Revolusi Mental PNS

influenceyour.jpg
Para peserta training "Influence Your Audience", para widyaiswara BPPK Kemenkeu, sedang praktik dan berlatih.

Para peserta training “Influence Your Audience”, widyaiswara BPPK Kemenkeu, sedang praktik dan berlatih.

Senin dan Selasa lalu (14-15 Desember 2015), saya melalui Akademi Trainer diminta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) dibawah Kementerian Keuangan untuk melatih para widyaiswara (trainer) internal mereka. Kira-kira apa yang terlintas di pikiran Anda apabila saya menyebut widyaiswara dan PNS? Setiap orang punya jawaban yang berbeda.

Sebagian besar orang yang saya tanya memiliki persepsi yang negatif tentang PNS. Beberapa diantaranya menjawab dengan singkat singkat, “Loyo, tua, orang buangan.” Namun faktanya, para widyaiswara dari BPPK yang mengikuti program “Influence Your Audience” banyak yang muda, cerdas, berenergi dan memiliki semangat belajar yang sangat tinggi.

Semula saya mengira mereka akan mengeluh karena trainingnya berakhir hingga malam hari. Faktanya, mereka tetap enjoy dan asyik walau trainingnya berakhir melewati batas waktu. Semula saya mengira mereka asal-asalan mengerjakan tugas yang kami berikan. Ternyata, mereka mengerjakan semua tugas dengan sangat antusias dan melebihi ekspektasi saya.

Semula saya mengira semangat belajar mereka biasa saja alias “so so saja”. Tetapi, faktanya, semangat belajarnya sangat besar. Bahkan, saat peserta yang sudah senior diberi masukan, kritikan, saran dan feedback yang “keras” sekali pun mereka menerima dengan lapang dada. Selama dua hari mereka belajar, kelas benar-benar hidup dan penuh energi.

Saya pun beradai-andai, seandainya semua widyaiswara di berbagai kementerian memiliki kualitas dan semangat pembelajaran seperti widyaiswara dari Kementerian Keuangan ini maka “revolusi mental” di kalangan PNS bakal lebih cepat terealisasi.

Dan, menurut pengamatan saya, ada beberapa hal-hal mendasar yang perlu di-revolusi di kalangan PNS. Hal tersebut diantaranya adalah menumbuhkan mental melayani, mengurangi kebiasaan tranksaksional, meningkatkan kreativitas, menguatkan integritas, membudayakan team work lintas sektoral dan kompetisi sehat dalam karirnya.

Agar revolusi mental di kalangan PNS tidak sekadar jargon, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memperbaiki dan meningkatkan kompetensi para widyaiswara yang ada. Pesan pesan revolusi mental yang dikemas menarik oleh para widyaiswara akan tertancap kuat di pikiran dan hati para PNS. Dan, saya yakin, apabila hal ini berjalan lancar, stigma negatif terhadap PNS akan semakin terkikis habis. Semoga…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Revolusi Mental PNS”

  1. Retno Mustikaningsih says:

    OK bgt kalo widyaiswara BKKBN juga dpt pelatihan semcm “Influence your Audience” …ya Pak Surya Chandra .. ? Biar Revolusi Mental merambat cpt hingga ke tiap2 keluarga di Indonesia. Smoga Akademi Trainer Mas Guru Jamil dpt kehormatan memberi pelatihan ke jajaran BKKBN. Kpn ya…

    1. Jamil Azzaini says:

      Asyik…ditunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published.