Ratu Snack dari Indonesia

ratusnack.jpg
Keterangan foto: Ibu Ida Wisyastuti di ruang kerjannya (atas). Saya bersama Ratu Snack Indonesia dan suaminya.

Keterangan foto: Ibu Ida Widyastuti di ruang kerjannya (atas). Saya bersama Ratu Snack Indonesia dan suaminya.

Apa yang ada di pikiran Anda jika disebut kata Mekarsari? Sebagian orang yang saya tanya menjawab taman bunga atau taman buah. Ya, memang itu tidak salah. Tapi ada Mekarsari lain yang merupakan nama dagang dari bisnis camilan yang kini telah menggurita di Indonesia. Lengkapnya Roemah Snack Mekarsari yang berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Bermodal awal Rp 600.000, usaha yang dinahkodai oleh Ida Widyastuti ini kini telah memproduksi makanan ringan sebanyak 10 ton sehari. Jumlah jenis makanan ringan yang dijual lebih dari 400 item. Hebatnya lagi, sebagian besar produknya diproduksi oleh para ibu rumah tangga yang dijadikan mitra. “Sebenarnya kami bisa memproduksi sendiri. Tetapi rezeki itu harus dibagi-bagi,” kata Ida Widyastuti saat jumpa dengan saya di rumahnya beberapa waktu yang lalu.

Wanita kelahiran Demak 39 tahun lalu ini ingin membawa camilan Indonesia bisa mensuplai ke mancanegara. Beberapa negara selama ini sudah bekerjasama dengan Roemah Snack Mekarsari ini. Oleh karena itulah Ida Widyastuti selalu berusaha hadir di pameran-pameran yang dilakukan di luar negeri.

Saat menjelang lebaran, Roemah Snack Mekarsari di Sidoarjo buka 24 jam. Pembeli siang dan malam hampir sama ramainya. Saya menyaksikan secara langsung bagaimana ramainya orang berbelanja di usaha milik wanita beranak dua ini. “Prinsip bisnis saya berbeda dengan orang lain. Ini bisnis dengan hati. Saya bukan lulusan universitas, tidak menguasai teori-teori bisni yang hebat. Tetapi saya yakin, dengan hati yang bersih, maka bisnis ini akan terus ada.”

Untuk menjaga hatinya tetap bersih, wanita bersuamikan M. Haris Setiawan ini sering “merenung”, berzikir, dan berdoa di alam terrbuka yang sudah ia pilih. Terkadang ia merenung di tengah hutan yang masih perawan, di makam-makan tua sembari berziarah. “Saya menyerap energi dari alam dan menyelaraskan bisnis saya dengan keseimbangan alam,” tutur alumni SMA Muhammadiyah ini.

Melihat sepak terjangnya di dunia bisnis camilan, wajar sebagian orang menjulukinya “ratu snack”. Dengan pabrik yang ia miliki dan ratusan mitra kerja di berbagai pelosok desa yang tersebar di berbagai propinsi, Ida Widyastuti telah memasok makanan ringan hampir ke seluruh propinsi di Indonesia.

Selain berpikir bisnis dan memberdayakan industri rumah tangga, wanita yang ditinggal ibunya sejak kecil ini juga punya keinginan memiliki lembaga sosial khusus membantu ibu-ibu miskin yang melahirkan. “Ada kepuasan dan energi baru apabila saya melihat orang yang berhubungan dengan saya menjadi berhasil dalam hidupnya,” ucap peraih berbagai penghargaan ini.

Anda ingin seperti “ratu snack” ini? Mulailah dari bisnis kecil apapun yang ada di sekitar Anda. Tak perlu modal besar yang penting semangat dan nyali Anda besar. Mulailah dari sekarang.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

5 thoughts on “Ratu Snack dari Indonesia”

  1. Seya Arf says:

    Action dan Nyali untuk memulai usaha..
    salam suksesmulia..

  2. suratinah says:

    inspirator…

  3. Umar Fauzi says:

    Semoga aku juga menjadi bagian dari kesuksesan… Aamiin…
    Doa’in ya Kek….. (Ngarep.com)

  4. adeskana says:

    tulisan nan menggugah, Kek Jamil. dari tulisan ini saya belajar, bahwa bisnis tidak melulu modal besar. ternyata modal utama niat, keberanian dan kekuatan jiwa. Matur nuwun Kek Jamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.