Robohnya Kandang Kami

roboh.jpg
kandangayamroboh

Alhamdulillah, menerima segala bentuk nikmat pemberian Allah. Kemarin sore kandang ayam milik Pesantren Wirausaha rubuh total terkena angin puting beliung.

Ujian terkadang datang dari sesuatu yang sering kita banggakan. Saya beberapa kali mengalami hal itu. Saat saya membanggakan kehebatan anak saya, beberapa waktu kemudian saya diuji dengan perilaku anak saya itu. Begitu pula saat saya membanggakan kehebatan penampilan saya di atas panggung, beberapa waktu kemudian hal-hal yang merusak penampilan sayapun datang tanpa diundang.

Belum lama ini, saya berkunjung ke beberapa pesantren dan panti asuhan. Dengan semangat saya menyampaikan pentingnya kemandirian sebuah lembaga agar tidak tergantung dengan donatur. Saya membanggakan usaha-usaha yang dimiliki Pesantren Wirausaha (PW) yang saya pimpin. Salah satu usaha andalan PW adalah usaha ayam potong.

Dari hasil usaha ayam potong itulah sebagian keperluan operasional PW dibiayai. Dengan cara ini, semua santri yang belajar selama satu tahun di PW bebas biaya. Saya senang karena sebagian besar alumni kini sudah menjadi pengusaha. Mereka mampu memutus rantai kemiskinan yang selama ini menjerat keluarganya.

Nah, kandang yang saya banggakan itu, kemarin sore roboh diterjang angin puting beliung. Robohnya kandang itu juga merobohkan keangkuhan dan kesombongan yang selama ini hinggap di dalam pikiran, jiwa dan hati saya. Astaghfirullah…. Ampuni saya ya Allah.

Robohnya kandang kami juga menyadarkan bahwa PW bisa berjalan bukan karena kehebatan kami, tetapi karena izin Allah, Sang Pemilik Bumi. Dia kirimkan angin untuk mengingatkan bahwa ketergantungan kami bukanlah kepada kandang tetapi kepada sang Maha Pemberi Rezeki.

Robohnya kandang kami juga mengajarkan bahwa kami tak boleh terlena dengan zona nyaman. Kami harus selalu memperlebar zona nyaman dan menciptakan zona nyaman baru agar kegiatan belajar mengajar di PW semakin dinamis dan maju. Kami harus mencari cara-cara yang lebih kreatif untuk memperbanyak lahirnya pengusaha baru dari kalangan yang tidak mampu.

Robohnya kandang kami juga membuat kami semakin menyadari bahwa untuk kemajuan dan berkembangnya PW, kami sangat mengharapkan dukungan dan doa Anda semua. Boleh jadi karena campur tangan dan doa Andalah yang membuat PW semakain berkah. Bukan hanya itu, kami berharap keterlibatan dan doa Anda akan mempercepat upaya memutus rantai kemiskinan melalui program ini.

Robohnya kandang kami semoga tak merobohkan semangat kami untuk berjuang memutus rantai kemiskinan dengan lahirnya para pengusaha baru yang bertaqwa dan peduli dengan sesama. Semoga…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

30 thoughts on “Robohnya Kandang Kami”

  1. Allahu akbar….terima kasih kek…semoga saya selalu ingat dengan ketinggian. karena dibawahnya bukan untuk dilihat apa lagi diremehkan saja.,.Shobahal khoir kek…

    1. Doakan ya mas semoga dapat ganti yang lebih baik

  2. heri smile says:

    Astagfirullah… Ampuni kami ya Allah

    Sy pernah alami juga kek

    Allah Mahatahu, Allah Maha Penyayang. Dan selalu mengingatkan kita agar mendekat selalu

    Doaku utk guruku dan santri pondok.
    smoga niat baik kita semua mendpt ridho dari Allah SWT

    Alfaatihah..

    1. Terima kasih ya mas. Salam SuksesMulia

  3. Wahyu Blahe says:

    Sukses Mulia, semoga tagline tersebut membawa kita untuk tidak hanya melihat robohnya saja, melainkan sisi positif untuk bangkit lebih baik. Membanggakan itu semoga hanya lisan untuk memotivasi saja, bukan yang keluar dari kesombongan semata, Amin..

    1. Aamiin YRA. Mohon doanya mas

  4. Seperti halnya beberapa bangunan di pondok pesantren ustadz Yusuf Mansur yang terbakar tempo hari, semoga kandang ayam yang luluh lantak di PW juga akan mendapat ganti yang lebih baik lagi dari Allah kek.

    Ganti yang lebih baik dalam kaitannya dengan hati yang lebih berserah diri dan kandang ayam yang lebih kokoh bagi para santri.

    Ikut mendoakan untuk PW nya kek…

    1. Doa musafair makbul, terima kasih bung.

  5. Seringkali Allah SWT memberi pelajaran dari kejadian orang lain. Kejadian yang hakikatnya sama seringkali malah luput dan tak tersadarkan. Semoga apa yang ditulis Mas Jamil menjadi cermin untuk selalu mengingat betapa kita sangat bergantung kepada Allah SWT

    1. Tergantung banget sama Allah mas

  6. Supriyanto says:

    Allah mau mengingatkan juga pak guru bahwa “Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan”, banyak contoh besar dibalik gempa bumi jogja dibalik Erupsi merapi dll ternyata ada kemudahan di kemudian hari, bicara IMAN memang ujian berbeda – beda tergantung kepada siapa ujian diberikan… hehe. Astagfirullah. maaf pak guru mau nambah aja.

    1. Terima kasih mas, gak perlu maaaf karena berbagi ilmu dan nasehat itu wajib bagi kita

  7. Andy Kurniawan says:

    Saya juga punya usaha ayam potong. Terima kasih kek telah mengingatkan saya untuk tidak terlalu membanggakan diri apalagi sombong. Salam sukses mulia.

  8. Budi says:

    kandang ini tidak sekadar kandang ayam yg membesarkan ayam potong. Kandang ini termasuk saksi bisu ketika semangatku dibesarkan di Perwira AbA. Smoga Alloh ganti dg yg lebih baik. jazakallohu khoiron kek ( sejak kapan pak Jamil dipanggil kakek ?)

    1. Mas Budi apa kabar? Saya dipanggil kakek sejak punya banyak cucu, hehehehe

  9. BANGhas says:

    innalillahi wa inna ilaihi roji’un….Insya ALLAH diganti dengan yang lebih baik ya pa….Amin

    #nostalgiaperwiraAbA

  10. Muhsad_jokopur says:

    Kalau buat kita yang kadang lupa bersyukur
    kejadian seperti ini mungkin hanya peringatan agar kita bersyukur
    dan lebih mengingat ALLAH

    tapi kalau buat orang yang sering bersyukur
    dan sering menebar kebaikan dan semangat
    ini hanyalah satu episode ujian
    kandang nya dibuat menyebar, jadi kalau satu kena puting beliung
    yang lain masih bisa mensupport/menghandle

    1. Terima kasih ilmunya mas. Senang saya. Salam SuksesMulia

  11. Kang Rubi says:

    sebagaimana penutup tulisan Pak Jamil, robohnya kandang kami tidak merobohkan semangat kami untuk tetap selalu berjuang membangun kemandirian memutus rantai kemiskinan

    1. Tetap semangat paj Rubi, salam buat para santri

  12. meda says:

    After a hurricane comes a rainbow.. Bismillah kek, insya Alloh diganti dengan yang lebih indah dan besar..

    1. Aamiin YRA. Terima kasih ya

  13. Dindin Awaludin says:

    Innalillaah.. Semoga dapat gantinya ya kek.. Saya baru tahu ternyata PW punya usaha peternakan.. Kerja sama dgn PT Medion gak kek?

    1. Saya gak tahu persis kerjasamanya sama siapa saja. Tetapi nama itu pernah saya dengar

  14. aika fauzia says:

    Kakekkkkkk ikut mendoakan insnya Alloh kandang ayam PW..cepat pulih kembali dan menghasilkan ayam2 yg sehat dan gemuk2…

    Tidak sedikit nikmat karunia yg kita harus bersyukuri kepada Alloh…karena terkadang tersembunyi nikmat di balik suatu musibah…maap kek gak menggurui…..salam sukses Mulia buat kakek..

    1. Tenang, saya tidak merasa digurui koq, hehehe

  15. isnan says:

    Alhamdulillah kita masih dicintai oleh Allah dengan diberi ujian,, semoga lekas bangkit lagi…

  16. damar says:

    berarti kita tdk blh bangga ya kek dgn yg Alloh titipkan kpd kita? maaf ya kalau tdk slh bknkah ada ayat yg menyuruh kita banyak menyebut pemberiannya? mksh

  17. nursila says:

    hikmah yg besar…subhanallaah…

  18. mudjiono says:

    allah maha besar manusia d ciptakan untuk ibadah kadang manusia itu sendiri merasa mampu tanpa bantuan orang lain, allah ngasih coba an menerus teruspada diri saya mulai gagal usaha,bertani dan akhir saya putuskan merambah ternak ayam broiler tahun pertama hancur keuntungan ga ada modal dr rumah habis mdl ternak dan tahun kedua sudah 2 pereode alhamdulillah berhasil,dr hasil saya ambil 2.5 % buat bayar zakat yatim piatu dan tak mampu ke pereode ke 3 kandang dpt musibah roboh setengah kandang mungkin ini sudah takdir dr allah sedang kan itu usaha saya yg bisa d harapkan, allah maha melihat maha pengasih maha penyayang…….mohon do anya smg bangkit lagi dan d beri keberkahan rejeki kami……amin ya robal alamin ( ma af bkn komen tapi pd diri saya ) mkasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.