membuntuti) mereka saat bermain..hehee
    mungkin ada beberapa sebab :
    1. saya tdk pandai bergaul
    2. saya tak selevel dng mereka
    3. kombinasi kedua duanya..hehee
    tak mau menyerah akhirnya belajar belajar belajar dan mengoreksi diri sendiri..
    selang 10 tahun berlalu, semua mejadi….

    to be continue..

    mencari muka di hadapan manusia cuma bikin sakit hati..
    semoga suatu saat bisa ketemu dgn kakek, entah itu didunia ini atau di surga ..

    *ya allah nulis kyk gini smp meneteskan air mata, inget masa lalu..hehe

    1. Jamil Azzaini says:

      Apakah kelanjutannya….

  13. iffanadiae says:

    Subhanallah. Saya masih kurang mengemis cinta Nya.
    Dg membaca tulisan ini, makin tergugah hati saya untuk jadi ciptaan Allah yg dicintai juga mencintai.
    Kl dicintaiNya jelas sudah, tapi mencintaiNya?? Ah malu saya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo buktikan kau mencintainya….

  14. Setyo Ari Wibowo says:

    Subhanallah, terima kasih ilmunya mas Jamil.
    Jadi tambah Semangat! Semangat! Semangat!
    Kelak kalau saya sukses nanti mudah-mudahan saya bisa dekat dengan mas Jamil, menjadi murid untuk menimba ilmu dari sang guru,aamiin.

    Saya juga ingin berterima kasih kepada mas Jamil, atas buku-buku yang telah ditulis. Alhamdulillah, saya membaca dan saya melakukan. Semoga Allah SWT memudahkan saya dan kita semua menjadi pribadi yang sukses mulia, aamiin.

    Di awal tahun 2015 ini saya belum punya apa-apa, menjadi rakyat kecil yang terhina, hidup serba berkekurangan, amal mulia belum banyak saya laksanakan, prestasi pun belum banyak yang saya torehkan. Berbekal proposal hidup yang saya buat, in sya Allah, akhir 2015 saya sudah menjadi orang yang berbeda. Tinggi “4 ta” nya sekaligus mulia, aamiin ya Allah ya rabbal alamin.

    Mudah-mudahan bila saatnya sudah tiba, dan saya bisa bertemu mas Jamil, mas Jamil masih mengingat nama saya. Karena di masa depan nanti, saya akan menjadi salah satu orang besar di negeri ini yang meraih kesuksesan yang mulia berkat ilmu dari mas Jamil, in sya Allah.

    Sekarang sudah saatnya saya mengemis cinta kepada-Nya. Meminta pertolongan dan kemudahan dalam meraih cita-cita. Terima kasih yang sebesar-besarnya mas Jamil. Semoga Allah SWT menambahkan nikmat dan karunianya kepada mas Jamil atas jasanya dalam mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, aamiin ya Allah ya rabbal alamin.

    1. Jamil Azzaini says:

      Doaku untukmu…

  15. ulfa says:

    inspiratif sekali. meleleh airmata saya membaca ini

  16. Arieffadillah says:

    Subhanallah,…Alhamdullillah,..makasih atas inspirasinya Pak,…semoga hidup Pak Jamil semakin barokah…(sy pernah ikut kelas Bapak di Balai Diklat Keuangan tahun 2012/2013, begitu menginspirasi,…semoga hidup Bapak semakin sukses mulia dunia akhirat…selamat melaksanakan umroh semoga selalu diberikan-Nya kesehatan, kelapangan dan kelancaran dalam segala aktivitas di tanah suci,…Aamiin (sy juga sdh titip do’a) mksh Pak. Wassalamu’alaikum

Leave a Reply

Your email address will not be published.