Puisi Anakku

Ulang Tahun saya yang ke 42, 9 Agustus 2010 terasa manis buat saya. Saya mendapat berbagai hadiah yang sangat berkesan, walau saya tidak merayakannya. Diantara hadiah yang paling berkesan buat saya adalah ketika Hana (10 tahun) memberikan hadiah berupa nyanyian sebuah lagu dan membaca puisi. Bukan hanya saya yang berurai air mata mendengarkan Hana bernyanyi dan membaca puisi, tetapi istri dan anak sayapun ikut terharu menangis. Berikut cuplikan puisi Hana.

Ayah…
Betapa hatiku senang mempunyai ayah sepertimu
Hatiku senang engkau bisa merawat kami dengan baik
Janganlah engkau berpikiran buruk karena akan mempengaruhi hormon di dalam tubuhmu

Ayah…
Hatiku gelisah saat engkau pergi
Aku selalu merindukanmu
Janganlah engkau pergi jauh dari kami

Ayah…
Engkau menghidupi kami dengan jerih payahmu
Suaramu habis untuk menghidupi kami
Kami meminta maaf atas hal yang kami perbuat

……….

Telaga Kahuripan 09 Agustus 2010

Bagikan:

One thought on “Puisi Anakku”

  1. raras says:

    hiksss..terharu banget

Leave a Reply

Your email address will not be published.