Raja dan Ratu Sederhana

Akhir-akhir ini saya mendapat banyak curhat seputar pesta pernikahan. Demi menjadi raja dan ratu sehari banyak orang yang melakukan persiapan pesta pernikahan berbulan-bulan. Rupanya ada orang yang ingin terlihat “wah” sehingga melakukan pestanya dengan mewah.

Dengan alasan demi harga diri, demi gengsi, demi anak satu-satunya, demi anak pertama atau demi anak bungsu mereka rela mengadakan pesta yang semu. Hanya karena ingin mendapat pengakuaan “hebat” beberapa jam, mereka rela meminjam. Decak kagum boleh jadi mereka dapat dalam waktu sesaat. Namun, usai pesta pernikahan hidup mereka menjadi sekarat.

Kehidupan pernikahan yang terpenting bukanlah saat pesta. Buat apa kita mendapat tepuk tangan dari para undangan namun setelah itu tak mampu membayar tagihan. Untuk apa pesta pernikahan mewah namun setelah itu Anda tak punya rumah. Rasa syukur kepada Sang Maha Pemurah tidak harus diwujudkan dalam bentuk pesta yang mewah.

Kesederhanaan tidak akan menurunkan harga diri Anda. Pikirkanlah usai pesta, jangan hanya fokus untuk menjadi raja dan ratu sehari saja. Orang-orang datang ke pernikahan bukan untuk melihat kemewahan, namun ingin mendoakan Anda. Bukankah doa lebih khusyu dan khidmat bila dilakukan dalam kesederhanaan?

Keberkahan ada dalam kesederhaan. Ketenangan itu menjauh dari segala kemewahan. Kenikmatan itu hadir bila tidak ada keterpaksaan.  Kebahagiaan mendekati orang-orang yang tampil apa adanya, bukan yang memaksakan diri demi gengsi.

Kepada orang tua, jangan ajari anak atau menantumu hidup dengan topeng, terlihat wah padahal hidupnya susah.  Wahai para pemuda yang hendak menikah, fokuslah pada kehidupan setelah pesta. Jadilah raja dan ratu sehari yang sederhana saja. Ketahuilah, setelah pesta usai masih banyak kewajiban yang perlu kau tunaikan. Setuju?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

4 thoughts on “Raja dan Ratu Sederhana”

  1. gina says:

    Setuju!!!
    Harus diubah mainset bhw “pesta yang sukses, ad. pesta yang wow gitu”…
    Yang lebih penting, persiapan lahir-batin SESUDAH “pesta sehari”… bukan begitu??

  2. Iqbal says:

    Ortu agak sulit diajak diskusi masalah ini. Ortu selalu bilang: kan biasa diundang masak ga ngundang? Atau ya kan pas kakakmu ga ngadain apa2 masak kamu juga? Dan berbagai alasan prestise lainnya. -_-
    Blm lagi calon mertua? Hadeeh.. Hehe.. Btw, parameter sederhana itu gmn kek?

  3. Hans says:

    bagus sekali tulisannya pa Jamil . . . setelah nikahnya yg penting . . .

  4. bayu says:

    SETUJU KEK….

    smg ksdrhanan tdk menjadi penghalang menghalalkan hubungan….

Leave a Reply

Your email address will not be published.