Satisficer atau Maximizer?

Ketika seseorang dihadapkan pada banyaknya pilihan yang terpapar di depannya, bisa membuat seseorang tergolong menjadi seorang maximizer atau satisficer.

Satisficer berarti Anda menjadi sosok yang bisa membuat diri Anda merasa cukup dan fokus dengan pilihan yang telah Anda pilih, yaitu boleh jadi profesi Anda saat ini. Dengan begini, Anda akan bisa lebih bahagia dengan profesi Anda, dan Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk untuk bisa menikmati pilihan Anda, yaitu memberikan upaya terbaik dan terus mencetak prestasi pada profesi Anda.

Sedangkan maximizer berarti Anda tidak pernah yakin dengan apa yang Anda pilih, dan Anda menghabiskan waktu untuk mencari tahu dan menemukan mana pilihan yang terbaik untuk Anda, atau dengan kata lain profesi yang terbaik untuk Anda.

Dan Anda tahu, dengan menjadi maximizer akan mengantarkan Anda menjadi tidak memilih apa-apa, atau jika pun Anda memilih, maka Anda pun tidak akan pernah bisa fokus pada pilihan Anda, karena setiap kali Anda baru fokus, fokus Anda bisa terpecah setiap kali Anda melihat adanya pilihan lain di depan mata Anda.

Memang diantara hal yang tersulit di dalam hidup ini adalah memilih dua jembatan, mana jembatan yang mau kita seberangi dan mana jembatan yang mau kita bakar. Namun saran saya, segeralah tetapkan mana jembatan yang mau Anda seberangi dengan kata lain profesi atau pilihan apapun yang Anda pilih. Dan bakarlah jembatan yang lain atau dengan kata lain lupakan pilihan profesi atau pilihan apapun yang ada dihadapan Anda.

Bila Anda ingin menikmati hidup dan kehidupan Anda akan terasa nikmat dan bahagia, segeralah pilihlah salah satu profesi diantara berbagai pilihan yang ada, fokuslah pada pilihan Anda, kerahkan sebagian besar energi kita pada profesi yang telah kita pilih.

Orang-orang hebat dunia yang saya kenal semuanya adalah satisficer bukan maximizer, mereka menekuni profesi apapun yang ia pilih dan tidak mudah berpindah-pindah terhadap berbagai pilihan profesi yang ada.

Kita mengenal Pele karena dia menjadi satisficer di bidang sepakbola, Rudy Hartono di badminton, BJ Habibie di bidang pesawat, Philip Kotler pakar di bidang marketing, Richard Branson sebagai pengusaha.

So, segeralah tetapkan profesi pilihan Anda dan bersungguh-sungguhlah untuk menjadi yang terbaik di pilihan profesi yang telah Anda pilih.

Terima Kasih, follow saya di twitter @jamilazzaini. Salam Sukses Mulia.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published.