Rumahku Laksana Surgaku

Sebuah kaligrafi berukuran besar yang didalamnya tertulis Rumahku Laksana Surgaku sempat menjadi perhatian saya usai salat Duhur di mushola sebuah warung di daerah kota Surabaya. Melihat tulisan itu saya teringat kejadian beberapa waktu silam.

Kala itu saya mendapat tugas keluar kota. Kebetulan kota yang dituju itu sudah lama sekali ingin saya kunjungi namun belum terealisasi. Senang rasanya mendapat kabar tersebut, itung-itung dapat gratisan menuju kota kenangan di masa kuliah dulu, kata saya dalam hati.

Sepanjang jalan menuju kota tersebut saya terus membayangkan bagaimana wajah kota itu, apakah masih sama dibanding dulu, ataukah sudah semakin jauh berkembang. Setelah hampir enam jam perjalanan, saya dan rombongan pun tiba.

Tidak menunggu lama, pandangan langsung saya hamburkan ke semua arah disetiap jalan yang kami lalui. Mulai pinggiran kota, pusat kota sampai di hotel tempat kami menginap. Setelah semua berlalu, saya termenung untuk beberapa saat.

“Loh kan saya sudah sampai disini, dan saya sudah melihat semua isi kota seperti yang saya harapkan. Tapi kok rasanya biasa saja. Kok tidak senang bukan kepalang seperti waktu mau berangkat. Ada apa ini?,” kata saya dalam hati.

Tidak lama kemudian, telintas sebuah perjalanan yang ternyata membuat saya jauh lebih berbunga-bunga dari perjalanan kali ini. Perjalanan itu adalah menuju rumah di kala pulang kerja setiap hari. Meski terkadang melelahkan, satu jam atau lebih perjalanan berkawan macet dari Surabaya ke Sidoarjo, ternyata jauh lebih mengesankan. Dan sampai di rumah rasa bahagia itu pun semakin memuncak tatkala bisa berkumpul dengan buah hati dan istri.

Saya selalu berharap dan berdoa agar tempat dimana saya tinggal dan menetap (rumah) adalah tempat terindah bagi diri saya untuk bisa berteduh, karena bagaimanapun rumah adalah jiwa setiap orang. Tempat merajut kasih, tempat belajar, tempat mengembangkan diri dan yang terpenting adalah tempat meraih ridhoNya.

Dengan segala kerendahan hati sebagai seorang hamba yang penuh dengan salah dan dosa, saya berdoa semoga Allah mengijinkan saya, dan umat muslim muslimah dimanapun jua, untuk dapat merasakan surgaNya di dunia ini dengan menjadikan Rumahku Laksana Surgaku. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin..

Wisnu Priyono

Bagikan:

One thought on “Rumahku Laksana Surgaku”

  1. @cakpurnomo says:

    amiin yra

Leave a Reply

Your email address will not be published.