Ramai-ramai Yok!

ramai.jpg

Kemarin saya mendapat inspirasi dari salah satu group WhatsApp tentang ramai-ramai. Karena menarik, saya ingin bagi di tulisan saya ini, tentu dengan berbagai modifikasi versi saya.

Kenapa gigi itu berguna? Karena ia beramai-ramai tumbuh berbaris rapi di mulut. Kalau cuma satu itu namanya ompong dan tak bisa untuk mengunyah.

Kenapa nasi itu enak dan mengenyangkan? Karena ia dihidangkan ramai-ramai. Coba kalau dihidangkan cuma satu butir saja, saya yakin tak ada yang mau makan.

Kenapa air hujan itu menyegarkan? Karena ia turunnya ramai-ramai. Coba bila turunnya setetes demi setetes, gak kebayang kan? Dan pasti namanya juga bukan hujan.

Pantesan Allah swt memerintahkan banyak hal untuk dilakukan ramai-ramai. Sholat berjamaah pahalanya berlipat dibandingkan sholat sendiri yang paling khusyu’ sekalipun. Kerja dengan team work alias berjamaah hasilnya jauh lebih tinggi dibandingkan dikerjakan seorang diri.

Demikian pula bisnis bersama dengan amanah menyebabkan rahmat, kasih sayang dan keberkahan diturunkan oleh Allah SWT di dalam bisnis yang kita jalani.

Memang tidak semua yang ramai itu baik. Tetapi kerjakanlah beramai-ramai sesuatu yang memang seharusnyq dikerjakan ramai-ramai. Hidup semakin hidup bila kita sering kerja ramai-ramai. Yok, ramai-ramai sebarkan tulisan yang ngajak ramai ini. Mau ramai, kan?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

7 thoughts on “Ramai-ramai Yok!”

  1. ali samsudin says:

    mau bingit kek!

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe. Siiip

  2. Ora Dadi Opo says:

    Siap meramaikan kek! 🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Gak ada lho, gak ramai 🙂

  3. arsyad says:

    Artikel yang rendah, ibarat sayuran tuh masih pagie, jdi masih suegeeeeer, hehe
    Ga nyambung yh kek,
    Mantabs Kek, aq share yah

  4. katon sumargi says:

    Artikelnya renyah tapi bermanfaat, makasih bapak, buat pelajaran yang sederhana ini.

  5. Ayah Nafis says:

    Renyah…menggugah…merenah kana manah… subhanallah…trims inspirasinya pak…

Leave a Reply

Your email address will not be published.